THE ALCHEMIST: Mengubah Sejarah

THE ALCHEMIST: Mengubah Sejarah
Ep_150


__ADS_3

"Kau masih mau di sini atau kembali?" tanya Maiden saat mereka sedang berada di apartemen yang Maiden sewa di Colmar.


"Aku akan mengikuti mood mu kita masih memiliki waktu sampai besok dan kau bisa memikirkan hal ini baik-baik" lanjutnya sambil memakan sarapan nya.


Tampak Kristy mencoba menekan makanan yang ada di mulut nya dengan susah payah..dia tampak berpikir sejenak lalu menggelengkan kepala nya menatap Maiden dan berkata.


"Akita pulang saja Maiden, berlama-lama di sini membuatku semakin sedih karena setiap sudut kota ini seperti melukiskan keberadaan ayahku" kata Kristy dengan tidak bersemangat.


"Oke aku paham dan aku mengerti" kata Maiden tersenyum lalu kembali memakan sarapan mereka.


Setelah nya Kristy dan Maiden mulai mengepak barang-barang mereka dan bersiap untuk pulang ke Paris hari itu juga meski masih ada atau hari lagi tapi seperti nya Kristy tidak dalam kondisi yang baik.


Selama dalam perjalanan suasana nya sangat jauh berbeda saat mereka berangkat ke Colmar..Saat berangkat kedua nya sama-sama menikmati perjalanan dengan gembira namun kini hanya keheningan yang menemani perjalanan mereka berdua karena kedua nya tampak sibuk dengan pikiran nya masing-masing.


Tampak Kristy tengah merenung lama sekali,dia tengah merenungkan kembali tentang pilihan nya..dia bahkan telah menceritakan semua nya pada Maiden baik tentang Roger maupun kaum Alchemist lain nya kepada Maiden.


Kristy yakin Maiden tidak akan membocorkan rahasia mereka dan dia bertekad untuk kali ini dia akan membangkang dan memilih untuk tidak meninggalkan Maiden seperti kesepakatan mereka di awal dengan keluarga Roger.


Jujur Kristy tidak rela karena hanya Maiden satu-satu nya orang yang dia anggap keluarga setelah mengetahui fakta tentang ayah nya yang ternyata sudah meninggal.. Kristy sangat sedih hati nya bak tertusuk pisau yang teramat tajam saat menyadari bahwa dirinya adalah seorang yatim piatu sebatang kara di dunia ini.


Dan hal itu lah yang membuat Maiden begitu berarti dan begitu penting bagi diri nya..dia tidak mau pergi begitu saja meninggalkan Maiden yang telah membuat nya memiliki arti keluarga.


Jika memang Roger benar-benar mencintai nya maka Roger harus nya bisa menerima keputusan nya,dia tidak mungkin masih egois memikirkan kaum nya.


#


#

__ADS_1


Tiba lah mereka di apartemen Maiden, Kristy turun dan segera memasuki kamar lalu dia membongkar isi koper nya untuk mencari ramuan penghilang ingatan yang Robingham berikan waktu itu.. Setelah menemukan nya Kristy mengambil botol kecil itu dengan sedikit kemarahan lalu dia bawa ke dapur dan dia tuang isi nya ke dalam wastafel.


Jiak dia sudah membuang ramuan itu maka kini Roger tak akan bisa memaksa nya untuk menghilangkan ingatan Maiden lagi di tambah sekarang Robingham juga sedang tidak ada untuk membuat obat yang baru..Roger tidak punya pilihan lain selain membiarkan Maiden.


"Apa yang kau buang Kristy?" tanya Maiden keheranan melihat Kristy di depan wastafel dapur.


"Hm,hanya obat tidak penting" kata Kristy sambil membuang botol itu ke tempat sampah.


"Oh..tapi kenapa wajah mu kelihatan kesal sekali saat membuang obat itu,aku pikir apa" kata Maiden sambil mengangkat bahu nya acuh.


"Tidak apa-apa..hanya saja aku masih sedikit sedih" balas Kristy lalu memutuskan untuk segera tidur.


"Baiklah istirahat lah" balas Maiden membiarkan Kristy memasuki kamar untuk istirahat.


Kristy memasuki kamar dan membaringkan tubuh nya di ranjang..dia memijat kepala nya yang terasa begitu berat sejak mengetahui bahwa ayah nya ternyata sudah tiada dan kini dia tidak memiliki siapapun lagi,itu membuatnya tak memiliki semangat untuk melakukan apapun.


Sampai saat ini bahkan Roger masih kekeh berusaha menghubungi nya namun dia benar-benar tidak ingin di ganggu ataupun bicara dengan siapapun untuk saat ini.


"(Tolong jangan ganggu aku dulu.. Aku tidak ingin bicara dengan siapapun saat ini..tolong mengerti dengan keadaan ku)"


Isi pesan Kristy yang dia kirimkan pada Roger karena dia memang sedang tak ingin di ganggu siapapun.


"(Aku tau kau sedang berduka dan seharusnya aku ada di sana menemanimu dan menghibur mu..sungguh aku ingin bertemu dengan mu sayang,aku tidak tahan lagi dengan keadaan ini)" balas Roger yang juga sangat merindukan Kristy.


"(Aku sudah membuang ramuan itu dan kau tak bisa memaksa ku untuk menghilangkan ingatan Maiden)" balas Kristy terus terang tak perduli dengan reaksi Roger.


"(Kita bahas setelah aku ke Paris besok)" balas Roger.

__ADS_1


Setelah membaca pesan Roger, Kristy tak lagi membalas nya..dia juga sangat merindukan Roger tapi saat ini hati nya sedang benar-benar beku karena di satu sisi dia juga tak rela jika harus kehilangan sahabat satu-satunya yang dia miliki hanya demi melindungi rahasia kaum Alchemist.


Dia sangat tau kalau Maiden bukan tipe orang yang suka bocor,Maiden bisa menjaga rahasia kaum Alchemist karena dia tidak akan membahayakan keselamatan kaum Alchemist sendiri..jika Roger besok datang hanya untuk memaksa nya menghilangkan ingatan Maiden maka dia akan memberontak.. Kristy akan memaksa Roger untuk melepas Maiden.


#


#


Pagi hari nya suasana hati Kristy kelihatan nya sedang sedikit membaik..dia tengah membaca diary milik ayah nya.. Kristy membaca nya dan mencoba menyelami apa yang ada di pikiran ayah nya saat dia menuliskan kata-kata itu.


"Kristy apa kau mau ikut ke rumah ibuku untuk mengembalikan mobil?" tanya Maiden menghampiri Kristy yang sedang membaca buku diary ayah Kristy.


"Tidak Maiden,badanku sedang tidak enak juga perutku mual sekali dan di tambah kepalaku juga pusing" tolak Kristy karena memang dia sedang tidak enak badan.


"Baiklah,sebentar aku ambil minyak angin,usapkan pada leher mu agar lebih baik" ujar Maiden saat telah mengambil minyak angin yang dia maksud.


"Thank's,hmm baunya enak" ucap Kristy sambil menerima minyak angin itu lalu dia buka dan dia hirup aroma nya yang menenangkan.


"Ya sudah kau di rumah saja dan istirahat,ada yang kau inginkan mungkin?" tanya Maiden siapa tau Kristy menginginkan sesuatu.


"Tidak Maiden,aku hanya ingin istirahat saja" tolak Kristy karena dia memang tidak menginginkan apapun selain istirahat.


"Baiklah,aku pergi dulu ya" pamit Maiden lalu keluar dari apartemen.


Setelah kepergian Maiden Kristy mencoba untuk tidur lagi namun dia tetap tidak bisa memejamkan mata nya karena dia masih merasa tidak. enak badan..daripada bosan akhirnya dia memutuskan untuk membaca diary sang ayah lagi untuk menenangkan pikiran nya.


Diary yang ayah nya tulis menggunakan bahasa Itali dan dia tidak terlalu paham dengan bahasa itu sehingga dia harus menggunakan translator untuk mengetahui arti nya.

__ADS_1


Selama Maiden keluar Kristy hanya membaca diary ayah nya sampai tak terasa sudah sore dan Maiden baru kembali dari rumah ibu nya.


"Sorry Kristy aku agak lama ya..oh iya apa kau tau tadi ada seorang penggemar yang memaksaku untuk meminum kopi yang dia belikan khusus untuk ku,bahkan di gelas kopi itu tampak fotoku yang saat itu usia nya baru 20 tahun..astaga aku benar-benar tidak menduga ada yang sefanatik itu" kata Maiden sambil menceritakan tentang kejadian tadi.


__ADS_2