The Devil Tears : Lord of The Night

The Devil Tears : Lord of The Night
Arc 1 Chapter 34 : Kota Rhine


__ADS_3

Pada pagi hari, rombongan caravan melewati sebuah jembatan di sungai Rhine. Setelah melakukan perjalanan 2 jam, mereka lalu tiba di jalur masuk utara Kota Rhine.


Rhine Duchy ialah Wilayah Bangsawan Kerajaan yang di kuasai oleh Duke Lambert von Rhine.


Struktur Tingkat kebangsawanan Feodal yang ada di benua Asgardia yaitu.



Kaisar ( Untuk Kekaisaran Suci Isenburg ) / Raja ( Untuk kerajaan ) / Grand Duke ( Khusus Grand Duchy Bradenburg )


Archduke ( Khusus Kekaisaran Suci Isenburg )


Duke


Marquis


Count, Earl ( Khusus Kerajaan Celtiga), Jarl ( Khusus Federasi Nordland )


Baron, Thane ( Khusus Federasi Nordland )


Ksatria Kehormatan ( Khusus di anugerahi oleh raja / kaisar dan tidak dapat di warisi ), Huscarl ( Khusus terdapat di Federasi Nordland )



Rakyat biasa paling tinggi hanya akan bisa di anugerahi Rank Baron saja selama masa hidupnya, walaupun dia memiliki kontribusi sebesar apapun bagi sebuah negeri.


Ini dikarenakan jika seseorang ingin meraih gelar bangsawan, tidak hanya dia tapi keturunannya juga harus membuktikan diri mempunyai kontribusi besar terhadap negeri tersebut. Karena gelar bangsawan akan di warisi oleh keturunan – keturunan orang tersebut.


Duke Lambert mempunyai 4 orang bawahan Bangsawan tingkat Count yang bersumpah setia melayani keluarga Rhine. Masing – masing Count memerintah sebuah kota yang ada di wilayah Rhine Duchy dan mempunyai beberapa bawahan bangsawan tingkat Baron yang menguasai sebuah Desa.


Para rombongan caravan pun akhirnya telah tiba di jalur masuk utara Kota Rhine.


“ Kita akan menetap selama seminggu di sini, “ ucap Thomas.


Sedangkan Luciel dan Liz sedang berpamitan dengan Dupold karena tujuan mereka adalah mencapai Kota Rhine. Para rombongan Caravan akan melanjutkan perjalanan mereka lagi nanti ke Kota Maburg.


“ Senang bisa melakukan perjalanan denganmu anak muda. Dan untukmu gadis manis, terima kasih karena telah menyelamatkanku sebelumnya “ Dupold berterima kasih kembali kepada Liz.


“ Jadi, apa rencana kalian setelah ini? “ Tanya Dupold


“ Mungkin akan menetap di sini beberapa bulan untuk mengumpulkan uang “ jawab Luciel.


“ Baiklah, semoga berhasil “ Dupold lalu pergi dan melambaikan tangan.


Setelahi Dupold tak terlihat, Liz lalu bertanya kepada Luciel.


“ Jadi, apa rencana kita sekarang? “


“ Kita pergi ke Guild, aku ingin mendaftar sebagai Hunter “ Jawab Luciel.


Mereka lalu berjalan ke pusat kota. Kota Rhine adalah kota terbesar kedua setelah Ibukota Kerajaan Bavaria. Penduduk yang ada di Kota Rhine mencapai 150.000 sebelum perang dan bertambah seiring banyaknya pengungsi.


Berbeda dengan kota – kota lainnya yang Luciel pernah jumpai, Kota Rhine sangat ramai seakan – akan mereka tidak sedang dalam kondisi peperangan.

__ADS_1



...Author Note : Illustrasi Kota Rhine...


Mereka lalu melihat sebuah gedung Hunter Guild yang lebih besar daripada gedung Guild yang pernah mereka lihat sebelumnya.


Ketika mereka membuka pintu dan masuk tiba – tiba terdengar kebisingan dari seorang Bard yang memainkan music maupun para Hunter yang sedang mengobrol sambil minum – minum.


“ Hey kudengar Raja Konrad sedang mencari pasangan untuk Putri Frederica “


“ Sebentar lagi aku akan naik Rank, besok kita harus berhasil menyelesaikan Quest itu “


“ Hey, bagaimana dengan anggota terakhir kita? Kita masih kekurangan “


Luciel dan Liz mendengar obrolan yang campur aduk dari para hunter saking ramainya tempat tersebut.


Luciel dan Liz lalu menghampiri meja repsesionis untuk mendaftarkan Luciel untuk menjadi seorang hunter.


.


.


.


Clang!!! Clang!!! Clang!!! Di sebuah hutan 5 kilometer dari Kota. Seorang Pria misterius menggunakan topeng sedang bertarung melawan tiga orang Ksatria Suci.


“ Kau tak akan bisa lari lagi, Bunuh dia sekarang “ ucap salah satu ksatria.


Seorang Ksatria lalu maju dan melakukan serangan membabi untuk memberi celah kepada rekan – rekannya. Namun pria itu menyadari rencana mereka dan mengucapkan sebuah mantra.


Lalu muncul lah sebuah asap yang tebal dan menutupi semua pandangan ksatria tersebut.


“ Sial! “ Ucap Ksatria suci tersebut.


Dia lalu mulai bersiaga terhadap serangan kejutan yang akan pria bertopeng itu lancarkan.


“ Aghhhhhh!!! “ Terdengar rekannya menjerit.


‘ Sial asapnya sangat tebal dan tidak cepat menghilang .‘ Tiba – tiba di depannya muncul pria bertopeng menembus kepulan asap dan bersiap menebasnya. Ksatria itu sudah bersiap dan melakukan sebuah tusukan padanya. Namun Pria bertopeng itu tiba – tiba berada di belakangnya dan mengatakan nama tekniknya.


“ Shakel “ Slash! Slash! Slash! Tiba – tiba Ksatria itu tertebas tiga kali di sekujur tubuhnya.


“ Aghhh… Teknik ini… Kauu..adalah..“ Splruttttt!!! Sebelum ksatria itu menyelesaikannya, dia langsung di penggal oleh pria bertopeng tersebut.


Pria bertopeng itu lalu mendengar bala bantuan ksatria lainnya mulai berdatangan dan kembali berlari ke dalam hutan lebih dalam.


.


.


.


Setelah mendaftarkan Luciel menjadi Hunter, Luciel dan Liz lalu mencari sebuah toko armor untuk membeli perlengkapan mereka sebagai hunter agar lebih aman ketika melawan sebuah monster dalam melakukan Quest.

__ADS_1


“ Kurasa ini tempatnya,“ ucap Luciel.


Di depan mereka adalah toko armor yang sedang mereka cari. Mereka pun lalu masuk dan melihat beberapa prajurit bayaran dan hunter sedang melihat – lihat.


“ Selamat datang, ada yang bisa kubantu? “ Mereka lalu di sambut oleh pemilik toko.


“ Kami membutuhkan perlengkapan Hunter untuk tingkat Cooper ke bawah, apakah tuan punya rekomendasi? “ Jawab Luciel.


“ Apa Role kalian? “ tanya pria tersebut.


Luciel lalu melirik ke arah Liz dan menjawab.


“ Assassin dan Sword Dancer,“ Jawab Luciel kembali


“ Baiklah tunggu di sini “ Pria itu lalu pergi ke sebuah ruangan di tokonya dan tidak lama kemudian kembali dengan membawa beberapa barang.


“ Untuk Sword Dancer wanita aku sarankan Armor Kulit Leder, Sepatu Schue kulit, sebuah celana hose dan pelindung kaki kulit. “ Liz lalu meraba – raba armor tersebut.


“ Dan untuk assassin, aku sarankan ini saja “ Pria itu lalu memberikan sepasang baju dan celana serta beberapa alat lainnya kepada Luciel.


“ Jika kau mau, aku mempunyai armor untuk assassin juga. Namun itu tergantung budget yang kau miliki sekarang “ Jelas pria tersebut.


“ Berapa total harganya tuan? “ Tanya Luciel.


“ Untuk perlengkapan Sword Dancer Wanita 3 Gulden, sedangkan untuk perlengkapan Assasin pria harganya 2 gulden jika kau mau dengan armornya . “ Jawab pria itu.


“ Kurasa aku tidak akan mengambil armornya “


“ Baiklah, total semuanya adalah 4 Gulden. “ Luciel lalu memberikan 4 keping koine mas kepada pria tersebut.


“ Ada lagi yang kalian butuhkan? “


“ Tidak, kurasa ini cukup “ Luciel dan Liz lalu mencoba pakaian dan perlengkapan mereka di ruang ganti.


“ Bagaimana penampilanku? “ Tanya Liz sambil berpose layaknya seorang hunter dengan pedangnya.



...Author Note : Penampilan Liz...


“ Kau tampak keren Liz. “ Luciel mengacungkan jempol padanya.


“ Sebaliknya, kau terlihat aneh Ciel ahahahha,“ Mereka lalu tertawa.


“ Baiklah, ayo kita cari penginapan,“ Ajak Luciel


“ Ummm,“ Liz menangguk setuju.


Perjalanan mereka dalam lika – liku hidup baru saja di mulai.


Namun apakah dunia akan memberikan mereka perjalanan yang mudah? Tanpa sepengetahuan mereka, peristiwa besar akan menghampiri mereka tidak akan lama lagi.


__ADS_1


...Author Note : Penampilan Luciel...


__ADS_2