The Devil Tears : Lord of The Night

The Devil Tears : Lord of The Night
Arc 1 Chapter 35 : Penambangan Munichea


__ADS_3

Keesokan paginya Luciel dan Liz sedang menuju Guild Hunter bersama dari penginapan mereka. Matahari sebentar lagi akan terbit, dan nampak sudah ada beberapa pedagang di jalanan Kota yang sedang menyiapkan tempat mereka.


Tak lama kemudian mereka sampai di Guild Hunter dan sudah terlihat beberapa Hunter yang saling berdiskusi di dalam.


“ Hey, Kesini." Terlihat Tim Alan memanggil mereka.


Luciel dan Liz lalu menghampiri mereka.


"Dia ternyata sudah bangun, " ucap Luciel menunjuk Alan.


"Hey!!! apa maksud lo Kuriel!!" Alan nampak marah di sindir Luciel.


“ Hey, apa kalian tahu dimana tempat Briefing pembasmian Reruntuhan Menara Sihir Saxon? “ Tanya Liz.


“ Kurasa di lantai 2, kau berencana ikut? “ Tanya Paul sedikit terkejut.


“ Ya, hey Ciel nanti kalau sudah beres Questnya kita ketemu lagi di sini untuk makan malam oke “ Liz lalu pergi ke lantai 2 Guild.


“ Teman Wanitamu itu cukup berani kau tahu,“ puji Serlina.


“ Dengan kemampuannya dan banyaknya senior - senior disana, dia pasti akan baik - baik saja,“ Jawab Luciel sambil melihat Liz berjalan ke lantai dua.


Paul dan Serlina saling pandang melihat sikap Luciel.


“ Baiklah, aku jelaskan kembali Quest ini lagi. Kita akan berkumpul dengan tim hunter lain dan beberapa pasukan patrol di sungai Rhine untuk melewati rute sungai ke pertambangan Munichea. Quest ini memiliki imbalan masing – masing orang mendapatkan 10 ral. Kita akan berangkat setelah Lonceng pertama berbunyi,“ jelas Serlina.


“ Baiklah, mungkin satu jam lagi Lonceng pertama akan berbunyi jadi sebaiknya kita pergi ke jembatan itu sekarang,“ ucap Paul.


Mereka lalu keluar dan mulai berangkat.


**********


Liz POV


Di sebuah ruangan besar seperti aula, 40 hunter telah berkumpul dan sedang berbincang dengan rekannya masing – masing.


“ Hey, kau yang bersama Alan dan lainnya kemarin kan? “ Seorang Wanita Beramor dan membawa pedang besar menghampirinya.


“ Iya, kakak adalah mentornya Alan dan yang lainnya kan? “ Tanya Liz.


“ Ya, ikutlah denganku kita ngobrol – ngobrol,“ ajak wanita tersebut.


“ Baik,“ Liz menyetujui ajakannya.

__ADS_1


Liz lalu melihat tiga orang Hunter yang setim dengan wanita tersebut. Seorang Sword dancer Pria, Seorang Assasin wanita dan Seorang Healer pria. Mereka berempat memiliki umur kira – kira 20 tahun.


“ Hey Rhea, siapa gadis manis yang kau bawa ini?“ Tanya seorang Sword Dancer.


“ Aku Liz dan akan mengikuti Quest pembasmian ini,“ ungkap Liz sambil memperkenalkan dirinya.


Mereka bertiga lalu menatap Rhea dengan ekspresi ‘ Apa kau punya dendam dengan gadis ini? ‘.


Rhea lalu menggeleng – geleng kan kepalanya seolah mengatakan ‘ Aku tidak tahu dia di sini untuk itu ‘. Mereka berpikir bahwa Liz terlalu muda untuk Quest seperti ini.


Liz yang melihat ekspresi canggung mereka lalu menjelaskan.


“ Kurasa aku memiliki kekuatan yang cukup untuk mengikuti Quest ini, aku pernah melawan Hobgoblin dan Mutan dan aku juga memiliki Rank Novice sebagai seorang hunter,“ jelas Liz mempresentasikan value nya kepada Seniornya.


“ Baiklah Liz, Seperti yang Liz tahu, kami adalah Hunter Rank Silver yang bernama Four Horsemen. Kami akan menerimamu sebagai anggota sementara dalam Quest ini, akan tetapi kau harus mengikuti kata – kataku ketika pertempuran nanti ok,“ Jelas Ethan.


“ Baiklah.“ Liz pun mengangguk.


Ketika mereka sedang mengobrol tiba – tiba seorang Guild Master masuk dan seketika para hunter terdiam.


“ Baiklah tanpa berlama – lama, aku akan menjelaskan detail tentang Quest yang akan kalian selesaikan,“ ucap pria tersebut.


Dia lalu membacakan selembaran kertas.


Guild Master lalu membalikkan kertasanya dan melanjutkan penjelasannya.


“ Monster ataupun mutan yang di sana menurut laporan Inquisitor hanya memiliki level 2 dan 3 saja dan setiap kalian membunuh monster di sana, akan mendapatkan tambahan 2 ral. Apakah ada pertanyaan? “ tanya pria tersebut.


Para Hunter hanya terdiam setelah mendengarkannya.


“ Jika tidak, kalian akan berangkat sekarang menaiki kereta kuda yang sudah di siapkan di jalur masuk utara Kota,“ jelasnya.


Para hunter lalu mulai pergi meninggalkan aula lantai dua dan berangkat menuju ke Jalur masuk utara Kota.


.


.


.


Luciel dan Tim Alan lalu tiba di jembatan Rhine dan tidak jauh dari situ terdapat sebuah dermaga dimana banyak perahu membawa barang maupun jasa transportasi. Mereka lalu melihat pasukan patrol beserta beberapa hunter.


“ Namaku Garth, aku adalah kapten pada misi kali ini. Segeralah naik ke perahu yang telah di sediakan, kita harus bergegas. “ Seorang pasukan patrol memberikan beberapa arahan kepada mereka.

__ADS_1


Para hunter dan pasukan patrol lalu menaikik beberapa perahu yang telah di sediakan. Perjalanan ke pertambangan Munichea akan memakan waktu sekitar 2 jam. Luciel menghabiskan waktunya dengan mengasah senjata barunya.


“ Hey Kuciel, lo lagi ngapain? “ Alan penasaran dengan apa yang di lakukannya.


“ Mengasah ketajaman senjata,“ jawab Luciel sambil menunjukkan 2 buah senjata barunya. Dia membuat sebuah Knuckle dan sebuah karambit.


“ Gw rasa pernah ngeliat salah satu senjata lo di pake seorang Brawler “ Alan lalu memegang Sebuah Knuckle.



...Author Note : Senjata baru Luciel...


“ Ya, aku membuatnya untuk bertarung ketika melawan musuh yang sangat banyak,“ jawab Luciel.


“ Aku tak tahu kau seorang pandai besi!!! “ Ucap Alan.


“ Ya, namun aku masih belum memiliki sebuah tungku pembakaran untuk melakukan campuran bahan agar bisa membuat logam yang lebih baik,“ jelas Luciel.


Luciel masih belum mempunyai uang untuk membeli semua perlengkapan untuk membuka toko peralatan.


Setelah dua jam mereka lalu sampai di sebuah dermaga kecil, perahu yang membawa mereka lalu melanjutkan perjalanan kembali.


“ Dari sini kita akan berjalan selama setengah jam untuk sampai ke penambangan,“ Ucap Garth.


Setelah berjalan setengah jam, mereka dapat melihat sebuah pertambangan dari kejauhan.


Garth lalu memerintahkan beberapa orang untuk mengintai sebelum melakukan penyerangan.


Setelah beberapa saat, tim pengintai kembali dan melaporkan apa yang mereka temukan.


“ Kapten, aku tidak dapat menemukan seorang bandit pun,“ ucap pengintai tersebut.


“ Apa maksudnya ini? Tiga hari lalu kita mendapatkan laporan bahwa, para pekerja tambang di serang oleh gerombolan bandit dan mengatakan mereka melihat bandit – bandit itu menjadikan tempat ini sebagai sarang mereka. “ Garth kebingungan dengan perkembangan yang terjadi.


“ Ya, tapi kami menemukan mayat beberapa bandit di sana,“ Ucap salah satu pengintai.


‘ Apa yang terjadi di sini? ‘pikir Garth.


“ Kita akan menelusuri pertambangan, Duke Lambert memerintahkan Wachtmeister untuk menghilangkan segala ancaman yang ada di sini. Kita akan mencari tahu apa yang terjadi dan melaporkannya kembali ke markas. “ Garth sudah memutuskan rencananya.


Dia lalu memberitahukan kepada para hunter dan anggota – anggotanya untuk masuk ke pertambangan.


Luciel dan yang lainnya lalu masuk ke sebuah gua besar dan melihat beberapa peralatan penambang berserakan di mana – mana.

__ADS_1


Tak lama kemudian mereka menemui sebuah persimpangan yang membawa mereka masuk lebih jauh ke pertambangan.


__ADS_2