
...Rolf Sang Pemburu Putih...
Rolf hanyalah anak seorang petani yang berada di sebuah desa di Kekaisaran Suci Isenburg. Sehari – hari dia hanya berkebun dan mengembala. Dia tidak pernah mempunyai ambisi yang tinggi seperti menjadi seorang ksatria. Hidupnya sangat damai dan biasa saja, sampai dia bertemu seorang gadis di sebuah hutan. Rolf sedang mencari kayu bakar ketika dia menemukan seorang gadis sedang lari dari seekor babi hutan. Rolf lalu menyelamatkannya dan mulai dekat dengan gadis yang bernama Aliya tersebut. Mereka hanya berumur 13 tahun pada saat itu dan sering membicarakan tentang impian – impian mereka.
Aliya suatu saat nanti ingin menjadi seorang pelayan di Istana Kekaisaran suatu saat nanti. Sebagai seorang rakyat kecil, menjadi pelayan seorang bangsawan saja sudah terbilang sukses bagi mereka. Namun berbeda dengan pelayan Istana Kekaisaran yang memiliki pengaruh tertentu, para Bangsawan bahkan ingin salah satu dari anak mereka dapat masuk sebagai salah satu pelayan Istana Kekaisaran.
Waktu berlalu dan mereka berdua menginjak umur 15, Rolf dan Aliya sedang menyaksikan sebuah parade kemenangan ksatria suci setelah memenangkan pertempuran melawan iblis yang meneror daerah mereka. Aliya mengatakan,”Bukankah akan keren jika Rolf menjadi salah satu yang ada di barisan itu.“ Rolf lalu mulai melakukan latihan – latihan dan menjadi seorang Hunter untuk memasuki Akademi Ksatria agar dapat membuat Aliya terkesan.
2 tahun kemudian Rolf telah menjadi seorang ksatria resmi dan Aliya berhasil menjadi salah satu pelayan bangsawan. Mereka berdua mulai berhasil menapaki jalan impian mereka. Beberapa tahun kemudian, Rolf berhasil menjadi salah satu Ksatria Suci Dewi Juliana dan hendak melamar Aliya untuk menikah dengannya akan tetapi, Di sebuah malam Rolf bertemu dengan Aliya.
“Hiks…Hikss…Hiks… maafkan aku Rolf… Maaf ”
Dihadapannya adalah Aliya sedang menangis dengan keadaan perutnya sudah membesar. Aliya menceritakan bagaimana dia dipaksa memuaskan nafsu dari anak Bangsawan yang dia layani. Setelah kejadian itu di ketahui oleh Tuannya Aliya, Bangsawan itu menyuruh Aliya untuk menutup mulut dan memberi uang sebagai kompensasi atas kesalahan anaknya.
Mendengar hal ini, Rolf teramat sangat marah dan hendak mendatangi anak Bangsawan tersebut untuk membuat perhitungan dengannya. Namun Aliya melarangnya karena takut hal buruk akan terjadi kepada Rolf. Dengan berat hati Rolf menahan amarahnya dan mencoba hidup dengan damai bersama Aliya. Mereka lalu menikah dan beberapa bulan setelahnya, anak yang di kandung oleh Aliya lahir.
“Selamat, anak kalian adalah seorang pria yang sangat mirip dengan ibunya.”
Bayi itu rambut pirang yang sama dengan Aliya, namun memiliki mata yang sama dengan anak bangsawan yang menghamili Aliya. Rolf memegang anak itu dan merasakan emosi yang bercampur aduk antara benci dan haru melihat beberapa kemiripan yang dimiliki dengan Aliya.
“Rolf… berikanlah nama terhadap anak itu,” ucap Aliya lemas.
Tahun demi tahun, Rolf bersama istri dan anaknya hidup bahagia selama 5 tahun. Anaknya menghormatinya sebagai seorang ksatria terkenal yang membunuh para iblis dan bermimpi untuk mengikuti jejaknya menjadi seorang ksatria yang hebat.
“Ayah, suatu hari nanti aku akan menjadi seorang ksatria yang lebih hebat darimu!” ucap anaknya. Dia tidak mengetahui bahwa orang yang di depannya bukanlah ayah kandungnya.
Melihat antusiasme anaknya, Rolf tersenyum lebar dan rasa bencinya karena kejadian itu mulai memudar. Namun, kehidupan bahagianya tidak bertahan begitu lama. Seorang warlock menargetkan keluarganya, membunuh Aliya dan mengutuk anaknya. Rolf diberikan kenyataan pahit resiko menjadi seorang ksatria suci, keluarganya menjadi target musuh – musuhnya untuk melemahkannya. Ketika di penghujun hayatnya, Aliya berkata, “ Rolf, jagalah anak kita. Berjanjilah kau akan selalu melakukan yang terbaik untuknya,” ucap Aliya yang badannya mulai dingin.
“Aku bersumpah, demi kehormatanku sebagai seorang ksatria. Aku Rolf akan menjaga dan selalu melakukan yang terbaik untuk anak kita. Untukmu Aliya.”
Tubuh Rolf lalu mengeluarkan sebuah cahaya yang menandakan dia telah mengkokohkan Profound Codex nya.
“Aku senang bertemu denganmu waktu itu di hutan, Rolf.” Aliya lalu memejamkan matanya dan terlihat air mata mulai mengalir membasahi pipinya.
“Aku menyayangimu Rolf, jagalah anak kita,” Aliya lalu menghembuskan nafas terakhirnya di pelukan Rolf.
“Aliya… Aliya….” Rolf menangis ketika hangat mulai menghilang dari tubuh yang ada di pelukannya.
“Aku bersumpah, untukmu Aliya.”
Rolf lalu melihat keadaan anaknya dan menatap wajahnya.
“Kau memiliki rambut dan hidung yang sama dengan ibumu,” gumam Rolf.
Rolf lalu bertekad untuk menjaga satu – satunya kenangan yang masih tersisa dari Aliya walaupun itu mengingatkannya dengan orang yang sangat dia benci. Rolf mulai keluar dari Ksatria Suci dan berusaha mencari sebuah cara untuk menyembuhkan anaknya yang masih tak sadarkan diri. Untuk sekarang, Rolf hanya bisa memberi anaknya Elixir untuk membantu anaknya tetap hidup. Kutukan seorang Warlock hanya bisa di lepaskan oleh yang memberinya saja, kecuali dia disembuhkan langsung oleh keajaiban seorang Saint. Namun, Saint Olivia yang sekarang kesehatannya mulai memburuk dan sudah jarang sekali melakukan sebuah keajaiban. Rolf mulai putus asa dengan harga Elixir yang mahal, dia tidak akan terus mampu membuat anaknya bertahan hidup. Lalu datanglah sebuah tawaran yang tidak bisa dia tolak.
__ADS_1
‘Aku bisa menyembuhkan anakmu jika kau mau melakukan sebuah kontrak denganku.’
Mulai saat itulah dia mulai menjadi seorang Devil Cult. Dia mulai melakukan tugas – tugas yang selama ini dia benci demi kesembuhan anaknya. Bahkan dia harus membunuh sesame rekannya ketika berada di ksatria suci.
Pada suatu hari, dia bertarung dengan beberapa Inqusitor dan mendapatkan beberapa luka berat. Dia lalu di selamatkan oleh seorang Gadis berambut merah. Gadis itu bernama Liz dan mempunyai mimpi yang sama dengan anakknya. Rolf lalu mulai menjadi mentornya dalam mempelajari teknik dan filosofi menjadi seorang ksatria. Berlatih dengan Liz mulai membangkitkan nostalgianya ketika berlatih dengan anakknya ketika dahulu. Liz dan anaknya juga memiliki umur yang sama dan memiliki kepribadian yang sama. Rolf melihat potensi Liz yang dapat dengan cepat menguasai teknik – teknik bertarung dan dia yakin akan Liz yang mempunyai sebuah Blessing dari Dewi Juliana. Orang yang di beri Blessing oleh Sang Dewi akan memiliki tingkat perkembangan yang jauh di atas rata – rata dan akan memiliki takdir yang sangat rumit. Namun Rolf yakin, bahwa Liz mampu melewati semua itu.
Hari dimana pemenuhan kontraknya pun datang, dia memasang sebuah formula sihir untuk membuka gerbang Konjungsi di tengah Kota. Rolf terkadang memikirkan apakah Aliya akan memaafkannya karena melakukan hal – hal seperti ini untuk kesembuhan anak mereka. Rolf lalu mulai membunuh beberapa pasukan patrol dan dia melihat beberapa ksatria menghampirinya. Dia adalah Wennel, salah satu rekan seperjuangannya ketika di Ordo Ksatria Suci.
.
.
.
CLANG! CLANG! CLANG! Rolf beradu pedang dengan ketiga ksatria suci itu.
“Sepertinya kau menjadi lebih lemah ketika kau melanggar sumpahmu hahh,” Wennel lalu mencoba menyerang Rolf dengan tekniknya. Swosshhhh! Namun, Rolf dapat dengan mudah menghindarinya.
“Vino, Stapanul meu” Rolf menggunakan sihirnya dan sebuah asap mulai keluar dari tubuhnya dan membuat sekeliling mereka tertutup asap putih tebal.
Wennel lalu menyiapkan sebuah mantra untuk mencounter sihir Rolf.
“Aghhhhh!” terdengar suara teriakan rekannya.
“Windblast” Sebuah ledakkan angina kencang lalu muncul dan menghilangkan semua asap tebal yang di keluarkan oleh Rolf.
Rolf lalu mulai bergerak dan melakukan serangan cepat kepada Wennel. Rolf mengincar lehernya namun Wennel berhasil menghindar. Mereka berdua sudah tahu gaya bertarung masing – masing.
“Windblow”
“Smoking Fire”
Mereka berdua mengeluarkan sihir – sihir mereka, namun Wennel memiliki keuntungan karena elemen sihirnya adalah Counter alami dari sihir Rolf.
CLANG! CLANG! Mereka berdua saling beradu pedang mencari masing – masing celah untuk memberikan serangan telak.
“Swipewind” Wennel melakukan tebasan cepat menggunakan elemen anginnya membuat Rolf sedikit telat bereaksi.
Splurttt!! Pedang Wennel membelah tubuh Rolf akan tetapi, tubuh Rolf mulai bercerai – berai menjadi sebuah asap.
‘Ilusi Asap!’ pikir Wennel. Dia lalu merasakan hawa membunuh di atasnya. Rolf bersiap untuk membunuhnya.
“Upper Slash!” Rolf mengincar leher Wennel.
“Windhowl!” Bushhhhh!!!! Angin kencang keluar dari sekujur tubuh Wennel dan membuat Rolf terpental ke sebuah tembok bangunan.
__ADS_1
Terlihat beberapa luka sayatan di beberapa bagian tubuh Rolf akibat sihir Wennel. Rolf lalu mencoba bangun.
“ Kau menggunakan Profound Codex mu,” ucap Rolf.
“Ya,” Wennel lalu mendekatinya dengan tubuh di kelilingi oleh sihir angin yang berhembus.” Karena kau telah melanggar sumpahmu, kau tak akan bisa mengalahkan ku,” ucap Wennel percaya diri.
Rolf lalu menarik nafasnya dalam – dalam. Dan mengingat wajah istrinya.
“Untukmu Aliya…. White Death,” Rolf lalu mengaktifkan Profound Codex nya dan sebuah asap putih mulai mengelilingi tubuhnya.
“Bagaimana mungkin! Kau sudah melanggar sumpahmu sebagai ksatria!,” Wennel terkejut melihat Rolf masih bisa menggunakan teknik andalannya.
“Kau masih tidak mengerti artinya menjadi seorang ksatria yang sesungguhnya Wennel,” ucap Rolf. ”Mari kita akhiri ini.”
Asap Rolf lalu mulai membentuk beberapa tiruan tubuh Rolf dan membuatnya berjumlah 10 tubuh.
“Itu hanya ilusimu, aku akan mengalahkanmu dan kebenaran selalu menang Rolf,” Mereka lalu mulai bertarung kembali.
Wennel mulai kewalahan dengan beberapa bayangan Rolf. Berbeda dengan Asap biasa yang bisa di hilangkan oleh sihir Wennel, asap Rolf kali ini adalah Profound Codex nya dan tidak akan mudah menghilang begitu saja.
“Windsaber” Wennel lalu mulai melapisi pedangnya dengan sihirnya.
Dia lalu berhasil menebas beberapa Asap manusia yang di bentuk oleh Rolf dan menguranginya menjadi 5 tubuh asap.
“Inilah akhirnya Rolf, Windfall!” Wennel melakukan combo andalannya dan melesat ke arah 5 tubuh asap Rolf.
“Majulah, Wennel!”
Wennel mulai menebas tubuh Asap Rolf dan melakukan serangan bertubi – tubi ke tubuh Asli Rolf.
“Kau tak akan bisa menahan combo ku!” Wennel lalu berhasil menembus teknik pertahan Rolf dan menebaskan pedangnya ke tubuh Rolf.
Namun pedangnya hanya menebas sebuah gumpalan Asap. Dia lalu merasakan hawa membunuh di belakangnya dan berbalik. Rolf sudah siap dengan tekniknya dan melesat kea rah Wennel.
“Side Cleave”
“Sackel”
Mereka berdua saling menebas dan tiba – tiba, Thuddd! Tangan kiri Rolf terputus dan mengeluarkan banyak darah. Dia pun berlutut memegangi tangan kirinya. Thuddd!.
Tubuh Wennel lalu terjatuh dan kepalanya terputus dari lehernya dan darah mulai mengalir deras ke tanah.
“Haaa… Haa…” Rolf menghela nafas kelelahan.
‘Aku menang’ pikir Rolf.
__ADS_1
Namun dia merasakan keberadaan seseorang di belakangnya dan berbalik. Di hadapannya terlihat seorang gadis berambut merah menatapnya dengan eksperesi bertanya – tanya.
“Mengapa… Master?”