
Luciel berada dalam sebuah ingatan. Dia melihat seorang wanita sedang berjalan dengan seorang anak kecil di sebuah hutan pada malam hari.
“Mengapa suster mengajakku kemari?” tanya Luciel kecil.
“Well… kamu akan segera tahu,” jawab wanita tersebut.
Mereka lalu tiba di tempat yang mereka tuju. Dihadapan mereka terdapat sebuah gerombolan Lycanthrope yang berjumlah 2000.
“Aku melihat seseorang mensummon monster – monster ini kau tahu,” ucap wanita tersebut. “Luciel tahu apa yang akan terjadi jika monster – monster ini dibiarkan begitu saja?” tanya perempuan tersebut.
“Mereka akan menyerang Kota,” jawab Luciel.
“Dan apa yang akan terjadi jika mereka menyerang Kota?,” tanya wanita itu kembali.
“Orang – orang akan mati, semua anak – anak di panti asuhan akan kehilangan tempat mereka.” jawab Luciel sambil mengepalkan tangannya.
“Lalu, kau tahu apa yang harus kau lakukan Luciel?”
“Ya,” Luciel lalu menatap mata wanita tersebut.
“ ****** ********,” ucap Luciel.
“Baiklah, kau memang anak yang baik Luciel,” ucap wanita itu sambil tersenyum.“Tapi Luciel, kali ini akan terasa lebih buruk daripada yang sebelumnya, kau masih ingin melakukannya?” tanya kembali wanita itu seakan – akan menanyakan tekad Luciel kecil.
“Ya, tolong suster,” Luciel langsung menjawabnya.
Malam itu, 2000 pasukan Lycanthrope tiba – tiba muncul dan menghilang begitu saja dalam sekejap. Orang yang mensummon mereka juga tidak dapat di hubungi oleh atasan yang memerintahkannya.
.
.
.
Beberapa saat setelah kejadian terserbut, wanita itu berada di sebuah ruangan sedang mengamati Luciel yang sedang tertidur pulas.
“Kau memang anak yang baik dan kuat Luciel,” ucap wanita itu. “Namun sekarang kau harus bangun,” bisik wanita tersebut di telinga Luciel kecil.
“Bangun….”.
Luciel lalu mulai terbangun dari ingatannya dan mendapati tubuhnya berjalan sendiri menuju danau. Tak lama kemudian, dia berhasil mendapatkan kembali fungsi tubuhnya dan melihat sebuah Nymph hendak memangsa Adel.
Diapun lalu bergegas menggunakan Accelerate. Nymph itu lalu memperlihatkan gigi – gigi tajamnya akan menerkam Adel. Luciel lalu tiba di depan Adel dan menahan Nymph tersebut.
“ Grrrahhhhh!” Nymph itu lalu menggigit bahu Luciel.
“Aghhhh!!” Bahu Luciel mengeluarkan darah yang membuatnya teriak kesakitan.
“Apa yang terjadi?”
Tak lama kemudian, Adel mendapatkan kembali kesadarannya.
“ Nona Adel… jangan terdiam… lakukanlah sesuatu,” ucap Luciel.
Namun melihat Adel yang telah tersadar, Nymph itu lalu melepaskan bahu Luciel dan kembali menghilang kedalam air.
“Hahhh… hah..,” Luciel lalu memegangi bahunya yang mengucurkan banyak darah.
“Bisakah aku menyerahkan monster itu padamu Nona Adel?” ucap Luciel.
__ADS_1
“Tentu saja,” jawabnya.
Adel lalu meletakkan tangannya ke permukaan air dan mengucapkan mantra.
“Feindsuchen ”
Lingkaran sihir lalu terbentuk di permukaan air dan melebar sepanjang 50 meter dan kemudian menghilang. Namun terdapat sebuah jejak sihir yang bergerak di dalam air yang terlihat oleh Adel. Dia lalu mengumpulkan mana di tanganya untuk mengeluarkan sebuah sihir. Nymph yang tidak mengetahui bahwa keberadaanya telah terlacak oleh Adel mulai mendekat untuk melakukan sebuah sergapan dan muncul di belakang Adel.
“Detonate ” Duar!!!! Tiba – tiba di depan Nymph tersebut muncul sebuah ledakkan yang membuatnya terpental. Adel lalu berbalik dan mengarahkan tangannya ke arah Nymph tersebut dan mengucapkan sebuah mantra.
“ Enchant Fireball ” Boozzz!!! Sebuah bola api melesat dan mengenai Nymph tersebut Bombbbb!!!!
“Aghhhhh!!!!” Nymph tersebut lalu teriak kesakitan dan beberapa saat kemudian, terlihat sebuah asap hitam keluar dari mulut Nymph tersebut.
“ Enchant Fireball ” Adel lalu melakukan serangan terakhir untuk membunuh Nymph tersebut.
Bommmbb!!! Setelah terkena serangan tadi, Nymph itu lalu mati dengan tubuh gosong terbakar oleh mantra Adel.
‘Sihir yang dikeluarkannya memiliki output dan kecepatan yang lebih tinggi walaupun memiliki level yang sama dengan Liz’ pikir Luciel.
Adel lalu menghampiri Luciel dan memberikan sebuah pil dan ramuan padanya.
“Kau akan langsung pulih jika meminumnya,” ucap Adel. “Ayo ke tepian,” ajaknya.
.
.
.
Di kejauhan, seorang pemuda sedang melihat aksi Luciel dan Adel dari tadi menganalisa pertarungannya.
Pandangan pemuda tersebut lalu tertuju kepada Luciel yang sedang berjalan di belakang Adel.
“Dia terlihat sangat biasa namun dapat dengan mudah lepas dari sihir ilusi seekor Nymph,” ucapnya.
“Dia tidak memiliki artifak ketahanan mental kurasa, tapi bagaimana dia bisa pulih secepat itu dari ilusinya?” pemuda itu kebingungan.
“Kurasa aku harus menanyakan pendapat Master nanti.”
Pria itu lalu kembali bertugas untuk mengawasi putri Tuannya.
.
.
.
Setelah pertarungan, Luciel dan Adel beristirahat agak jauh dari lokasi danau. Luciel sedang melihat bagaimana lukanya perlahan mulai kembali menutup setelah meminum ramuan dari Adel. Sementara itu, Adel sedang membaca buku yang di bawanya. Anehnya, Luciel tidak dapat melihat satupun tulisan di kertas buku yang Adel baca.
“Apa yang Nona Adel baca? aku tidak melihat satu huruf pun,” tanya Luciel penasaran.
Mendengarnya, Adel lalu berhenti dan mengatakan.
“ini bukan buku biasa.” Dia lalu memperlihatkan sebuah rune yang di cover buku tersebut.
“Buku ini disebut Grimoire,” jelasnya.” Grimoire berisi rekaman – rekaman sihir yang dialami oleh penggunanya dan hanya bisa di baca oleh penyihir yang terkoneksi dengannya.”
Adel lalu membuka lembaran tertentu dan lanjut mengatakan.
__ADS_1
“Sihir yang di gunakan oleh Nymph tadi disebut Speicher, sebuah sihir tingkat 5 yang membuat si korban akan terhipnotis dan mengingat salah satu kejadiannya di masa lalu,” jelas Adel dengan ekspresi suram.
“Bagaimana dengan pelepasannya?” tanya Luciel.
“Di sini di tuliskan ‘tergantung dengan kondisi mental korbannya jika tidak ada intervensi dari luar’,” jawab Adel.
“Jika kau sudah pulih, lebih baik kita kembali dan melaporkan Quest ku ke Guild.”
Mereka lalu berjalan kembali ke Kota.
***********
Liz POV
Liz dan Rolf sekarang sedang berada di Hutan bagian barat Kota Rhine. Liz sudah menyelesaikan latihannya dengan membunuh beberapa Drowner dan kali ini dia menyaksikan Masternya sedang melawan 3 Hobgoblin di depannya. Sebelumnya, mereka melawan sekitar 20 goblin yang di laporkan muncul di hutan.
Rolf terlihat dengan mudahnya menghindari ayunan beberapa Hobgoblin yang menyerangnya.
‘Sampai saat ini aku belum pernah melihat Master menggunakan sihirnya.’
Rolf masih menghindar dan ketika dia sudah memiliki ruang yang cukup, dia lalu memasang sebuah kuda – kuda. Ketiga Hobgoblin itu lalu menyerangnya secara bersamaan namun, Rolf menghilang dan tiba – tiba berada di berada di belakang mereka.
“Shakel” Rolf mengucapkan nama tekniknya. Lalu tiba – tiba, ketiga kepala Hobgoblin itu terputus dari tubuhnya.
Rolf lalu mengistirahatkan pedangnya di bahunya seperti berpose atas sebuah kemenangan dan melihat ekspresi Liz yang terkagum – kagum, dia tersenyum puas.
“Bagaimana menurutmu?” tanya Rolf.
“Mantap Master!” jawab Liz sambil mengacungkan jempolnya.
“Ini adalah salah satu teknik ksatria Kekaisaran Suci Isenburg,” ungkap Rolf.
“Bisakah aku mempelajarinya?” tanya Liz.
“Kau harus memperkuat pondasimu terlebih dahulu,” ucap Rolf.
“Baik Master!!!”
**********
Sore harinya, Luciel dan Adel berada di Hunter Guild untuk melaporkan Quest Adel yang telah selesai. Luciel sedang duduk di sudut Guild menunggu Adel berbicara dengan resepsionis. Luciel mendengar topik – topik yang sedang di bicarakan oleh para Hunter. Topik yang paling hangat di bicarakan adalah sebuah Festival kenaikan para pahlawan yang di selenggarakan setiap Bulan 5 hari ke 1 . Itu hanya berjarak seminggu saja dari sekarang dan mulai besok para penduduk akan mulai menata kota untuk mempersiapkan festival. Luciel pernah melihatnya beberapa kali di Kota Elea, namun perayaan festival di Kota asal Luciel tidak begitu besar. Luciel penasaran bagaimana penyelenggaraannya di Kota Besar sepeperti Kota Rhine terlihat nanti.
Beberapa saat kemudian, Luciel melihat Adel menghampirinya. Luciel pun berdiri.
“Ini imbalanmu telah membawa barang – barang ku,” ucap Adel yang memberikan Luciel 3 Gulden sebagai imbalannya.
“Tapi, ini melebihi dari yang kita sepakati,” ujar Luciel.
“Kau sudah membantuku melawan Nymph di danau tadi, dan itu adalah imbalanmu,” jelas Adel.
“Siapa namamu?” tanya Adel.
“Luciel.”
“Senang mengenalmu Luciel,” Adel lalu menawarkannya berjabat tangan. Luciel lalu meraih tangannya dan Adel pun berkata.
“Namaku adalah Adelheid von Rhine pewaris sah dari Rhine Duchy, Gelar bangsawan tertinggi di wilayah barat Kerajaan Bavaria. Senang berkenalan denganmu Luciel,” Adel pun tersenyum dan mulai meninggalkan Hunter Guild.
‘Itu menjelaskan bakat dan uang yang dia miliki’ pikir Luciel.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Liz dan Rolf kembali dari perburuan mereka. Luciel dan Liz lalu membicarakan tentang Festival kenaikan para pahlawan yang akan mereka kunjungi nanti.