The Devil Tears : Lord of The Night

The Devil Tears : Lord of The Night
Arc 1 Chapter 48 : Shadow Prince


__ADS_3

Kekacauan di dalam Kota berubah menjadi pembantaian. Iblis – iblis mulai muncul seperti para Vampir dan Dhampir terlihat memangsa para warga kota. Luciel sedang bersembunyi di sebuah gang sempit. ‘Aku harus keluar meninggalkan Kota ini. Aku harus menemukan Liz terlebih dahulu’. Luciel lalu mulai mengendap – ngendap berusaha agar iblis dan monster yang tersebar di dalam Kota tidak menyadarinya. Luciel lalu mulai bergerak ke arah tempat yang dimana kemungkinan Liz berada.


.


.


.


[ Di ruangan Duke Lambert ]


“2 tahun yang lalu, seorang pangeran dari Kerajaan Jimena yang terkenal akan teknik bertarungnya tiba – tiba menghilang membawa Senjata Suci Spaniard bersamanya,” ungkap Duke Lambert.


“1 tahun yang lalu, Teokrasi mulai Mengekskomunikasi Pangeran Alfonso de Jimena karena terbukti terlibat dengan Devil Cult. Kau membuang Tahtamu sebagai putra mahkota, Reputasi mu sebagai Assasin terbaik di negerimu dan masa depan Kerajaan mu, untuk apa? Menjilat iblis – iblis hina itu!” umpat Duke Lambert dan suhu ruangan di dalam mulai naik.


Duke Lambert mengenal Pangeran Alfonso ketika mengunjungi Kerajaan Jimena. Dan dia adalah pribadi yang sangat di hormati baik oleh bawahannya maupun anggota keluarga kerajaan yang lain. Dia bahkan di gadang – gadang akan menjadi Raja yang paling hebat selama Sejarah Kerajaan Jimena.


Pria di depannya hanya diam saja dan mulai menyiapkan kuda – kudanya bersiap menyerang. Tiba – tiba pria di depannya menghilang dari pandangannya dan Duke Lambert mulai menyiapkan Sihirnya. Assasin adalah lawan paling buruk seorang penyihir dan seorang dengan julukan Pangeran Bayangan tidak akan menyia - nyiakan satupun celah menyerang. Tiba – tiba pria itu keluar dari lantai dimana Duke itu berpijak dan mencoba menusukkan Belatinya. Tang!!! salah satu Artifak Duke Lambert aktif dan menahan serangannya. Duke Lambert lalu mulai mengaktifkan sihirnya.


“Starburst!” BOMBBBB!!!! Ruangan Duke Lambert hancur berkeping – keping karena sihirnya. Duke Lambert lalu keluar dari area kastilnya menggunakan Minor Teleportaion.


“Feindsuchen Grober!” Duke Lambert lalu mengaktifkan sihir pendeteksi yang lebih tinggi levelnya daripada yang di gunakan oleh Adel. Lingkaran sihir lalu muncul di tanah dan mulai menyebar hingga 100 meter.


‘Sihir pendeteksi tingkat tinggi bahkan tidak bisa menemukannya, aku akan mencoba menandainya ketika dia muncul nanti’ pikir Duke Lambert mulai memikirkan rencana untuk mengalahkan musuhnya.


Tiba – tiba, Alfonso muncul dari bayangan sebuah bangunan dan melesat kea rah Duke Lambert. Duke Lambert berhasil menghindarinya dengan sihir Minor Teleportation dan mengarahkan tangannya ke arah Alfonso.


“Mark!” Sebuah tanda sihir lalu tertempel di kaki Alfonso sebelum dia kembali menghilang di bayangan salah satu bangunan.


“Detonate!” Duke Lambert lalu meledakkan tandanya akan tetapi tidak ada ledakan yang terjadi di sekitar tempat itu.


‘Teknik apa yang dia gunakan bisa terlepas dari tandaku? Banyak sekali misteri sihir yang belum di ungkap oleh manusia’


Duke Lambert lalu menghitung beberapa bayangan yang ada di sekitarnya dan mulai memprediksi dimana Alfonso akan keluar nanti. Dia juga sudah memasang beberapa ranjau udara maupun darat yang siap di ledakkan.


Namun Alfonso yang sangat berpengalaman menjadi Assasin menyadari rencana Duke Lambert dan mulai mengganti strateginya. Alfonso lalu menggunakan salah satu sihirnya.


“Shadow Bend.” Tiba – tiba, bayangan yang ada di sekitar Duke Lambert mulai bergerak dan menjadi solid bagaikan sebuah pisau dan mulai menyerangnya membabi buta. Duke Lambert lalu menghindar dengan sihir percepatan namun ada beberapa luka sayatan yang di dapatkannya dari serangan bayangan Alfonso.


“Burning Sun!” Duke Lambert lalu mengaktifkan sihirnya dan api mulai berkobar di sekitar tubuhnya membuat bayangan – bayangan Alfonso hancur.


‘Kelemahan bayangannnya adalah cahaya terang, kah?’ pikir Duke Lambert.


Duke Lambert sangat berhati – hati dalam penggunaan sihirnya karena dia takut akan berdampak kepada rakyat dan bawahannya yang masih terlalu dekat dengan pertarungannya.


Sihir bayangan Alfonso kembali menyerang Duke Lambert dan mulai memojokkannya.


‘Aku tidak punya pilhan lain’


Dia lalu mulai berfokus dan mengaktifkan sihir yang hanya bisa di gunakan oleh Archmage.


“Unreality Field : Burning World!” Tiba – tiba mereka berdua langsung berpindah di dimensi berbeda.

__ADS_1


Alfonso tiba – tiba berada di dunia yang sangat panas. Tanah yang di pijaknya sangat kering dan terdapat kawah gunung berapi dimana – mana.


Sihir yang di keluarkan oleh Duke Lambert adalah sebuah penghalang dimensi yang hanya bisa di buat oleh Archmage. Ketika berada di dalamnya, seorang Archmage dapat dengan leluasa mengeluarkan sihir dan memiliki regenerasi mana 3x lipat.


“Kau menggunakannya,” ucap Alfonso.


Unreality Field dapat menarget seseorang dan membawa mereka ke dimensi penghalang penggunanya. Sihir elemen lawan yang terjebak di dalam Unreality Field akan sangat melemah secara signifikan. Ini adalah salah satu kartu andalan para Archmage.


“Pertarungan yang sesungguhnya baru saja di mulai, bocah,” ujar Duke Lambert.


.


.


.


Di sisi lain, para pasukan Regular Duke dan Ksatria Suci masih bertempur dengan para iblis dan monster yang mulai memenuhi Kota.


Ethan dan Four Horsemen lainnya sudah mencapai batas mereka setelah bertarung selama 1 jam penuh. Guild Hunter dan Kuil Dewi Juliana membentuk sebuah pusat medis dan perintah di beberapa titik Kota. Ethan dan yang lainnya bertugas untuk menjaga titik itu agar tidak di serbu oleh monster dan Iblis.


“Bishop Clay, bagaimana dengan respon Teokrasi dalam hal ini? Bantuan dari Ibukota hanya akan datang beberapa jam dan jumlahnya tidak akan terlalu banyak di karenakan perang,” ucap Watchmeister Kota Rhine. “Teokrasi harus mengultimatum Federasi Nordland untuk menghentikan serangan agar Kerajaan bisa berfokus untuk mengatasi bencana ini!” tegasnya.


“Seperti yang Anda tahu, butuh waktu untuk utusan Teokrasi untuk mencapai kesepakatan. Teokrasi tidak memiliki hubungan yang terlalu baik dengan Federasi Nordlan,” jelas Bishop Clay.


“Baiklah, bagaimana dengan pemindahan warga Kota? gerbang Konjungsi tidak hanya terbuka di dalam Kota, akan tetapi terdeteksi 4 gerbang di sekitar Wilayah Rhine Duchy!” tanya Wahctmeister


“ 500 Ksatria Suci sedang datang kemari dari salah satu cabang militer yang ada di dekat Kota Alemania.”


“Izin lapor Pak Kepala! Para iblis mulai memusatkan kekuatan mereka dan sedang menuju kemari!”


Wajah Bishop dan Wachtmeister tambah suram.


“Perlahan mundur dan bentuk perimeter sekitar jalan masuk Kota!” perintah Wachtmeister.


“Baik Pak!”


.


.


.


Pertarungan Duke Lambert dengan Pangeran Alfonso masih berlanjut di dalam Unreality Field Duke Lambert. Meskipun Alfonso mengalami Debuff karena berada di dalam Unreality Field Duke Lambert, dia masih dapat mengimbangi lawannya. Dia adalah talenta yang paling hebat selama 100 terakhir sebagai seorang Assasin. Dia bahkan mendapatkan Titel Master dalam Guild Assasin yang terkenal di Kerajaan Jimena 5 Tahun yang lalu ketika dia berumur 17 Tahun. ( nanti akan lebih di jelaskan oleh author tentang tingkatan posisi sebuah Guild dan Ordo Ksatria )


“HellFire!” Duke Lambert mengaktifkan sihirnya lalu lingkaran api besar terbentuk di tanah yang di pijak oleh Alfonso. Tak lama kemudian, sebuah pillar api muncul setinggi 100 meter muncul.


Namun Alfonso dapat menghindarinya dengan mudah.


‘Dia sangat cepat, aku harus menjebaknya’ pikir Duke Lambert.


Duke Lambert lalu mulai menanam beberapa ranjau peledak special di beberapa tempat. Duke Lambert dengan hati – hati menjaga jaraknya dengan Alfonso sambil membuatnya terpojok dengan menembak sihir – sihir tingkat tinggi ke arah Alfonso yang berusaha memperpendek jarak.

__ADS_1


“Blazing Fury!” Beberapa lingkaran sihir lalu muncul di atas kepala Duke Lambert dan beberapa panah api meluncur cepat ke arah Alfonso. Lawannya dapat menghindari semua serangannya, namun itulah rencana Duke Lambert selama ini.


“Detonate!” Bomm!!! Kaki Alfonso bahkan belum mendarat ke tanah yang di pijaknya namun, area di sekitar nya dengan cepat meledak. Duke Alfonso lalu mundur dan sudah mempersiapkan sihir Extremenya.


“Maximize Extreme Magic : Supernova!” tiba – tiba sebuah Ledakan besar muncul di hadapan Alfonso.


Ledakan itu sangat besar bahkan membuat awan jamur setinggi 1 Kilometer.


‘Cukup, kah?’


Duke Lambert menutupi matanya dengan tangannya karena besarnya angina panas yang menyebar karena sihirnya.


Setelah kepulan asap menghilang, Duke Lambert lalu melihat seseorang berdiri disana. Setengah badannya mempunyai luka bakar yang hebat. Namun dia melihat di tangan kanannya terdapat sebuah senjata yang hanya dia pernah lihat sekali.


“Spaniard : Silent Death” Belati yang berada di tangan kanan Alfonso lalau menjadi satu dengan tangan kanannya.


Tangan kanan Alfonso lalu berubah layaknya tangan monster berwarna hitam. Duke Lambert menyadarinya lalu mengaktifkan sebuah sihir pertahanan level 8.


“ Corona Shield “ Sebuah pertahanan panas terbentuk sejauh 20 meter di sekitar Duke Lambert.


Tangan kanan Alfonso lalu menghilang dan beberapa detik kemudian…. Thudd!!!!


Duke Lambert menatap kebawah, dia melihat sebuah tangan menembus dadanya dari belakang dan di genggaman tangan tersebut, terlihat jantung Duke Lambert yang sedang berdetak.


“Hah… hah…” Duke Lambert berkeringat dingin dengan mulut yang mulai mengeluarkan darah.


“Ada kata - kata terakhir sebelum kau mati?” tanya Alfonso dengan setengah tubuhnya hangus terbakar perlahan mendatanginya.


“Putriku… akan membalaskan dendamku… “ CRUSHHHH!!!!!! Jantung yang ada di genggaman tangan Alfonso pecah.


.


.


.


“Nona Adel! Kita harus segera pergi dari sini!” tegas Zeno.


“Tapi Zeno, Ayah masih bertarung dengan musuh! Apakah kau tidak malu meninggalkan tuanmu!” bentak Adel.


“Tugas yang di beri ayah Anda kepadaku adalah memastikan Nona Adel selamat dari bencana ini,” balas Zeno.


BURRRRR!!! Lalu tiba – tiba mereka melihat kubah penghalang Unreality Field Duke Lambert runtuh. Mereka lalu melihat Duke Lambert tergeletak dengan bersimpah darah dengan dadanya yang berlubang.


“AYAHHHHH!!!” Jerit Adelheid yang melihat pembunuh ayahnya terlihat sedang memandangnya dari kejauahan.


“Kotar, jalankan Protokol C!” perintah Zeno kepada muridnya dan bergegas menggendong Adel dan membawanya dengan paksa.


“Tidak!!! Ayahku adalah keluarga yang tersisa yang ku punyaaa!!! Turunkan aku Zeno!!! Aku akan membunuh bajingan itt…” suara Adel tertahan karena Zeno memukul belakang lehernya yang membuat dia tak sadarkan diri.


Mereka bertiga lalu mulai pergi untuk meninggalkan Kota.

__ADS_1


__ADS_2