The Devil Tears : Lord of The Night

The Devil Tears : Lord of The Night
Arc 1 Chapter 35 : Persiapan


__ADS_3

5 hari kemudian, di sebuah hutan arah timur Kota Rhine …


“ Liz, di belakangmu ada 3 gremlin yang datang.“ Luciel memperingati Liz.


Liz lalu berbalik setelah membunuh 2 gremlin yang dia lawan.


“ grraraaahhhh!!! “ Gremlin itu melompat ke wajah Liz, namun Liz meninju mukanya dengan tangan kirinya. Gremlin itu terpental dan menabrak Gremlin di belakangnya.


Liz lalu memberikan mereka senyuman sadis dan berjalan perlahan ke arah mereka.


Ketiga Gremlin itu ketakutan lalu mencoba melarikan diri. Namun Liz lebih cepat dan menebas ketiga Gremlin tersebut.


Gremlin merupakan monster mirip goblin berukuran seperti anak kecil dan memiliki daun telinga yang lebar. Mereka sering memakan ternak para penduduk dan ancamannya yaitu moster level 1. Akan tetapi, ada beberapa gremlin yang berbahaya seperti Gremlin bersayap yang lebih agresif dan besar.



...Author Note : Gremlin...


Di hadapan Luciel sekarang ada 2 Gremlin yang sedang berlari ke arahnya. Mereka melompat, namun Luciel berhasil menghindar dan menusukkan pisaunya tepat ke jantung salah satu Gremlin tersebut.


Dia lalu melakukan tendangan mengenai Gremlin satunya yang membuatnya terpental dan menabrak pohon.


“Tendangan yang bagus.“ Liz menghampiri Luciel.


Liz hari ini membantu Luciel menyelesaikan Quest Tingkat E. Liz sendiri sudah naik menjadi Hunter Rank Novice kemarin dan sudah mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan Quest tingkat D.


‘ Aku tidak boleh terlalu lama menahan perkembangan Liz .'


“ Terima kasih Liz sudah membantuku menyelesaikan misi ini.“ Luciel lalu membersihkan darah Gremlin yang ada di pisaunya.


“ Tidak apa – apa, aku juga ingin lebih mengetahui geografis sekitaran kota ini sebelum melakukan Quest yang lebih tinggi. “


Mereka lalu beristirahat di sebuah pohon besar sambil makan siang.


“ Bagaimana pencarian mentormu Liz? Aku sudah mencari seorang Pensiunan Ksatria di kota ini namun bayarannya terlalu mahal kau tahu,“ ucap Luciel.


“ Sama, rata – rata yang ku temui meminta biaya 5 Gulden perbulan!! Dimana aku bisa mencari uang sebanyak itu,“ protes Liz.


“ Dan kurasa ini terakhir kalinya aku meminta bantuanmu untuk melakukan Quest bersama,“ ucap Luciel.


“ Kenapa Ciel? Aku tidak keberatan kok,“ tanya Liz.


“ Bayaran untuk Quest Rank E itu sangat kecil, dan ini akan menghambatmu mendapatkan uang dan berkembang,“ Terus terang Ciel.


Mendengarnya, Liz pun hanya terdiam. Melihat situasi menjadi canggung Luciel lalu mengganti topik.

__ADS_1


“ Aku dengar Guild akan mengumumkan sebuah pembasmian monster di sebuah reruntuhan “ Luciel mengganti obrolan.


“ Ya, kalau tidak salah tingkat Questnya adalah tingkat D dan bisa di ikuti oleh Hunter Rank Novice sampai Rank Silver,“ Balas Liz.


“ Bagaimana detailnya? “ Tanya Luciel.


“ Guild sedang merapatkannya dengan Wachtmeister Kota Rhine dan Ordo Ksatria Suci. Di katakana bahwa di reruntuhan Menara Sihir Saxon yang pertama di temukan banyak monster yang di lepaskan oleh Devil Cult. “ Liz lalu menjelaskan ke Luciel info yang dia dengar.


Menurut laporan dari Inquisitor Ksatria suci, pergerakan para Devil Cult sekarang menjadi aneh. Mereka mulai mengeluarkan Mutan – mutan mereka di setiap penjuru kerajaan yang mana , mengakibatkan Ordo Ksatria suci kewalahan karena tidak memiliki cukup personil untuk membasmi mereka semua. Ordo Ksatria Suci berharap Guild dapat membasmi para monster yang di lepaskan Devil Cult agar Ordo Ksatria Suci dapat dengan mudah memburu para Devil Cult yang melepaskan monster – monster itu.


Setelah beberapa saat beristirahat mereka lalu memutuskan untuk kembali ke kota dan melaporkan penyelesaian Quest.


.


.


.


Di dekat reruntuhan bekas menara sihir Saxon, seorang pria bertopeng sedang merawat luka – lukanya yang di dapatkan setelah beberapa kali bertarung.


“ Sial, sekarang para Inquisitor juga mengincarku. Kurasa aku harus menurunkan aktivitasku untuk sementara. “


Setelah bertemu dengan pengikut Tuannya, dia tiba – tiba di sergap oleh dua orang inquisitor.


“ Invocare “ Pria itu merapalkan mantranya lalu muncul lah sebuah lingkaran sihir menunjukkan sebuah waktu.


‘ Aku telah berjanji padanya… Aku akan melindunginya apapun yang terjadi. Meskipun harus menjual jiwaku kepada iblis sekalipun ‘


Pria itu kembali membulatkan tekadnya.


.


.


.


Siangnya di dalam Guild Kota Rhine.


“ Beneerr bro… Bang Ethan keren bangetttt …. pas ngeluarin tekniknya... “ Seorang pria berumur 15 Tahun sedang menceritakan kisahnya dengan keadaan setengah mabuk.


“ Pedangnya ngeluarin api Byuurrr… Fushhhh dan mati deh tuh Trolll.“ Dia lalu meminum kembali birnya.


“ Apakah benar kau melihat itu semua bang Alan? “ Tanya Luciel yang di sampingnya juga sedang minum mendampinginya. Dia agak ragu dengan kisah yang di ceritakannya.


“ Heyy.. Baciel… kau harus lebih sopan ketika berbicara dengan seniormu kau tahu… “

__ADS_1


“ Pecundang sepertimu tidak butuh rasa hormat apapun, Lagian kau hanya bisa bersembunyi berlari ketika Troll itu datang.“ Seorang Wanita berambut Coklat dengan pakaian penyihir memotong perkataannya.


“ Diam kau Serlina!!! Mengapa Kalian perempuan sangat meremehkanku… Kau itu seperti Kak Rhea, hanya bisa memarahiku ketika latihan dan tak pernah memberiku petunjuk apa – apa, senior dan rekan yang Pelit,“ protes Alan.


Namun keempat orang yang ada di meja tidak merespon perkataannya dan Alan merasakan ada hal yang janggal. Dia pun lalu menengok kebelakang dan melihat seorang Wanita Tinggi berarmor menyilangkan tangannya.


“ Sepertinya kau masih harus belajar sesuatu Alan.“ Wanita itu menyeringai lalu mengangkatnya dengan satu tangan dan menyeretnya keluar Guild.


“ Too..long aku Serlina!!! Aku akan mati… tidak!!! “ Suara Alan masih terdengar walaupun mereka sudah di luar.


Luciel dan Liz mengenal mereka ketika melakukan Quest bersama 2 hari lalu. Alan Seorang Sword Dancer, Serlina seorang Mage dan Paul Seorang Tank. Tim mereka bersama tim mentor mereka melakukan sebuah Quest membunuh Troll di dekat sungai Rhine tadi pagi.


“ Bukankah Troll mempunyai kekuatan regenerasi, bagaimana Para senior mengalahkannya? “ Tanya Luciel.


“ Ya, para senior harus menggunakan sebuah serangan yang memberi efek continue agar mencegah Troll itu beregenerasi,“ Paul menjawab Luciel.


“ Ya, berkatnya aku harus di gendong oleh Paul ketika pulang karena kehabisan mana,“ ucap Serlina.


Mereka bertiga adalah Hunter Rank Novice sama seperti Liz.


“ Ngomong – ngomong, kalian mengikuti pembasmian di reruntuhan besok? “ Tanya Liz


“ Kurasa tidak, Bang Ethan mentor kami bilang akan ada terlalu banyak monster berbahaya di sana “ Jawab Paul.


“ Ya, berbeda dengan Troll yang walaupun punya tubuh besar, akan tetapi pergerakannya sangat lambat jadi kami bisa ikut dengan mentor kami dalam menyelesaikan Questnya “ Jelas Serlina.


“ Kurasa kami akan melakukan Quest tingkat E di pertambangan Munichea, kalian berdua mau ikut? “ Tawar Paul.


“ Bagaimana detail misinya? “ Tanya Luciel.


“ Gerombolan bandit sebanyak 100 orang menyerang penambangan emas Munichea dan membuat Duke Lambert marah “ Ucap Serlina.


“ Karena kekurangan personil, Pasukan patrol sedang sibuk dengan meningkatnya kriminalitas yang terjadi akibat perang dan meminta bantuan Guild untuk para Hunter membantu mereka. “ Tambah Paul.


“ Baiklah, aku ikut “ Jawab Luciel.


“ Oke, kita akan ketemu besok di sini ketika Lonceng pertama berbunyi. Kurasa sudah saatnya aku melihat pecundang itu “ Ucap Serlina.


Paul dan Serlina lalu keluar Guild untuk menyusul Alan.


“ Liz akan tetap ikut pembasmian ke reruntuhan? “ Luciel lalu meminum habis birnya.


“ Ya, kau berhati – hatilah Ciel “ Ucap Liz


“ Aku yang harusnya bilang begitu, tempatmu jauh lebih berbahaya kau tahu “ Jawab Luciel.

__ADS_1


‘ Kuharap besok akan lancar – lancar saja ‘ Luciel berharap.


__ADS_2