
[Kota Freidburg, Tahun 735 Bulan 5 hari ke 25 ]
Luciel dan Izzy sedang berada di sebuah perahu untuk memancing di sebuah danau pinggiran Kota Freidburg. Dia sedang menikmati hari liburnya untuk rileks agar luka di bahunya cepat pulih.
“Hey Izzy, kau tahu tentang rumor sebuah dungeon di dekat Hutan Greenwood?” tanya Luciel.
Dungeon adalah bekas tempat eksperimen para iblis ketika masa perang besar terjadi. Di dalamnya banyak material – material berhaga dan berbagai catatan – catatan pengetahuan para iblis yang sangat manusia cari. Orang – orang mengatakan, jika kau berhasil menjarah sebuah dungeon, maka orang itu bahkan bisa membeli sebuah kastil dan tidak perlu bekerja untuk seumur hidupnya.
Luciel merasa orang – orang hanya melebih – lebih kan saja. Di dalam sebuah dungeon, terdapat banyak sekali jebakan – jebakan bahkan kutukan yang dapat dengan mudah membunuh manusia. Belum lagi monster – monster yang masih berkeliaran di sana. Resikonya sangat tinggi dan memerlukan sebuah kelompok besar untuk menjarahnya.
“Ahh, kurasa Hunter – hunter Guild sedang membicarakannya akhir – akhir ini,” jawab Izzy. “Rumor mengatakan, seorang pengembala menemukannya seminggu yang lalu, apa Luciel tertarik untuk pergi kesana?” tanya Izzy.
“Ya. Aku membutuhkan beberapa material untuk membuat beberapa benda yang akan kubuat. Mencarinya di pelelangan akan sangat susah karena banyaknya kompetisi dan aku tidak mempunyai koneksi dengan bangsa Dwarf yang mampu membuat material tersebut,” jelas Luciel.
“Ahh..”
Luciel kemudian melihat pancingannya bergetar – getar tanda umpannya telah dimakan oleh ikan. Dia lalu mulai menarik benangnya dengan tangan Akan tetapi, dia terlihat cukup kesulitan.
“Kurasa kita akan makan banyak siang ini ahahah,” ujar Luciel sambil kembali menarik benangnya dengan tenaga lebih.
“Mungkinkah ikan Baleon yang sedang kau tangkap itu?” Izzy lalu bangun dan memperhatikan permukaan air.
Tidak lama kemudian, seekor ikan dengan panjang 2 meter melompat dari permukaan air.
“Kurasa kita butuh perahu yang lebih besar,” ujar Luciel.
“Jangan sampai kau melepaskan ikan itu Luciel!” perintah Izzy.
“Tentu Saja!”
Ikan Baleon terkenal lumayan langka dan terkenal memiliki daging yang paling enak di seleuruh perairan Kekaisaran. Setelah bertarung dengan ikan itu selama setengah jam di bantu Izzy, Luciel berhasil membawa Ikan itu ke dekat perahu mereka.
“Hahhh… hahhh… Aku capek sekali,” ucap Luciel yang terlihat lemas dan dibanjiri keringat.
“Good Job!” Izzy memberikan sebuah jempol kepada Luciel.
Mereka lalu pergi ke daratan untuk memasak ikan yang baru saja mereka dapatkan. Terlihat sudah ada beberapa alat memasak yang sebelumnya telah mereka siapkan.
“Hey Izzy, kau siapkanlah arangnya dan peralatannya terlebih dahulu. Aku akan membersihkan Ikannya,” perintah Luciel.
__ADS_1
“Okay.”
Ketika mereka sedang mempersiapkan untuk memasak ikannya, mereka lalu mendengar seseorang memanggil.
“Woyyy! Luciel, Izzy! Apakah kalian sudah mendapatkan ikannya!?”
Yang memanggil mereka adalah Jenny yang sedang bersama Nolan dan Finn. Mereka lalu menghampiri mereka.
“Ahh, kalian datang di waktu yang tepat. Bantulah aku membersihkan ikan besar ini,” ucap Luciel.
Setelah selesai membersihkan ikan tersebut, Nolan dan Luciel mengangkat ikan tersebut untuk di bakar. Luciel lalu menaburi ikannya dengan berbagai bumbu untuk mendapatkan rasa yang lebih enak. Sambil menunggu ikannya matang, mereka lalu mulai mengobrol membicarakan hal – hal sepele. Gorgon beserta kelompoknya dan beberapa hunter juga muncul untuk bergabung dengan mereka.
Ikannya sangat cukup untuk mereka makan bersama – sama.
“Makanan yang kau buat sangat enak Luciel, mengapa tidak membuka juga sebuah resotoran?” tanya Izzy sambil memakan ikan bakar tersebut.
“Ya, kau bisa menjadi lebih cepat kaya kau tahu,” ujar Nolan.
“Ahahaha, aku masih ingin fokus meningkatkan kemampuanku menempa,” jawab Luciel.
Setelah selesai menyantap makanan, mereka lalu mulai memainkan alat music dan bernyanyi. Melihat pemandangan ini, Luciel sangat bersyukur dengan suasa damai yang dia rasakan. ‘Jika saja Liz ada di sini, suasana ini akan tambah sempurna’ pikir Luciel.
“Mau kemana kau Luciel?” tanya Izzy.
“Mengantarkan ikannya ke Liz,” jawab Luciel sambil menunjukan sebuah kotak yang berisi ikan bakar.
“Hehh… baiklah, kami akan menunggumu di Guild untuk minum – minum malam nanti,” ajak Izzy.
“Okay.”
Luciel lalu mulai berjalan ke pusat Kota. Terlihat susasana kota terlihat masih ramai walaupun matahari sudah hampir terbenam. Setelah berjalan beberapa menit, Luciel lalu sampai di depan gerbang akademi Ksatria dan menunggu Liz keluar seperti yang mereka janjikan sebelumnya. Luciel akan berkunjung setiap 7 atau 8 hari. Tidak lama kemudiann, dia mendengar sebuah langkah kaki dan berbalik. Di depannya terlihat seorang gadis berambut merah tersenyum padanya.
“Kau sudah lama menunggu?” tanya Liz.
“Tidak, kau terlihat cocok menggunakan armor itu,” ujar Luciel.
“Nah, aku harus lebih terbiasa dan sedikit membatasi kecepatanku dengan ini,” ucap Liz.
“Akan tetapi, tingkat keselamatanmu juga akan bertambah.”
__ADS_1
“Iya, ayo kita ke alun – alun. Aku hanya memiliki waktu istirahat sebentah kau tahu,” ajak Liz.
Mereka lalu pergi ke alun – alun dan duduk di dekat sebuah air mancur.
“Enak sekaliii! Ternyata benar apa yang mereka katakana tentang ikan Baleon!” ujar Liz yang memakan ikan bakar pemberian Luciel.
“Janganlah makan terburu – buru, kau bisa tersedak kau tahu,” ucap Luciel.
Luciel lalu menunggu Liz menyelesaikan makanannya sebelum membahas topik yang akan dia bicarakan.
“Jadi, bagaimana dengan hari – hari Liz di akademi?” tanya Luciel.
“Hahhh… kurasa aku terlalu banyak menarik perhatian orang – orang kau tahu.” Ucap Liz yang terlihat menyesal.
“Itu wajar sekali Liz. Orang – orang akan cenderung ingin lebih dekat dengan orang – orang berbakat,” balas Luciel.
“Hehh kurasa aku sedikit familiar dengan pembicaraan ini,” ujar Liz memperlihatkan sebuah senyuman nakal.
Luciel lalu memalingkan mukanya dan mulai berkeringat dingin. Dia lalu mencoba untuk mengganti topik.
“Ngomong – ngomong Liz, apakah kamu mengetahui sesuatu tentang rumor sebuah Dungeon yang baru – baru ini muncul?” tanya Liz.
Mendengar pertanyaan Luciel, Liz lalu terdiam seperti sedang mengingat sesuatu.
“Kurasa Instruktur Rupert membicarakannya denganku ketika saat sesi latihan,” jawabnya. “Kurasa para cadet akan melakukan sebuah praktek lapangan dan membersihkan dungeon itu minggu depan,” jelas Liz.
“Ahhh begitukah, aku berencana untuk kesana untuk mendapatkan beberapa material untuk membuat sebuah pedang dan beberapa artifak,” ungkap Luciel.
“Pedang seperti apa? Apakah ada pelanggan yang meminta sebuah senjata yang sulit?” tanya Liz.
“Seperti itulah,” Luciel menjawabnya samar – samar.
‘Kurasa ini akan menjadi sebuah kejutan untuk hadiah ketika Liz telah naik tingkat dari Cadet’ pikir Luciel.
Setelah berbincang – bincang beberapa lama, mereka lalu mendengar Lonceng ketiga berbunyi menandakan matahari sudah terbena.
“Baiklah Luciel. Aku harus kembali ke asrama, sampai jumpa,” Liz lalu pergi dan melambaikan tangannya kepada Luciel.
Dia tetap beridiri dan menatap Liz sampai sosoknya hilang di jalan Kota.
__ADS_1
“Well… hari ini sudah lengkap. Kurasa aku harus beristirahat untuk melakukan pekerjaanku kembali besok,” gumamnya.