
Tanpa dia sadari bibir nya mengulas senyum tipis, sebenar nya dia sudah terbiasa di panggil nyonya oleh Rogam sekarang dan dia bahkan sudah tidak lagi merasa terganggu..dia juga tidak akan bisa mengoreksi kata-kata Rogam yang selalu memanggil nya nyonya, Rogam yang aneh dan keras kepala memang tidak ada lawan nya.
"(Baiklah..aku akan pulang agak sore sekitar pukul 6 lewat karena aku masih banyak pekerjaan)" balas Kristy pasrah dengan keputusan Rogam yang tak bisa dia bantah lagi.
Kristy menyelesaikan pekerjaan nya dengan cepat,pikiran nya melayang dan membuat nya tak bisa berkonsentrasi dengan baik..dia memikirkan Roger yang sama sekali tidak memberi nya kabar sejak kemarin..apa jangan-jangan Roger merasa sia-sia dan tak mau lagi membuang waktu untuk menunggu nya.
Kristy jadi galau,dia merasa hari nya ada yang kurang..dia jadi merasa perih setelah berpikir hal ini.
Selesai dengan pekerjaan nya Kristy bergegas menuju restoran tempat nya janjian dengan Margin,tadi Harber memberinya kartu kredit untuk membayar makanan dan minuman karena makanan dan minuman di restoran itu sangat mahal dan mungkin Harber tau bahwa Kristy tidak akan mampu untuk membayar nya.
Sebenar nya Kristy sudah begitu lapar tapi tidak mungkin dia memesan makanan lebih dulu sedangkan tamu nya belum datang..bukan kah itu terkesan tidak sopan.
Lama menunggu akhirnya Margin telah tiba di restoran itu tepat pukul 7 malam..wajah nya seperti biasa tapi sikap nya agak sedikit dingin di rasa Kristy..dia tak tau ada apa dengan Margin.
"Selamat malam Kristy" sapa nya singkat dan duduk lalu membuka buku menu dan memesan minuman pada pelayan.
"Koktail black Rusian satu ya,untuk makanan nanti saja aku pilih dulu" kata nya menyebutkan pesanan nya.
"Baik nona" jawab si pelayan sopan lalu meninggalkan meja mereka.
"Apa kabar Margin,apa kau sudah baikan?" balas Kristy lalu bertanya soal keadaan Margin setelah teringat terkahir kali di taman hiburan itu Margin tampak pucat.
"Aku sudah lebih baik Kristy.. sepanjang akhir pekan ini aku sakit..kau sendiri bagaimana kabar mu?" balas Margin bertanya pada Kristy.
__ADS_1
"Aku pun sama..sakit sepanjang akhir pekan" jawab Kristy jujur.
"Apa yang menyebabkan kita sakit itu sama Kristy?" tanya Margin sambil tersenyum.
"Mungkin saja" balas Kristy mengedikkan bahu nya.
Dan akhirnya minuman Margin tiba..mereka mengobrol ringan membahas tentang desain pameran yang sudah Margin setujui..mereka berbincang sambil menikmati minuman masing-masing.
Kristy seakan tau bahwa tujuan Margin untuk mengajak nya bertemu bukan serta merta mengenai pembahasan desain untuk pameran namun ada tujuan lain yang ingin Margin katakan,dia hanya menunggu Margin mengatakan niat yang sebenar nya di balik pertemuan ini..dia masih sabar untuk mendengarkan apa yang ingin di sampai kan Margin..dia tak akan mendesak nya.
Makanan telah terhidang di atas meja..kedua nya makan dengan tenang dan membuat suasana menjadi semakin mencair..akhirnya Kristy bisa mendengar kan apa yang ingin Margin katakan sebenar nya hingga meminta nya untuk bertemu di restoran.
"Kristy..aku minta maaf karena sebelum nya telah bersikap sangat berlebihan waktu itu..aku juga telah bersikap kekanakan,aku harap kau mau memaafkan ku" kata Margin memulai percakapan yang sebenar nya.
"Jujur aku masih mencintai nya Kristy..kami sudah bersama selama bertahun-tahun____" belum selesai Margin berujar Kristy sudah memotong nya.
"50 tahun,aku tau itu" kata Kristy memotong ucapan Margin.
"Kau mengetahui nya?" tanya Margin terkejut namun berusaha dia sembunyikan keterkejutan nya agar Kristy tak melihat nya.
"Iya" balas nya singkat membuat Margin tersenyum dengan getir.
"Berarti kau sudah tau semua nya..apa kau juga sudah tau bahwa kami adalah kaum Alchemist yang hidup abadi?" tanya Margin memastikan dan menatap Kristy dengan intens.
__ADS_1
"Iya..dan aku juga tau bahwa untuk bisa hidup abadi bersama nya kau rela meninggalkan keluarga mu,namun dia tak kunjung memenuhi komitmen nya untuk menikahi mu" kata Kristy mengangguk pelan menjawab Margin.
"Benar..kau tau Doman Curtenberg kan..dia sebenar nya bukan teman nenek ku..dia adalah teman ku,dia begitu mencintai ku dengan sepenuh hati nya tapi aku malah memilih untuk meninggalkan nya hanya untuk bisa bersama Roger..Aku kembali ke kehidupan ku yang dulu dan menemui nya dan mengaku sebagai cucu dari nenek ku Margin Sorensen tapi dia terlalu mengenali ku lebih dari diriku sendiri,dia langsung mengenali ku dan tau bahwa aku memang lah Margin Sorensen sendiri..dia begitu hancur saat mengetahui bahwa aku telah tiada,dia bahkan berkabung selama puluhan tahun lama nya" kata Margin sendu penuh sesal sambil menghabiskan minuman nya dan menceritakan sedikit tentang kisah nya.
"Aku turut sedih akan hal itu" balas Kristy pelan.
Dia bisa melihat dan paham dengan situasi mereka karena situasi nya hampir sama dengan diri nya dan Maiden.
"Aku akan jujur padamu Kristy..aku masih mencintai nya..kami baru berpisah selama 6 bulan dan aku tidak tau apa kami akan kembali bersama nanti nya atau tidak..aku mau kau belajar dari pengalaman ku karena yang kita alami ini sedikit mirip..akan lebih baik lagi jika kita hidup bersama laki-laki yang mencintai kita daripada dengan laki-laki yang kita cintai karena belum tentu menjamin kebahagiaan untuk kita..Maiden adalah pria yang baik..jangan sampai kau menyesali keputusan mu di masa depan nanti seperti ku Kristy" kata Margin menasehati Kristy namun terselip sebuah maksud yang tak Kristy sadari.
Kristy hanya mengangguk dan membenarkan ucapan Margin..memang lebih baik hidup bersama laki-laki yang mencintai kita daripada yang kita cintai karena belum tentu menjamin kebahagiaan bagi kita.
Pikiran nya jadi melayang-layang memikirkan hal itu..dia kini semakin meragu dan gundah untuk mendapatkan sebuah kepastian.. Margin berpamitan pada nya setelah makanan mereka telah habis.
"Kristy besok aku harus kembali ke negara E..selamat tinggal dan pikirkan baik-baik tentang nasehat ku" kata Margin berpamitan dan bercipika cipiki sejenak lalu pergi.
"Terimakasih dan selamat jalan Margin" balas Kristy tersenyum.
Setelah Margin pergi Kristy pun memutuskan untuk pulang..dia keluar dari restoran dengan wajah sedih,Rogam tanpa di suruh pun lekas memberikan sapu tangan untuk Kristy saat mulai memasuki mobil.
"Apa ada yang menyakiti hati nyonya?" tanya Rogam sambil menyalakan mobil dan melanjutkan lagi pertanyaan nya.
"Sebaik nya beritahu tuan agar tuan tidak cemas" lanjut nya namun tak ada balasan apapun dari Kristy.
__ADS_1
Kristy melamun menatap luar kaca mobil hingga tak mendengarkan Rogam yang tengah bicara pada nya.