The Devil Tears : Lord of The Night

The Devil Tears : Lord of The Night
Arc 2 Chapter 11 : Kembali melakukan Quest


__ADS_3

[Kota Freidburg, Tahun 735 Bulan 6 hari ke 2 ]


Satu minggu berlalu, Luciel sedang berjalan menuju Guild Hunter. Dia bertujuan untuk menghadiri sebuah briefing mengenai Raid sebuah dungeon yang akan dilakukan esok hari.


Sesampainya di sana, Luciel kemudian melihat Aula Guild Hunter sudah di isi oleh banyak orang.


"Hey Luciel! Kemarilah!" Luciel kemudian berbalik mendengar ada yang memanggilnya. Terlihat Izzy bersama timnya telah berkumpul.


"Hai kalian semua, nampaknya tim kalian akan mengikuti Raid Dungeon besok ya?" tanya Luciel.


"Tentu saja, kami tidak ingin kalah dengan hunter-hunter lainnya!" ucap Nolan bersemangat.


"Begitukah? Bolehkah aku ikut bersama tim kalian?"


Mendengar permintaan Luciel, Nolan sebagai Ketua dari tim mereka menjawab, "tentu saja, kemarin Izzy telah membicarakannya dengan kami."


Tidak lama kemudian, ada seorang wanita yang berusia sekitar 30an memasuki aula.


"Perhatian!" Mendengar suara wanita itu, para hunter yang sedang berada di aula terdiam. Suasana menjadi hening seketika.


"Seperti yang kalian ketahui, besok kita akan melakukan Raid ke sebuah Dungeon yang baru ditemukan minggu lalu di dekat hutan Greenwood. Tujuan kita adalah untuk membersihkan monster-monster yang ada didalamnya dan mengambil benda-benda yang berharga di dalam sana." Mendengar ini, para Hunter mulai menjadi bersemangat.


"Tapi, ada kabar buruknya. Para siswa akademi akan ikut melakukan Raid untuk pelatihan mereka."


"Booo!"


"Menyusahkan!"


Para hunter kecewa mendengar informasi ini. Itu karena mereka harus membagi keuntungan yang akan didapat ketika berada di dalam Dungeon dengan para siswa itu.


"Hah... Aku tidak dapat berbuat banyak untuk kali ini. Ini permintaan langsung dari Duke Ferdinand sendiri." Setelah mendengar alasannya, para Hunter kembali terdiam.


"Akan ada tiga jalur di dalam Dungeon itu. Kita akan membersihan Jalur kiri dan kanan, sedangkan para siswa akademi itu akan menelusuri jalur kiri. Apakah ada pertanyaan?" jelas wanita itu.


"Bagaimana dengan material yang kita temukan dalam Dungeon? Apakah kita boleh menyimpannya untuk kita sendiri?" tanya Luciel.


"Oh, kau baru pertama kali mengikuti Raid ya? Kalian bisa menyimpan Mana Core ataupun material yang kalian temukan di sana. Akan tetapi, setiap artifak dan buku-buku kuno harus kalian serahkan kepada Guild. Kami akan melelangnya dan membagikan hasilnya sebagai hadiah dari Quest Raid Dungeon ini," jelasnya.


"Baiklah, terima kasih atas informasinya, Ketua."

__ADS_1


"Apa ada yang ingin ditanyakan lagi?" tanya Ketua kembali. Para Hunter pun hanya terdiam. "Baiklah, jika tidak ada, besok berkumpulah pada lonceng pertama di depan Guild."


Setelah briefing, para Hunter kemudian membicarakan tentang Raid yang akan datang besok.


Luciel bersama tim Izzy juga melakukan hal yang sama.


"Menurut kalian, monster seperti apa saja yang akan muncul di dalam Dungeon nanti?" tanya Izzy.


"Kalau tidak salah, Monster level 2 - level 4 yang akan muncul. Semakin jauh kau masuk ke dalam, maka Monsternya akan semakin kuat," jawab Luciel.


"Lalu, kita akan masuk sampai berapa lantai ketika di dalam nanti?" tanya Nolan


"Kurasa dua lantai saja cukup bukan? Tim kita hanya berpengalaman melawan monster di bawah level 4 saja," jawab Jenny.


"Kurasa yang paling harus diperhatikan ketika menjelajah Dungeon adalah jebakan-jebakannya," ujar Luciel.


"Apa maksudnya itu, Luciel?" tanya Izzy.


"Aku mendengar, banyak pemula yang mati karena jebakan-jebakan Dungeon bukan karena menghadapi monster-monster di sana," jelasnya.


"Well... untuk itulah kami membutuhkanmu, bukankah kau sangat terampil akan hal ini—mencari-cari jebakan," ucap Finn.


"Baiklah, besok persiapkanlah diri kalian masing-masing. Kita bertemu lagi besok," ucap Nolan mengakhiri diskusi mereka.


***


Akademi Elang Agung


Liz bersama Leon baru saja melakukan latihan tanding. Selama latihan ini, mereka sudah melakukan duel sebanyak 50 kali. Liz memenangkan 30 diantaranya.


"Liz, kau adalah lawan yang paling sulit kuhadapi selama ini yang usianya sama denganku," ujar Leon.


"Begitukah? Menurutku... Aku masih belum cukup kuat, Leon," ucap Liz sambil memandang langit.


"Apa maksudmu, Liz?" Leon kebingungan dengan pernyataan Liz.


Menurut pandangan Leon, Liz adalah seorang wanita yang kuat dan selalu percaya diri. Ini pertama kalinya Liz terlihat murung seperti ini.


"Menurut Masterku, Ksatria yang kuat itu bukanlah dilihat dari segi kekuatan fisik maupun Sihir yang dimiliki oleh mereka. Melainkan, keteguhan hati yang dimiliki oleh Ksatria tersebut. Bagaimanapun cobaan yang dia akan lewati, hatinya tidak akan goyah memegang teguh sumpahnya," ungkap Liz.

__ADS_1


"Kekuatan hati yang kuat, kah?" gumam Leon.


"Lalu, dibandingkan dengannya, aku masih jauh lebih lemah. Walaupun tidak dikaruniai dengan talenta bertarung yang hebat, dia selalu mempunyai jalan keluar ketika bertemu dengan situasi-situasi genting ketika bertarung," Liz tersenyum ketika mengatakan hal itu.


Melihat ini, Leon mengepalkan tangannya. Dia merasa senyumannya itu tidak dimaksudkan kepasanya.


"Liz, besok mau bertaruh siapa yang lebih banyak mengalahkan monster ketika di dalam dungeon?" Mengganti topik, Leon mencoba menantang Liz.


"Tentu saja, kurasa Ciel juga akan ikut dalam Raid besok. Selain menjadi seorang pandai besi, dia juga mempunyai pekerjaan sebagai seorang hunter."


Mendengar Liz membicarakan pria lain, Leon bertekad untuk membuat Liz terkesan ketika Raid Dungeon besok.


"Hey, ayo kita berduel lagi. Kurasa aku sudah cukup beristirahat," ajak Leon.


"Tentu."


***


Keesokan harinya, Luciel mulai mempersiapkan peralatannya untuk melakukan Raid hari ini. Sudah beberapa hari Luciel tidak melakukan Quest dari Guild.


"Sampai jumpa, Casper. Doakan aku agar bisa mendapatkan material bagus ketika di dalam sana." Luciel memberikan Casper sarapan paginya


"Kukrukk!" Casper hanya merespon dengan memakan daging yang Luciel berikan.


Luciel kemudian menutup tokonya lalu mulai berjalan ke arah Guild Hunter.


...----------------...


Hai author di sini, yang pertama, saya minta maaf kalau novel ini udah lama gak update. Jujur, ini novel pertama yang saya tulis. Jadi banyak sekali penulisan-penulisan yang salah.


Ini sebenernya belum beres untuk revisinya.


Aku lagi ngerjain 3 novel sekarang itu. Salah satunya untuk ikut lomba menulis. Jadi untuk novel ini, paling tidak akan sering updatenya karena masih fokus di novel yang diikutkan lomba.


Untuk Novel ini tenang aja ga akan aku Drop kok dan akan diupdate sesekali. Setelah selesai novel yang lain, aku mungkin akan fokus kembali ke novel ini.


Sekali lagi mohon maaf ya buat para pembaca yang nunggu lama novel ini untuk update.


Salam Author.

__ADS_1


__ADS_2