
[Kota Freidburg, Tahun 735 Bulan 5 hari ke 15 ]
Setelah Luciel dan Liz melihat hasil dari seleksi, mereka lalu meninggalkan Leon yang terlihat badmood dan Sara. Luciel dan Liz berencana untuk makan malam di Hunter Guild untuk merayakan di terimanya Liz masuk ke Akademi Ksatria. Luciel dan Liz lalu tiba ke Hunter Guild saat lonceng ketiga terdengar dan matahari mulai terbenam. Ketika Luciel dan Liz membuka pintu Guild Hunter, mereka langsung mendengar irama musik yang di mainkan oleh seorang Bard dan berbagai macam obrolan random para Hunter.
“Oyyy! Liz! Luciel! Kemarilah!” Mereka lalu mendengar seseorang yang memanggilnya.
Terlihat 4 orang yang sedang duduk di meja. Seorang Pria Tanker, Seorang Wanita Brawler, Seorang Assasin dan seorang Mage Pria. Izzy melambaikan tangannya memberi sinyal untuk bergabung. Mereka berdua lalu duduk bergabung dengan keempat orang itu.
“Hey, kemana saja kau Luciel?” tanya Tanker yang bernama Nolan.
“Well… akhir – akhir orderan lumayan banyak, namun aku sudah menyelesaikan semuanya,” jawab Luciel.
“Lalu, apa saja yang ku lewatkan?” tanya Luciel
“Event pembasmian di Sungai Belmonte. Terdapat sarang Drowner dan Peranakan Nymph di sana,” jawab Seorang Mage bernama Finn.
Sementara para lelaki sedang mengobrol, Izzy dan Brawler yang bernama Jeny sedang menanyai Liz tentang seleksinya masuk akademi.
“Hehhh… kau ternyata bisa melukai seorang instruktur,” ucap Izzy setengah memujinya dan setengah tertarik.
“Tapi Instruktur itu tidak memperlihatkan kemampuan sesungguhnya dan hanya mengincar bagian tubuhku yang tidak vital. Jika tidak, mungkin aku akan kalah,” balas Liz.
“Ah, kau hanya merendah Liz. Aku masih ingat ketika kau mengalahkan seekor Orc hanya dengan satu tebasan!” ujar Jeny.
Mereka lalu menikmati malam dengan berbincang – bincang dan minum – minum.
***********
Pada malam itu, sedang diadakan sebuah pelelangan gelap di Freidburg Duchy. Pelelangan itu di ikuti oleh orang – orang yang memiliki pengaruh dan memakai topeng sihir untuk menutupi identitas mereka.
“Tuan – tuan dan Nyonya – nyonya. Pada malam ini, kami memiliki barang – barang yang sangat menarik untuk di perlihatkan kepada Anda semua,” ucap seorang promotor yang sedang berdiri di atas sebuah panggung.
Tempat pelelangan itu berada di sebuah bangunan yang memiliki invisibilitas sihir tingkat tinggi dan sulit untuk ditemukan oleh orang yang tidak memiliki kode aksesnya.
“Untuk pembuka, kami akan melelang salah satu Artifak langka yang hilang ketika menara sihir Saxon hancur 120 tahun yang lalu. Benda ini memiliki fungsi untuk melakukan Shapeshifting tanpa konsekuensi apapun dalam waktu 1 jam. Kita akan memulainya dengan harga 1000 Gulden, apakah ada yang tertarik?!” ujar Pria tersebut.
“1100 Gulden!” ucap seorang wanita sambil mengangkat papan kayu bernomor 43.
__ADS_1
“Apakah ada tawaran lain selain nomer 43!?”
“1150!”
“1200!”
Suasana pelelangan mulai panas dengan banyaknya orang yang melakukan penawaran. Di sisi lain, 2 orang pria bertopeng serigala dan burung hantu sedang mendiskusikan sesuatu.
“Tuan G, bagaimana dengan kesepakan kita tentang melemahkan sarang Elang?” tanya Pria bertong burung hantu tersebut.
“Tuan J, bawahanku telah menanam umpan – umpan di dekat sarang Elang tersebut. Kurasa tahun depan kita bisa mulai memanen anak – anak Elang ini,” jawab Pria bertopeng serigala tersebut.
Mereka melakukan percakapan dengan kode – kode tertentu agar tidak gampang tersebar dan terpecahkan jika terdengar oleh seorang mata – mata.
“Kepala Gurita telah melakukan kesepakan dengan Para Beruang putih untuk memenggal kepala Sang Singa,” ungkap Pria bertopeng burung hantu.
“Lalu, perang akan kembali berlanjut beberapa saat lagi?” tanya Pria bertopeng Serigala.
“Ya, akhir tahun akan banyak sekali darah beruang putih dan singa emas yang akan tumpah,” jawabnya.
“Menurut informanku, Elang – elang muda pada tahun ini sangat bagus. Kurasa, aku mempunyai rencana memusnahkan mereka sebelum mereka menjadi masalah untuk rencana kita nanti,” ujar pria bertopeng serigala.
“Itu tak akan seberapa. Tujuan utama kita adalah membunuh calon Istri Sang Elang Emas agar aliansi itu malah akan berakhir menjadi Konflik yang akan menimbulkan perang,” ucap Pria bertopeng serigala. “Jika kita gagal dalam hal ini, maka tujuan akhir kita akan sulit tercapai dan akan membuat Sang Elang dan Singa menjadi lebih kuat,” tambahnya.
“Ya. Ditengah kekacauan yang menimbulkan Sebagian Benua ini terjadi, Sang Serigala dan Gurita akan bangkit untuk mengganti posisi Dominan Sang Elang,” ujar Pria bertopeng tersebut.
“Ada 3 tahap untuk kita bisa mencapai tujuan akhir,” ucap Pria bertopeng serigala. “Lemahkan Sarang Elang, Rusak Aliansi Sang Elang dan Sang Singa, Musnahkan potensi Elang – Elang muda,” jelas Pria bertopeng Serigala.
Mereka lalu mencapai sebuah konklusi dari perbincangan mereka dan beralih membicarakan bisnis mereka secara personal.
“2000 Gulden!” ucap tiba – tiba Pria bertopeng Serigala tersebut.
Untuk beberapa saat, tidak ada yang membalas tawaran dari Pria bertopeng serigala tersebut.
“Apakah ada penawaran lebih tinggi!?” tanya si Promotor.
Kembali, tidak ada yang berbicara satu orang pun.
__ADS_1
“Kalau begitu, Artifak ini jatuh ke tangan Nomer 4!”
**********
“Luciel! Luciel! Luciel!”
“Gorgon! Gorgon! Gorgon!”
Luciel sedang bertarung siapa yang lebih kuat dalam minum bir dengan salah satu Hunter senior. Para Hunter yang mengerumuni mereka mulai menyoraki nama mereka.
“Glek! Glek! Glek! Menyerah lah bang Gorgon, ini sudah gelas yang ke 11. Kau bisa – bisa tak akan bangun hingga bulan berikutnya,” ucap Luciel yang menghabiskan gelasnya yang ke 12.
“Hiccupp! Glek! Glek! Diam kau! Sebagai seorang senior, aku harus menunjukan mu bagaimana caranya menghormati orang yang lebih tua,” ujarnya.
Luciel berada dalam situasi seperti ini karena Gorgon mendekati Liz untuk mengajaknya berdansa. Dan Liz berkata padanya ‘Aku akan berdansa dengan senior jika senior bisa mengalahkan Ciel dalam lomba minum’.
“Glek! Glek! Glek! Ahhh… bir buatan Paman Herling memang yang terbaik,” ucap Luciel.
“Hey… itu sudah gelasnya yang ke 15 bukan?” tanya seorang Hunter yang bertaruh Gorgon akan menang.
“Ya, bagaimana kakinya masih bisa berdiri dengan tegak setelah minum sebanyak itu,” balas salah satu hunter.
Melihat Luciel telah menghabiskan gelasnya Gorgon lalu mulai memegang gelas yang sudah terisi bir.
“Glek! Glek! Burghhhh!” Gorgon lalu memuntahkan bir yang di minum.
Kemudian dia mulai berjalan sempoyongan dan pandangannya mulai bergoyang kencang.
Gebruk! Gorgon pun tumbang tak sadarkan diri.
“Pemenangnya, Luciel sang Pandai Besi!” ucap Guild Master sambil mengangkat tangan Luciel.
Luciel kemudian mulai meminum gelas bir yang baru.
“Aku menang Izzy,” ucap Liz yang melihat pertandingannya bersama dengan Izzy.
“Sial! Bagaimana dia bisa minum sebanyak itu tanpa tubuhnya terpengaruh apapun!” Protes Izzy sambil memberikan sekeping Koin emas kepada Liz.
__ADS_1
“Well… kurasa rekor minum terbanyaknya adalah 25 gelas ketika kita merayakan rumah dan toko baru. Saat itu, dia bahkan masih bisa melakukan tanding gulat dengan Rono dan menang,” ucap Liz sambil tersenyum mengingatnya.
Malam itu adalah terakhir kali Liz menikmati suasana santai sebagai seorang Hunter. Mulai besok, dia akan memulai pelatihan sebagai rekrutan Akademi Ksatria Elang Agung.