The Devil Tears : Lord of The Night

The Devil Tears : Lord of The Night
Arc Chapter 33 : Pembukaan


__ADS_3

Satu hari setelah Caravan meninggalkan Kota Tyrol, mereka sekarang sedang beristirahat di dekat sebuah desa yang di kuasai oleh seorang Baron. Luciel sekarang sedang melakukan sebuah eksperimen dengan Herman agak jauh dari tempat istirahat.


“ Bagaimana?? “ Luciel menanyakan pendapat Herman tentang ramuan yang dia buat.


“ BUURR!!!! “ Herman lalu menyemburkan ramuan yang dia minum ke muka Luciel.


“ Hey bocah, ramuan yang kau buat sangat pahit. Pertimbangkan juga lidah orang yang meminumnya kau tahu. “


Luciel mengelap mukanya dan mulai menjelasakan.


“ Ya, tapi sangat sulit untuk menghilangkan bau biji bohne yang menyengat itu. Tapi aku jamin jika khasiatnya tidak kalah jauh dengan pil penahan sakit dan ini jauh lebih murah.“


Herman pun lalu berpikir kembali.


“Pil penahan sakit versi Zainer memiliki efek satu jam dengan harga 30 ral per butir, dan kau bilang ramuan mu hanya memiliki efek setengah jam?“


“ Ya, aku sudah semampuku untuk menambah lama efeknya namun aku hanya berhasil membuat efeknya bertahan selama itu “ Jelas Luciel.


“ Turunkan lagi rekomendasi harganya, dengan rasa seperti kotoran sapi ini mereka tak akan mau membeli sebesar 20 ral “ ungkap Herman.


“ Baiklah, 19 ral “


“ Apakah kau idiot? “ Herman melihat Luciel dengan tatapan jijik.


“ Baik – baik aku mengerti, 15 ral “


“ 10 ral “


“ 13 ral “ Luciel kembali menawar.


“ 10 ral atau aku tak akan menadaftarkan ramuan mu ke Pusat Krauter. “


Krauter adalah sebuah organisasi yang mengawasi peredaran ramuan dan obat yang akan menghukum Herbalist – herbalist yang menjual ramuan atau obat illegal. Setiap obat atau ramuan yang di jual harus memiliki izin dari Krauter. Jika tidak memiliki izinnya, maka akan di anggap barang illegal.


“ Baiklah, ini untuk biaya daftarnya dan buruh mu “ Luciel memberikan 1 Gulden kepadanya.


“ Senang berbisnis denganmu, dan kuharap ramuan mu bisa menjadi barang alternatif pertolongan pertama bagi hunter tingkat rendah yang kesulitan membeli pil penghilang rasa sakit. “


Setelah selesai dengan urusannya Luciel lalu mencari Liz yang sedang melakukan sparring dengan Ludwig. Luciel lalu duduk di bawah pohon berlindung dari terik sinar matahari sambil membuat sebuah alat yang sedang di buatnya.


.


.


.


Liz POV


Ctak! Ctak! Ctak! Dua pedang kayu saling beradu. Liz dan Ludwig sedang melakukan sparring dan saling menunjukkan teknik terbaru mereka.


“ Blitzschlag “ Kaki Ludwig lalu terlihat samar – samar muncul sebuah petir. Dia lalu bergerak cepat dan tiba – tiba berada di depan Liz.


Liz yang refleksnya sudah berkembang karena melawan musuh – musuh lebih kuat selama ini mampu bereaksi terhadap pergerakan Ludwig dan menghindarinya dengan Quickstep.

__ADS_1


Liz lalu menebaskan pedang kayunya ke rusuk Ludwig.


Ludwig yang belum terbiasa dengan teknik barunya tak bisa menghindari serangan Liz dan terpental terkena hantaman serangan Liz.


“ Aw… sakit “


“ Kau tidak apa – apa? “ Liz menghampirinya.


“ Kurasa aku harus lebih sering menggunakannya agar terbiasa. “ Jawab Ludwig.


“ Memangnya perbedaan sihir penguatan menggunakan elemen dengan penguatan biasa itu apa? “ Liz membantu Ludwig berdiri.


“ Menurut kapten, kita bisa dengan mudah menggunakan combo serangan sihir dengan mudah jika kita terlebih mengaktifkan sihir elemen penguatan daripada sihir penguatan yang biasa.“


Ludwig lalu melanjutkan penjelasannya.


“ Teknik-ku tadi merupakan tahap awal dari sebuah kombo serangan Thundering Roar. Menurut kapten itu adalah teknik kombo ksatria tingkat menengah Kerajaan Catanbria “


“ Enaknyaaa… Kau memiliki seorang mentor untuk berlatih teknik – teknik yang lebih hebat “ Liz terlihat cemberut.


“ Ahahaha, tapi kapten sangat keras ketika melatihku. Latihan fisiknya sangat berat kau tahu “


“ Bukannya wajar jika kita ingin lebih kuat? “ Tanya Liz


“ Iya, kurasa jalan untuk menjadi seorang ksatria itu tidak mudah untuk orang biasa seperti kita. Para anak bangsawan biasanya memulai pelatihan ksatria mereka pada umur 7 tahun “ Jelas Ludwig.


“ Dan akan lebih mudah mendaftarnya ke akademi jika mereka memutuskan untuk memasukkan anak mereka ke akademi ksatria. “


.


.


.


Malam itu, di sebuah reruntuhan seorang pria sedang melakukan sebuah ritual summoning untuk memanggil seorang iblis yang dia layani.


Dia membuat sebuah lingkaran sihir di depannya lalu menyayat jarinya agar tetesan darahnya jatuh ke lingkaran tersebut.


“ Vino, Stapanul meu. “ Pria itu lalu merapalkan sebuah mantra.


Swossshhh!!! Muncul lah sebuah cahaya di lingkaran tersebut dan membentuk sebuah perawakan humanoid yang samar.


‘ Kau memanggilku artinya persiapanmu sudah selesai? ‘ Seorang iblis lalu berbicara padanya.


“ Ya tuan, namun aku memerlukan sesuatu untuk melengkapinya agar rencana tuan berjalan dengan baik. “


‘ Baiklah, nanti akan ada salah satu pengikutku yang datang padamu dan sesuai kontrak jika rencanaku telah selesai, maka anakmu akan terbebas dari kutukannya ‘


“ Terima kasih tuan “ Pria itu membungkuk sebagai gestur terima kasih.


Fushhhh!!!


Perawakan iblis itupun lalu menghilang dan lingkaran sihir di depannya hancur.

__ADS_1


.


.


.


Di sisi lain, rombongan caravan sedang beristirahat di dekat sebuah menara pengawas militer.


Luciel sedang membaca sebuah gulungan tentang dasar – dasar membentuk Rune dalam sebuah benda.


‘ Huruf – hurufnya sangat susah untuk di ingat ‘


Terdapat total 321 huruf Rune yang telah di temukan oleh para penyihir sampai saat ini. Huruf – huruf itu adalah salah satu bagian untuk membentuk sebuah formula sihir agar dapat di masukkan ke sebuah benda.


“ Apa yang sedang kau lakukan Ciel? “ Liz datang menghampirinya.


“ Mengingat huruf – huruf Rune “ Luciel lalu menutup gulungannya.


“ Aku ingin membuat sebuah artifak nanti. Liz sendiri tahu, aku dalam segi bertarung maupun magis tidak punya talenta. Dan aku ingin menutupinya dengan menciptakan sebuah artifak baik untukku ataupun orang lain kelak. “ Luciel mejelaskan rencananya kepada Liz.


Liz lalu menatap langit – langit dan melihat dua buah bulan beserta ribuan bintang yang bertebaran.


“ Aku tidak sabar ingin cepat – cepat masuk akademi ksatria. “


“ Tiga tahun lagi Liz baru bisa mendaftar, kurasa itu waktu yang cukup untuk mengasah skill dan mentalitas Liz “ Jawab Luciel.


“ Ya, masih banyak yang harus ku pelajari “


Tak lama kemudian mereka berdua memutuskan untuk tidur.


.


.


.


Di sisi lain, seorang ksatria tua berumur 60 tahun sedang menulis sebuah pesan di secarik kertas.


“ Master, apa yang akan anda sampai kan kepada Pendeta Agung? “ Seorang ksatria asisten di sampingnya bertanya.


“ Aku baru menerima laporan bahwa, pasukan Kerajaan Bavaria dan Federasi Nordland telah melakukan pertarungan besar di Kota Elea. “ Dia lalu memberikan sebuah gulungan kepada asistennya.


Gulungan itu adalah catatan dari hasil rekaman artifak komunikasi yang di sampaikan oleh seorang Bishop Kota Elea.


Di gulungan itu di tuliskan, Para Nordland dengan pasukan berjumlah 20.000 orang menyerang Kota Elea yang hanya memiliki 10.000 pasukan. Pertarungan waktu itu sangat brutal dan dimenangkan oleh para Nordland. Dengan jatuhnya Kota Elea, dampak peperangan akan melebar dan menyebabkan lebih banyak orang yang akan mati.


“ Aku takut para Soulmancer akan lebih aktif sekarang dan kita harus bersiap jika scenario terburuk terjadi. “


Pria tua itu bernama Camillus. Seorang pahlawan Teokrasi yang berhasil membunuh kepala keluarga Vampir bangsawan Dracul ketika terjadi penyucian besar. Camillus menjadi sebuah simbol dan panutan bagi seluruh ksatria Suci Dewi Juliana.


Dia Sudah menjabat sebagai Grand Master selama 15 tahun. Sebuah posisi tertinggi militer Ordo Ksatria Suci Dewi Juliana.


“ Aku sudah terlalu tua Betrand. Kuharap generasi – generasi muda sepertimu dapat cepat berkembang dan menggantikan generasiku “ Mendengar kata – kata masternya hati Betrand menjadi berat.

__ADS_1


__ADS_2