
Liz POV
Liz dan yang lainnya akhirnya sampai dipertengahan jalan untuk ke persimpangan ketiga. Tiba – tiba Liz berhenti karena mendengar suara jejaki kaki. Lalu di dalam kegelapan munculah makhluk Humanoid berkepala Tikus namun memiliki perawakan manusia.
Matanya merah menyala dan gigi taringnya lebih nampak. Makhluk itu lebih seperti monster dibandingkan ketika bertarung dengan Liz tadi.
“ Aku akan melawannya," ucap Liz. "Klaus kau jaga Ludwig dan Amelia, Fran kau carilah celah ketika kami bertarung,“ ujar Liz.
Fran dan Klaus lalu mengangguk melihat sisi yang berbeda dari Liz.
Liz lalu menyiapkan kuda – kudanya dan bersiap untuk bertarung.
Makhluk itupun menggesekan cakarnya ke tembok sambil menghampiri mereka.
Suasana hening hanya suara decakan air saja terdengar.
‘ Aku akan membunuh makhluk itu. Aku akan menjadi kuat daripada sebelumnya. Pertarungan ini akan mendekatkanku pada impianku ‘ Liz membulatkan tekadnya.
Dia lalu menarik napas dalam – dalam. Lalu meluncur dengan cepat kearah makhluk di depannya.
Clang!!! Clangg!!! Slassshh!! Liz menebaskan pedangnya dengan akurat, namun lawannya berhasil menangkisnya dengan baik.
Mereka saling balas serangan dengan cepat.
Klaus, Fran dan Ludwig yang melihat pertarungannya sampai ternganga membayangkan ‘ apakah benar gadis ini hanya berusia 12 tahun ‘ Mereka melihat Liz layaknya Pendekar pedang yang sangat terlatih.
Liz lalu memegang pedangnya dengan dua tangan lalu mencoba untuk mengunggulinya dengan kekuatan. Clang!!! Clangg! Makhluk itu menahan tebasan Liz dengan cakarnya. Percikan api mulai muncul di tengah benturan senjata mereka. Liz terus menyudutkan makhluk itu, namun tiba – tiba tebasannya tidak mengenai apapun.
Liz pun terkejut, lawan yang harusnya berada di depannya kini menghilang.
Namun tidak lama kemudian Liz merasakan hawa seseorang berada dibelakangnya. Makhluk itu hendak menusukkan cakarnya ke punggung Liz.
__ADS_1
Clang!!!! Namun Klaus berhasil melindungi Liz dan Fran bersiap melakukan Backstab-nya ke arah makhluk itu. Makhluk itu lalu memutarkan tubuhnya dan menendang tangan Fran yang hendak menusuknya.
“ Agghhhh “ Fran terlempar dan pisaunya terlepas dari tangannya.
“ Mati kau!!!! “ Klaus menebaskan kembali pedangnya ke arah makhluk itu, namun berhasil dihindarinya dengan mudah. Makhluk itu bersiap melancarkan serangan balasan kepada Klaus, namun Liz dengan sigap menghalanginya. Klaus lalu mundur dibelakang Liz.
“Fran bagaimana dengan tanganmu? “ Tanya Liz.
“ Aghhh sial!!! Kurasa tanganku patah “ Fran memegangi tangannya
“ Ludwig, Klaus dan Fran pergilah terlebih dahulu, Aku akan mencoba menahannya disi.. “
Namun makhluk itu tidak membiarkan mereka berdiskusi lalu menyerang Fran yang sedang kesakitan. Clang!!! Clangg!!! Clangg!!! Liz dengan sigap menahan makhluk itu.
“ Cepatlahhhh!!! “ Perintah Liz.
Mereka lalu mengangguk dan mulai berlari tanpa membantahnya karena kondisi mereka sedang sangat krusial. Makhluk itu hanya terdiam melihat Fran dan Ludwig yang membawa Amelia kabur.
Liz hanya mengandalkan secercah cahaya lentera yang terikat pada ikat pinggangnya. Hanya suara percikan air dan nafas mereka yang sekarang terdengar di saluran air.
‘ Kali ini, aku akan mengeluarkan segalanya ‘
“ Accelerate “ Liz pun mengaktifkan kemabli sihir penguatan di kakinya lalu melesat dan kembali mulai menyerang makhluk di depannya. Tebasan demi tebasan yang dilancarkan oleh Liz. Namun belum satupun yang dapat mengenai makhluk tersebut.
‘ Lebih cepat ‘ Tangan dan kaki Liz mulai menampakkan sebuah aura sihir. Liz lalu mulai meningkatkan kecepatan tebasannya. Swosshh!!! Slashhh!!! Makhluk itu mulai kewalahan dengan meningkatnya kecepatan Liz. Dan tidak lama kemudian.
Crackkk!!! Cakar yang menahan pedang Liz mulai retak dan Liz pun tidak menyia – nyiakan kesempatan ini.
“ Rageeeee !!!! “ Liz pun lalu melakukan tebasan vertikal ke arah lawannya.
SLASSSSHHH!!!! CRACKKK!!! Cakar makhluk itupun hancur dan tebasan Liz mampu menembusnya dan menyayat dadanya.
__ADS_1
“ Ghhgguaahhh “ Makhluk itu mundur memegangi dadanya kesakitan.
Liz pun nafasnya terengah – engah setelah melakukan serangan bertubi – tubi tadi.
“ haa…haaaa…haaa “ Liz pun lalu bersiap kembali.
‘ Tidak… tidak, pertempuran belum berakhir jangan lengah ‘ Liz memperingati dirinya sendiri.
‘ Namun sekarang, dia tidak memiliki senjata untuk bertahan diri dari seranganku ‘
“ Awooooooo!!!! Grhhhhhhh “ Tiba – tiba makhluk itu mengeluarkan lolongan aneh, namun tidak lama kemudian luka yang didapatkannya mulai sembuh dan cakarnya mulai kembali tumbuh.
‘ Apakah itu salah satu kemampuannya? ‘ Liz sudah mempersiapkan mentalnya dengan situasi terburuk melawan musuh yang dia tidak ketahui sama sekali kemampuannya.
Lalu makhluk itu bersiap kembali untuk bertarung, kali ini dia yang akan gentian menyerang. Dia lalu melesat kepada Liz menunjukkan cakar tajamnya yang baru tumbuh kembali.
Liz lalu mundur melompat sambil menangkis cakarnya. Clang!!! Clang !!! Clangg!!! Tusukan demi tusukan Liz hindari dengan sempurna selisih sehelai rambut saja.
Semua indra yang Liz miliki sedang berfungsi dengan maksimal dan instingnya mulai menajam dipertarungan ini.
Tidak salah lagi Liz saat ini sudah bertambah kuat berkali lipat dibandingkan saat dia melawan Hobgoblin dulu. Namun stamina Liz dan makhluk itu berbeda, setelah selama 10 menit bertarung, Liz mulai menunjukkan batasannya. Sihirnya memudar dan pertahannya melemah.
“ Bughhhhggh “ Makhluk itu berhasil mendaratkan sebuah tendangan kepada perut Liz yang membuatnya terpental.
Liz lalu memegangi perutnya dan menengok ke atasnya, terlihat makhluk itu mengangkatkan tangannya hendak menghabisinya. Liz pun memejamkan matanya dan.
STABBBB!!!! Darah mengucur ke tanah dan terlihat sebuah belati keluar menembus dari dada makhluk tersebut. Liz pun terkejut, seseorang berhasil mendaratkan serangan kejutan ke makhluk tersebut.
“ Backstab- Ku berhasil “
Liz pun melihat Sosok yang familiar menancapkan sebuah belati dari belakang makhluk yang dilawannya.
__ADS_1