
...Prolog...
3 Tahun telah berlalu setelah bencana Konjungsi yang terjadi di Rhine Duchy Kerajaan Bavaria. Beberapa Negeri seperti Kekaisaran Suci Isenburg, Grand Duchy Bradenburg dan Kerajaan Swabia turut membantu dalam mengatasi kerusakan yang di sebabkan oleh monster – monster tersebut.
Sampai saat ini, Rhine Duchy masih menjadi Zona Merah bagi orang – orang karena konsentrasi gerombolan Monster yang tinggi.
Perkiraan pulihnya situasi yang ada di Rhine Duchy adalah 3 tahun lagi. Oleh karena itu, pengungsi – pengungsi masih kesulitan untuk mendapatkan rumah dan pekerjaan.
Hal ini mengakibatkan Perekonomian Kerajaan Bavaria kian terpuruk. Rhine Duchy sendiri adalah salah satu penghasil bahan makanan pokok dan tambang tertinggi di Kerajaan Bavaria. Dengan kondisi Rhine Duchy saat ini, Kerajaan Bavaria seperti pincang dan kesulitan untuk memulihkan kembali ekonominya.
Raja Konrad II terpaksa harus melakukan sebuah kontrak – kontrak yang kurang menguntungkan bagi Negerinya agar Kerajaan Bavaria masih bisa bertahan hingga bencana di Rhine Duchy selesai. Salah satu Kontrak yang harus di ambil oleh Raja Konrad adalah, pernikahan Putri Frederica yang tahun ini berusia 17 Tahun dengan Pewaris Freidburg Duchy Hans von Freidburg.
Dalam kontrak ini, Freidburg Duchy akan meminjamkan Kerajaan Bavaria sebanyak 200.000 Gulden dengan bunga 1 persen selama 40 Tahun.
Wilayah Freidburg Duchy adalah wilayah Kekaisaran Suci Isenburg paling makmur dan kaya. Kota ini memiliki populasi yang cukup besar yaitu, sekitar 250.000 orang. Diantaranya sekitar 200.000 penduduk asli Kota tersebut.
Hal ini di sebabkan oleh letaknya yang strategis berada di perbatasan dengan Negeri Bisnis Republik Florentia dan memiliki akses terhadap Laut tengah yang memungkinkan mereka mudah terhubung dengan negeri – negeri lainnya yang berada di Benua Asgardia.
Karena itulah, Duke Ferdinand von Freidburg mempunyai uang yang melimpah hingga dapat memasangkan Putranya dengan seorang Putri Kerajaan Asing. Bahkan selama ini, Raja Konrad sangat sulit mendapatkan pasangan yang cocok untuk putrinya satu – satunya tersebut.
Namun, karena keadaan negerinya sangat memaksa, Raja Konrad harus merelakan Putrinya yang sangat di cintai oleh penduduknya meninggalkan negerinya untuk menjadi istri bangsawan Asing.
Setelah Kematian Sang Legenda Camillus, para Devil Cult dan Iblis – iblis mulai lebih aktif meneror umat manusia. Mereka memanfaatkan momentum merosotnya moral dan kesibukan para Ksatria Suci menangani bencana Konjungsi untuk melakukan pukulan telak kepada Manusia.
Dungeon – dungeon mulai muncul dan tipu daya mereka mulai lakukan dengan terang – terangan.
Sementara itu, gencatan senjata antara Federasi Nordland dengan Kerajaan Bavaria akan habis masanya dalam beberapa bulan. Para petinggi masing – masing Negeri mulai mengamati langkah politik apa yang akan menguntungkan mereka.
Republik Florentia sebelumnya telah membuat Kontrak dengan Federasi Nordland sebelum perang terjadi. Kini Kerajaan Bavaria mulai meningkatkan hubungan Diplomasinya dengan Negeri – negeri tetangga untuk mendapatkan keuntungan dalam perang yang mereka sedang kurang di untungkan.
Sedikit mereka tahu bahwa peristiwa – peristiwa ini akan mejadi pemicu sebuah konflik yang jauh lebih besar yang akan menyebabkan Benua Asgardia kembali mengalami masa perang besar seperti 700 tahun yang lalu.
...Arc 2 : Selamat Tinggal Luciel…...
...Start...
...**********...
...Author Note : Peta Freidburg Duchy...
[Kota Freidburg, Tahun 735 Bulan 5 hari ke 14 ]
Tang! Tang! Tang! Luciel sedang menempa pedang yang di pesan oleh para pelanggannya. Setelah mengungsi ke Kekaisaran Suci Isenburg, Luciel dan Liz pergi ke Kota Freidburg dan hidup disana 3 tahun terakhir ini.
1 tahun yang lalu, Luciel berhasil mengumpulkan uang yang cukup untuk membuka Toko peralatan miliknya. Dia juga memiliki 2 pegawai yang membantunya memproduksi ramuan dan obat – obatan yang di jual kepada para Herbalist. Dia juga sesekali melakukan aktivitas sebagai seorang Hunter dan mencapai Rank Cooper.
Di sisi lain, Liz sudah menjadi Hunter Rank Silver dan memiliki peringkat 321 di Kekaisaran Suci Isenburg.
...Author Note : Ilustrasi Luciel umur 15...
__ADS_1
Luciel lalu mengelap dahinya yang penuh keringat.
“Well… pesanan untuk pedang kurasa tinggal menunggu untuk proses penguatan saja,” gumam Luciel.
Tirling! Tiriling! Bell toko Luciel berbunyi, tanda ada pelanggan yang masuk ke tokonya.
Luciel lalu mencuci mukanya dan bergegas untuk melihat pelanggannya di ruangan depan.
“Selamat datang di toko…”
“Seperti biasa, mukamu selalu tampak konyol setelah melakukan pekerjaan menempa mu,” ucap seorang Wanita dengan nada mengejek memotong sapaan Luciel.
...Author Note : Ilustrasi Izzy umur 15...
Wanita itu memiliki rambut hitam panjang lurus dan memiliki wajah yang cantik dan putih. Namun, dengan perlengkapan Assasin nya dia terlihat mengeluarkan hawa wanita dominan kontras dengan wajahnya yang seperti itu.
“Ahh, Izzy. Kau baru selesai menyelesaikan Quest Huntermu?” tanya Luciel.
Izzy lalu duduk di kursi yang tersedia di depan sebuah etalase yang terbuat dari kayu.
“Ya, hari ini lebih cepat dari biasanya karena Quest yang kami ambil hanyalah tingkat C,” ucap Izzy dengan nada bosan. Dia lalu menahan wajahnyanya dengan kedua tangannya dan menatap Luciel.
Luciel mulai mengenal Izzy sekitar 2 tahun lalu. Dia sering melakukan Quest bertiga bersama Liz maupun hanya mereka berdua.
...Author Note : Illustrasi Toko si Luciel...
Luciel lalu mengambil sebuah kotak lalu menaruhnya di atas etalase di hadapan Izzy. Dia lalu membukanya dan memperlihatkan sebuah Belati yang seperti baru saja di tempa.
“Aku sudah memperbaiki retakannya menggunakan campuran Logam yang cocok dengan bahan logam Asli belatimu,” jelas Luciel.
Izzy mengambil Belatinya lalu memeriksa Belati yang sudah Luciel perbaiki. Luciel lalu duduk di kursinya dan meminum sebuah tej sambil menunggu Izzy memeriksa senjatanya. Izzy lalu mulai mencoba melakukan beberapa tebasan dan tusukan menggunakan Belati barunya.
“Ya, tidak ada perbedaan sama sekali ketika aku mencobanya kembali,” ucap Izzy.
“Tapi, bagaimana kau bisa memperbaiki senjataku hanya dengan Harga 10 Gulden?” tanya Izzy “Aku kemarin mendatangi Pandai besi Elminha, dia bahkan meminta sampai 30 Gulden padaku!” tambahnya.
“Well…Aku memang memakai bahan logam yang lebih inferior namun, aku menggunakan metode pembasahan menggunakan bubuk Erizona sehingga menyebabkan logam yang inferior itu menjadi lebih baik,” jelas Luciel.
“Aku sama sekali tidak mengerti apa yang kau katakana kau tahu,” ucap Izzy.
“Hahahha… aku memang sangat suka ketika membicarakan pekerjaan. Jadi, kau puas dengan hasilnya?” tanya Luciel.
“Tentu saja,” ucap Izzy.”Ini, uangmu,” Izzy memberikan 5 keping koin emas kepada Luciel.
“Hey, kau bercanda bukan?” tanya Luciel
“Aku akan memberimu sebuah Kencan seharian jika kau mau mengurangi setengah bayarannya. Gimana, kau tertarik? ” goda Izzy.
“Hahh… Aku kan mempertimbangkannya jika kau 2 kali lipat lebih tua dari usiaku,” ucap Luciel.
__ADS_1
“Serius? Aku tidak tahu seleramu adalah ibu – ibu yang sudah menikah!” teriak Izzy terkejut.
“Tidak! Kau salah paham! Jika aku terlihat berjalan dengan wanita yang terlalu muda, aku takut dia tidak akan berbicara padaku seharian!” bantah Luciel.
“Ahh.. Liz, kah? Serius, hubungan kalian berdua itu sebenarnya apa?” tanya Izzy.
“Teman,” ucap Luciel singkat.
“Teman yang tinggal serumah?” tanya Izzy ragu.
Luciel lalu mengangguk – anggukan kepalanya.
“Terserahlah,” Izzy lalu melemparkan 5 kepin koin emas lagi kepada Luciel.”Dan Luciel, sesekali lakukan lah sebuah Quest denganku nanti. Aku sudah mulai agak bosan hari – hari ini,” tambah Liz.
“Baiklah, aku akan mencarimu nanti,” balas Luciel sambil tersenyum
Izzy lalu keluar dari toko Luciel setelah mendapat jawabannya. Luciel lalu melihat jam yang tertempel di dinding ‘Dia masih belum kembali, haruskah ku jemput?’ pikir Luciel. Hari mulai sore dan akan memasuki malam hari. Luciel lalu merapikan tokonya dan menutup tokonya untuk hari ini.
Luciel lalu berjalan – jalan di Kota Freidburg dan menuju ke tempat Liz biasa latihan. Kota Freidburg merupakan salah satu kota terbesar yang ada di Kekaisaran Suci Isenburg.
Selain menjadi pusat perdagangan tersibuk di Kekaisaran, Freidburg juga menjadi fokus mengembangkan talenta – talenta muda dalam bidang bertarung maupun sihir.
Itu di sebabkan karena Kota Freidburg memiliki sebuah Akademi Ksatria ternama yang bernama Akademi Elang Agung Freidburg dan Salah satu Menara Sihir terbaik yang ada di Benua Asgardia yaitu, Menara Sihir Hannover.
Luciel kemudian melalui sebuah Arena besar dimana di adakan pelatihan Ksatria dan ajang turnamen Ksatria. Tidak jauh dari situ, terlihat sebuah bangunan - bangunan Akademi Ksatria Elang Agung Freidburg.
‘Tempatnya besar sekali, tentu saja Liz sangat ingin masuk ke akademi ini ’ pikir Luciel.
Setelah 20 menit berjalan, Luciel lalu tiba di sebuah hutan kecil di dekat Kota. Setelah memasuki hutan beberapa saat, Luciel lalu melihat seorang gadis berambut merah yang sedang tertidur di bawah pohon.
Luciel lalu menghampiri Liz.
...Author Note : Ilustrasi Liz umur 15...
“Kau berlatih sekeras itu untuk masuk ke Akademi, Liz,” gumam Luciel sambil tersenyum.
Dia lalu mengangkat Liz dan menggendongnya untuk membawanya kembali pulang ke rumah mereka.
“Emmm.. Ahh.. Ciel,” Liz lalu terbangun.
“Maaf selalu merepotkanmu Ciel,” Liz yang sedang di gendong lalu meminta maaf.
“Heh… Kau sungguh – sungguh meminta maaf? Yang ku lihat, sepertinya kau sangat nyaman tiduran di punggungku,” sindir Luciel.
Liz yang memang sedang menyenderkan kepalanya di punggung Luciel hanya bisa tersenyum.
Liz sudah terbiasa di gendong oleh Luciel ketika dia kelelahan setelah latihan. Liz menemukan rasa nyaman ketika menyandarkan kepalanya di punggung dan bahu Luciel yang terasa hangat.
“Jadi, Liz akan mengikuti tes masuknya besok?” tanya Luciel.
“Ya. Dan sebentar lagi, aku akan lebih dekat dengan impianku, Ciel.”
__ADS_1
Mereka lalu menikmati berjalan sambil melihat matahari terbenam di cakrawala.