The Devil Tears : Lord of The Night

The Devil Tears : Lord of The Night
Arc 1 Chapter 31 : Menuju Wilayah Rhine Duchy


__ADS_3

' Suster Selena, apa yang suster lakukan? ‘ Luciel kecil sedang berada di sebuah ruangan bersama seorang wanita.


‘ Ahhh ini, Aku sedang membantu negeri ini menjadi lebih baik kau tahu fufufu ‘ Di sebuah meja terdapat mayat seorang pria.


‘ Begitukah? Bolehkah aku membantumu suster? ‘ Luciel kecil dengan polosnya mendekati pengasuhnya.


‘ Kau memang anak yang baik Luciel. Sebagai hadiahnya, aku akan mengajarimu hal – hal yang menarik fufufu ‘. Suster Selena tertawa nakal.


Tak lama kemudian Luciel pun terbangun dari mimpinya. Dia membuka matanya dan mendapatinya sedang ada dalam ruangan.


‘ Dimana aku? Berapa lama aku kehilangan kesadaran’


Luciel lalu meraba bagian perutnya yang tertusukdan mendapati lukanya telah hilang.


Luciel lalu melihat Liz yang sedang duduk tertidur di sampingnya. Melihat ini Luciel pun lalu tersenyum.


‘ Dia pasti sangat kelelahan ‘ .


“Kau sudah sadar.“ Tiba – tiba ada seorang pria paruh baya masuk mengenakan seragam petugas patrol.


“Aku adalah Watchmeister kota ini, namaku Steiner. Kau sedang berada di pusat penyembuhan Kota,“ ungkap pria itu.


“Begitukah? Sudah berapa lama aku tak sadarkan diri?“ tanya Luciel.


“Katanya gadis ini membawamu kemari ketika jam 6.30 petang dan sekarang sudah jam 11.45 tengah malam, “ jawab pria itu sambil mengambil sebuah jam saku dan memperlihatkannya kepada Luciel.


“Kau dan gadis ini berhasil membunuh pelaku dari kasus penculikan yang membuat gaduh masyarakat kota akhir - akhir ini,“ ucapnya.


“ Ya, tapi kurasa beberapa korban sudah ada yang di bunuh sebelum kami berhasil mengalahkannya, “ ujar Lucidl.


“Korban – korban yang kalian selamatkan sudah melakukan testimoni dan Prajurit Patroli Kota akan memberikan kalian imbalan 5 Gulden sesuai yang di janjikan,“ jelas pria itu.


“Baiklah.“


“ Berisitirahat lah, biaya perawatan mu akan di tanggung olehku dan kudengar rombongan kalian akan berangkat meninggalkan kota besok. Kami akan memberikan imbalan mu ketika kalian hendak melewati penjagaan jalur masuk kota bagian selatan.“


Pria itu lalu keluar dari ruangan. Tak lama kemudian Liz mulai terbangun.


“ Ummhhh “ Liz lalu mengucek – ucek matanya.


“ Selamat malam Liz “ Luciel menyapanya.


“ Ciel! Bagaimana keadaanmu? “


“ Membaik, kurasa tubuh ku masih terasa lemas “ Wajah Luciel masih terlihat pucat karena kehilangan banyak darah.


“ Ciel maaf “ Liz lalu tertunduk lesu terlihat menyesal.


“ Jika saja aku tidak lengah pada saat itu, kau tidak akan menjadi seperti ini. “


Luciel lalu tersenyum dan membalas.

__ADS_1


“ Liz ragu menebasnya menandakan Liz mempunyai jiwa kemanusiaan yang masih murni. Dan itu tidak lah buruk. Kekerasan tidak akan dapat menyelesaikan segala konflik. Dan aku senang Liz memiliki jika kemanusiaan yang kuat. “ Luciel tersenyum mengatakannya sambil mengelus rambut Liz agar membuatnya tidak depresi.


“ Lagi pula aku sudah tidak apa – apa, dan kita mampu melewatinya dengan baik “ Tambah Luciel


“ Ummm “ Liz mengangguk.


“ Lebih baik kau beristirahat juga, bukan kan besok kita akan melakukan perjalanan kembali “


“ Baiklah “


Setelah Liz keluar Luciel lalu mengingat kembali kata – kata susternya.


‘ Ingat Luciel, seorang Devil Cult tak akan pernah bisa lari dari kontrak mereka dengan iblisnya. Makanya, jika kau menghadapi salah satu dari mereka, jangan lah ragu untuk menghabisinya walaupun mereka manusia ‘


Luciel mendapatkan pengalaman membunuh pertamanya dengan cara yang paling tidak mengenakkan yaitu, membunuh seorang anak kecil.


**********


Keesokan harinya Luciel sedang menghitung uang yang dimilikinya secara keseluruhan.


‘ Hmm… 5 Gulden dan sekitar 70 ral. Selain perlengkapan Hunter, sisanya harus ku apakan ya? ‘


Luciel sedang menunggu Liz di kereta kuda mereka yang mana akan berangkat setelah lonceng pertama berbunyi.


“ Hey, kau terlihat tidak baik – baik saja “ Dupold lalu mengajak Luciel untuk mengobrol.


“ Ya, aku terluka saat melawan seorang gadis kecil hahaha “ Luciel menertawakan dirinya sendiri.


“ Jadi, yang mana? “ Dupold bertanya kembali.


“ Anak kecil itu seorang Devil Cult “ Jawab Luciel.


Dupold lalu menatap Luciel.


“ Berarti kau beruntung hanya bertemu dengan Devil Cult yang belum berpengalaman “ Nada Dupold lalu menjadi serius.


“ Seorang Devil Cult yang kuat rata – rata akan mengikuti sebuah perkumpulan agar mereka bisa melindungi diri dari para Inquisitor “


“ Apa maksudmu Inquisitor? “ Luciel agak familiar dengan istilah itu.


“ Mereka adalah unit khusus Ksatria Suci Dewi Juliana dan tugas mereka adalah menyelidiki aktivitas – aktivitas yang berkaitan dengan iblis. Bahkan beberapa dari mereka mentargetkan penyelidikannya ke beberapa iblis yang sering menyebabkan masalah “ Dupold lalu naik ke kursi supirnya.


“ Bagaimana dengan kekuatan mereka? “ tanya Luciel.


“ Minimal mereka mengusai lebih dari tiga seni bertarung ksatria dan banyak memiliki sihir yang melemahkan iblis,“ jelas Dupold.


“ Terlihat sangat sulit untuk menjadi Inquisitor,“ ujar Luciel.


“ Ya, rata – rata mereka yang sudah veteran yang memiliki posisi tersebut. “


Tak lama kemudian Luciel melihat Liz yang menghampiri kereta kuda mereka.

__ADS_1


“ Urusanmu sudah selesai Liz? “


“ Ya, aku mendapatkan 70 ral dari bagi hasil menjual bulu serigala dan menyelesaikan Quest “


Tak lama kemudian mereka mendengar suara lonceng pertama yang menandakan keberangkatan mereka.


“ Bersiaplah, kita akan berangkat sekarang. Tujuan kita adalah Kota Rhine ibukota Rhine Duchy “


Para rombongan caravan pun mulai meninggalkan Kota Tyrol.


**********


Wilayah Utara Kerajaan Bavaria tepatnya di Kota benteng Franconia di kediaman Marquis Emich von Salian, sedang diadakan rapat bagi seluruh bangsawan wilayah utara Kerajaan Bavaria.


Terdapat 10 orang yang hadir di ruangan itu, tiga orang count dan masing – masing seorang pengikutnya, Seorang jendral dari kerajaan serta asistennya dan Marquis dengan asistennya.


“ Tuan – tuan sekalian, kita berada di sini untuk membahas tentang peperangan yang sedang terjadi di Wilayah kita, Letto asistenku akan memberikan laporan singkat tentang peperangan yang terjadi beberapa bulan ini “ Seorang pria lalu berdiri memegang sekumpulan berkas di tangannya.


“ Terima kasih Tuan Marquis “ Dia lalu memulai memberikan informasi – informasi kepada orang – orang yang hadir di ruangan itu.


Kerajaan Bavaria selama tiga bulan peperangan ini telah mengerahkan 10.000 pasukan regular ( pasukan yang tinggal di barak dan di latih setiap hari ) yang mana 5000 berasal dari Bangsawan – bangsawan wilayah utara kerajaan dan 5000 pasukan yang di kirim pusat kerajaan.


Para bangsawan kerajaan juga merekrut milisi atas izin pusat sebanyak 20.000 milisi dengan total pasukan yang di kerahkan yaitu 30.000 orang. Mereka juga mengumpulkan para ksatria sebesar 1000 orang yang menjadi sebuah pasukan elit di medan perang.


Pasukan Federasi Nordland dalam serangannya ke Kerajaan Bavaria mengerahkan total 50.000 pejuang pada awal tahun. Mereka melancarkan dua kali serangan yang mana dalam serangan pertama mereka, pasukan kerajaan dapat dengan mudah mematahkannya. Namun ketika pertempuran kedua terjadi, banyak dari pasukan Kerajaan gugur dan begitu pula yang terjadi terhadap para pejuang Nordland.


Pada saat ini jumlah pasukan Kerajaan yang sedang berada di utara sebesar 20.000, yang mana 13.000 berada di Kota Elea dan 7.000 berada di Kota Baden.


“ Menurut laporan tim pengintai, Para pejuang Nordland akan melakukan serangan lagi dan kali ini mereka akan menyerang Kota Elea dengan 20.000 pasukan “


Setelah asisten Marquis selesai membacakan laporannya Count Wagner lalu berbicara.


“ Kurasa wilayah perang yang di pimpin oleh Count Rudger berhasil menahan gempuran Para Nordland, Jendral Wolfgang kapan Pusat akan memberikan lagi pasukan tambahan ke Utara? “


“ Dua sampai tiga minggu pasukan bantuan sebesar 15.000 akan datang setelah mereka selesai dengan latihannya “ Jawab Jendral Wolfgang.


“ Walaupun kita merekrut milisi, dengan kualitas mereka kita tak akan mampu mengimbangi pejuang mereka yang sudah terbiasa bertempur “ Count Weinz von Freistad berpendapat.


“ Jika kita hanya bertahan, maka lambat laun Kota Baden dan Elea akan hancur dan pasukan kita tidak akan memiliki lagi tempat untuk bertahan di sana “ Count Ludberg von Laine memberikan pendapatnya.


“ Lagipula bagaimana bisa para Nordland itu mendapatkan Logistik yang memadai untuk melakukan invasi mereka selama ini? “


“ Kalau tidak salah mereka membuat kontrak dengan Republik Florentia ketika akan memasuki musim dingin akhir tahun lalu “ Asisten Marquis menjawab pertanyaan Count Weinz.


“ Jika kita tak berinisiatif, maka perang akan berlangsung lama dan akan memperburuk ekonomi di wilayah utara. “


Beberapa saat ketika mereka berdiskusi tiba – tiba pintu terbuka dan seorang pembawa pesan masuk.


“ Lapor !! Pesan masuk dari artifak penghubung Kota Elea. Count Rudger telah jatuh koma setelah bertarung dengan Jarl Irya dari Federasi Nordland “


Hal itu membuat seisi ruangan menjadi Syok.

__ADS_1


“ Apa yang sebenarnya terjadi!!? “


__ADS_2