
Aku hidup dengan ayahku yang seorang pembuat roti di Kota Tyrol. Ketika Usia ku 5 tahun, Ibu tiba – tiba pergi meninggalkan kami berdua. Ketika aku bertanya pada ayahku kemana ibu pergi, dia hanya mengatakan “ Ibu sedang ada pekerjaan yang harus dilakukan nak“.Namun aku tahu kebenarannya, ibu pergi karena ayahku sudah kesulitan bekerja karena mengidap sebuah penyakit.
Aku dan ayahku selama setahun ini hidup sangat dekat. Walaupun ayah bersusah payah bekerja untuk merawatku sambil menahan sakit di deritanya, dia tetep selalu merawatku.
Lalu kemudian hari itu tiba.
“ Tuan Baldewich, kuharap ketika aku nanti sudah tiada, aku ingin Elia di tempatkan di panti asuhan anda.“
“ Tenang saja Tuan, kami akan mengurus Elia sampai dia bisa hidup sendiri nanti,“ jawabnya.
“ Syukurlah “ Ayahku tersenyum kepadanya.
Beberapa minggu kemudian Ayahku meninggal karena penyakit yang di deritanya selama ini.
“ Oke Elia, mari ikut Paman ke panti asuhan. Di sana Elia dapat bermain dengan anak – anak seumuran dengan Elia.“ Bujuk Pria paruh baya itu.
Ketika aku mulai tinggal di panti asuhan, aku menemukan bahwa anak – anak yang ada di panti asuhan itu sering di lecehkan oleh Tuan Baldewich.
“ Apa yang harus ku lakukan, Kami hanyalah anak – anak yang tidak akan bisa hidup tanpa naungan panti asuhan “ Seorang anak laki – laki seumurannya menangis.
Dan tak lama kemudian, pada suatu malam Elia di panggil oleh Tuan Baldewich.
“ Kemarilah Elia sayangku,“ ucapnya.
Malam itu Elia sangat ketakutan. Pria bejat itu melakukan apapun yang dia mau terhadap tubuh mungil Elia.
Hampir tiap malam Elia di panggil oleh Pria bejat itu untuk menghiburnya. Namun semakin lama, pria itu mulai bosan dengan hiburan yang itu – itu saja dan mulai melakukan kekerasan fisik terhadap Elia.
“ Hiks… Hiks… aku tidak tahan lagi Hiksss… “ Elia menangis di sebuah sumur di belakang panti asuhan setelah pria itu baru saja bermain – main dengannya.
Pada saat itu tiba – tiba Elia mendengar sebuah suara.
‘ Kau ingin terbebas dari penderitaanmu? ‘ Elia lalu berhenti menangis.
‘ Kau ingin membalaskan apa yang telah orang itu perbuat padamu? ‘
Di depan Elia lalu muncul seorang wanita cantik. Wanita itu lalu menggapaikan tangannya ke Elia.
‘ Buatlah Kontrak denganku, maka aku akan menjamin hidupmu tak akan menderita lagi ‘
“ Kakak siapa? “
‘ Kau bisa memanggilku Negrina ‘
Pada malam berikutnya Elia dipanggil lagi oleh Tuan Baldewich.
“ Ahh Elia sayangku, lihatlah dirimu kau terlihat lebih cantik hari ini “
“ Tuan Baldewich, terima kasih karena kau sudah merawatku selama ini “ Elia lalu tersenyum manis kepadanya.
“ Elia, apa maksudmu? “ Elia menghampirinya dengan sebuah palu di tangannya.
“ Sebagai rasa terima kasih, aku akan membalas semua yang kau lakukan padaku Tuan Baldewich hehehehe … “ BAMMMMM!!!
Beberapa hari kemudian, para anak – anak di panti asuhan mulai kembali menjalani kehidupannya dengan normal. Namun berbeda dengan Elia, dia harus melakukan keinginan Negrina sesuai dengan kontrak yang dia buat. Jika dia telat melakukannya ketika Negrina memanggil, maka Negrina akan membuatnya mengingat kejadian – kejadian buruk yang menimpanya.
Hari demi hari Elia melihat semua kisah gelap seseorang untuk memuaskan Negrina, akan tetapi dia juga mulai menikmati menyiksa orang sambil mendengarkan cerita mereka. Tanpa sadar Elia sudah berubah menjadi sosok yang keji.
Beberapa bulan kemudian peperangan terjadi, dan para pendatang yang mengungsi dari peperangan mulai berdatangan ke kotanya. Tak lama setelah itu mulai muncul lah konflik dengan penduduk asli kota yang mana Elia manfaatkan untuk melakukan aksinya tanpa di curigai.
Beberapa hari kemudian Elia sedang mengikuti sesosok anak laki – laki yang menurut Negrina memiliki sebuah ingatan yang sangat gelap tersimpan dalam hatinya.
Setelah menangkapnya Elia memasuki ingatannya dan melihat sesuatu yang sangat buruk. Saking buruknya dia yang sudah mengalami sesuatu yang mengerikan sampai tidak kuat melihatnya.
‘ Bagaimana dia masih bisa menjalani hidup dengan normal setelah mengalami hal seperti itu ‘ Elia tidak mempercayai lelaki di depannya mampu menahan beban mental yang dialaminya.
__ADS_1
‘ Elia bunuh mereka jika tidak, maka hidupmu akan kembali menderita seperti sebelumnya ‘
Elia lalu di sadarkan oleh Negrina dan bersiap untuk bertarung.
************
Liz POV
Setelah Liz menghancurkan tembok bangunan itu dia melihat seorang gadis kecil yang pernah dia temui. Liz lalu melihat keadaan Luciel yang tengah terikat dan tangan kirinya mengeluarkan darah karena di paku dengan pegangan kursi.
“ Hehhh ternyata kau memiliki sebuah artifak pelacak, kau sudah mempersiapkan ini “ Ujar gadis kecil itu.
“ Kau tidak apa – apa Ciel? “ Liz bertanya khawatir.
“ Ya… “ Luciel membalasnya dengan lemas.
“ Tunggu saja, ini tidak akan berlangsung lama “ Liz lalu menyiapkan kuda – kudanya bersiap untuk bertarung
“ Hehhh… Kau percaya diri juga untuk mengalahkanku nona “ Elia juga bersiap – siap untuk bertarung dan menggenggam palunya
“ Berhati – hati lah Liz, dia mampu mengkombinasikan sihirnya dengan sebuah bela diri “ Luciel memperingati Liz.
“ Okay “
Liz lalu melesat dan mulai melancarkan sebuah serangan vertikal ke Elia. Namun Elia dapat dengan mudah menghindarinya dan mulai melakukan serangan balasan dan mengayunkan palunya mencoba memukul Liz di rusuknya.
“ Stanzen “ Gadis itu mengucapkan mantra penguatan. Swingg!!!!
Namun Liz berhasil menghindari serangannya dengan menggunakan teknik Quickstep. Liz lalu melakukan sebuah tendangan ke arah kepala Elia. BAMMM!!!!.
Elia menahan tendangan Liz dengan kedua tangannya namun dia terpental keluar bangunan tersebut.
Liz lalu mengejarnya keluar dari bangunan, Liz lalu melihat Elia sudah pulih dari tendangan yang dia lancarkan dan mulai memain – main kan palunya.
“ Hehhh kau cukup terampil nona fufufu “ Elia tertawa nakal seakan terhibur.
“ Pertarungan sesungguhnya baru akan di mulai kau tahu, jadi bersiaplah “ Elia lalu menyalurkan mananya ke palunya.
Liz lalu bersiap dan membentuk kuda – kudanya.
Luciel yang berada di dalam ruangan lalu membaca sebuah mantra.
“ Ignite “ Luciel lalu mengaktifkan sebuah mantra untuk membakar tali yang mengikat tubuhnya.
Dia lalu mulai mencabut dua buah paku yang menancap di telapak tangan kirinya.
“ Aghhhhhh!!!! “ Luciel berhasil mencabut kedua paku tersebut, lalu darah mulai mengucur dari tangan kiri Luciel.
“ Haahhh.. hahhh… “ Luciel terengah – engah menahan sakit.
Dia lalu mengambil kantungnya di sudut ruangan dan mulai mengoleskan sebuah racikan tanaman dan mengoleskannya ke lukanya. Dia lalu memakan sebuah pil pengering luka.
“ Aku harus membantu Liz “ Namun Luciel pertama – tama mencari korban penculikan terlebih dahulu.
TANG!!! TANG!!! TANG!!! Senjata Liz dan Elia saling beradu.
“ Aku tidak menyangka bocah sepertimu dapat melakukan hal sekeji ini “ Liz mulai berbicara.
“ Begitulah dunia kau tahu, jika kau lemah tak akan ada tempat untukmu bahagia “ Balas Elia sambil menyiapkan kuda – kudanya.
“ Aku tahu “ Liz bersiap melihat lawannya akan mengeluarkan sebuah serangan.
“ Rock Quaker “ Elia lalu menghantamkan palunya ke tanah. GRUURURURU!
Tanah yang dia hantam lalu bergetar dan hancur, getaran itu lalu menuju kearah Liz.
__ADS_1
Liz lalu mencoba menghindar akan tetapi getaran tanahnya mengikuti Liz dan kepingan tanah mengenai kaki Liz yang membuatnya kehilangan keseimbangan.
Elia lalu menggunakan sihir penguatan di kakinya.
“ Accelerate “ dia lalu melesat dan bersiap mengayunkan palunya.
Liz lalu mengarahkan tangannya dan merapalkan sebuah mantra.
“ Ignite, Fire Ball “ Bola api muncul di telapak tangan Liz dan melesat ke arah Elia, namun Elie berhasil menghindarinya dan bersiap melakukan serangan terhadap Liz.
“ Stanzen “
Namun karena Elia menghindar Liz mempunyai cukup waktu untuk pulih dan kakinya kembali menapak dengan tanah bersiap untuk menghalau teknik lawan di depannya.
“ Rageeeee!!!! ” Liz mengayunkan pedangnya dengan kedua tangannya.
CLAANGGGG!!!
Kedua senjata mereka saling beradu dan membuat mereka berdua saling terpental.
“ Ughhhh sial sakit sekali “ Elia mencoba berdiri.
Terdapat luka memar di beberapa bagian tubuhnya.
Tidak jauh darinya Liz sudah menyiapkan kuda – kudanya untuk menyerang kembali, namun Liz menyadari sesuatu dan mulai mengangguk.
“ Accelerate “ Liz mulai menggunakan mantra penguatan di kakinya dan melesat ke arah Elia.
Liz melakukan serangan yang membuat pertahanannya terbuka dengan lebar dan gampang di serang balik.
Sesuai perkiraan, Elia dapat menghindari serangan Liz dan mempersiapkan serangan balasan.
“ Kau bodoh!!! Terlalu terburu – buru menyerang ketika musuhmu terluka. Sekarang rasakan ini “ Elia lalu mengayunkan palunya ke arah kepala Liz, namun kemudian tiba – tiba penglihatannya di butakan oleh sebuah cahaya.
“ Flash Light “ Sebuah cahaya datang dari arah samping tepat mengenai mata Elia. Sebelumnya Liz menyadari kehadiran Luciel dan mulai memancing Elia.
Liz lalu tidak menyia – nyiakan kesempatan ini dan mulai menebas musuh di sampingnya.
Elia mencoba menahan dengan tangannya dan CHOPPP!!!! Liz berhasil memotong pergelangan tangan Elia dan melucuti senjatanya.
Liz lalu bersiap menghabisi Elia dengan serangan berikutnya namun….
“ Tidak!!!! kumohonn aku tak mau matiii!!!! “ Liz lalu menghentikan serangannya.
“ Tidak Lizzz!!!! “ Luciel memperingati Liz sambil berlari ke arahnya.
Akan tetapi terlambat tiba – tiba Elia mengeluarkan sebuah pisau dari lengan baju nya dan mencoba menusuk jantung Liz.
STAAABBBB!!!! Liz terjatuh ke tanah di dorong oleh Luciel, Namun pisau Elia berhasil menusuk perut Luciel.
Luciel lalu mencengkeram kepala Elia dan mengaktifkan sebuah sihir.
“Electrocut“
BUZZZZ!!!!
“Aghhhhhhhh!!!!! “ Sihir Luciel lalu menyetrum otak Elia yang membuatnya mati seketika.
Liz yang tidak tahu apa yang terjadi lalu melihat Luciel.
“ Ciel? “
Brughhh!!!! Luciel lalu tumbang ke tanah.
“ CIELL! CIELLL! Bangun Cielll!!!! “ Liz lalu memeluk Luciel mencoba mensupportnya
__ADS_1
Darah mengucur deras keluar dari tubuh Luciel.