
Liz POV
Pertarungan di reruntuhan telah berlangsung. Four Horsemen dan Liz sekarang sedang bertarung melawan sebuah Wraith. Makhluk itu lalu datang ke arah Liz dan mencoba menangkapnya. Liz mencoba menusuknya STABBB!!! Pedangnya tertancap tepat di jantung Wraith namun makhluk itu tak bergeming sama sekali, makhluk itu lalu mencekik Liz dan mengangkatnya.
“Aghhh!!!!“ Liz menjatuhkan pedangnya dan memegang tangan Wraith sambil menendang – nendang untuk melepaskan diri.
“Ragee!!!“ Rhea menebaskan pedangnya dengan kuat ke arah Wraith tersebut.
Wraith itu lalu melepaskan Liz dan menghindar.
“Uhuukk.. Ghhhh..” Liz jatuh ke tanah dan terbatuk – batuk.
“Kau tidak apa – apa?” Tanya Rhea.
“Ya, makasih kak Rhea.” Liz pun berdiri dan mengambil pedangnya.
“Jangan lengah, Wraith hanya bisa di lawan dengan sihir Divine dan kegelapan saja,” ucap Ethan.
“ Hey Klein, siapkan sihir Purifier,” ucap Masha seorang Assassin tim Ethan.
Di depannya, Ethan dan Rhea bersiap melakukan serangan dan Masha yang berada di samping Liz tiba – tiba menghilang.
Ethan lalu melesat dan melakukan serangan bertubi – tubi ke Wraith itu. Makhluk itu dapat menghindari serangan – serangannya dengan mudah. Rhea lalu bersiap melakukan ayunan besar ketika Ethan melakukan tekniknya.
“Geswind“ Ethan tiba – tiba berada di depan Wraith dan Slashh!!! Dia berhasil menebas Wraith tersebut dan membuatnya terpental.
Rhea yang sudah menyiapkan tekniknya lalu melakukan sebuah tebasan.
“Windshock” Tebasannya mengeluarkan gelombang kejut yang mengarah ke Wraith tersebut.
“Aghhgrrrrr!!!” Wraith itu semakin terpental dan tiba – tiba di belakangnya, Masha muncul dan menusuknya dari belakang STABBB!!! BUZZZZ!!!!
“ Blitzshock. “ Wraith itu tersetrum dan tubuhnya kaku tidak bisa di gerakkan.
Klein yang sudah menyiapkan sihirnya lalu berlari ke arah Wraith tersebut dan menempelkan telapak tangannya ke dada Wraith tersebut.
“Beristirahatlah dengan tenang, Soul Purification.” Shing!!! Lingkaran sihir muncul di dada Wraith tersebut lalu tubuhnya mulai mengering dan berguguran menyisakan tengkoraknya saja.
‘Hebat sekali mereka’ Liz melihat pertarungan para seniornya membuatnya semakin bersemangat untuk bertambah kuat.
“ Creaakkkkk!!” Mereka lalu mendengar suara jeritan dan melihat 2 banshee sedang datang ke arah mereka.
“Ini belum berakhir, jangan lengah," Ucap Ethan.
Pertarungan di antara para hunter dan ksatria suci dengan makhluk – makhluk yang di Summon Devil Cult berlanjut.
**********
Garth memimpin pasukan patrol menelusuri level 5 area tambang. Ketika perjalanan, mereka mendapati beberapa mayat bandit dan bertarung dengan sekelompok Lycanthrope.
‘Bagaimana mereka bisa muncul disini?’ Lalu di depan mereka muncul seekor Lycanthrope raksasa yang memiliki tinggi 3,5 meter.
“Bersiap bertarung,” Garth memberi perintah terhadap 20 pasukan patrol yang mengikutinya.
Bebeapa Lycantrope kecil juga terlihat muncul melalui lubang – lubang tambang.
“Roarrrrr!!!!” Lycanatrope besar itu lalu berlari ke arah mereka.
Para Lycantrope yang mereka temui sekarang memiliki senjata seperti kapak beliung dan palu godam.
__ADS_1
Garth lalu maju ke depan berniat untuk menahan serangan Lycanthope raksasa tersebut.
Lycanthrope itu mengayunkan palunya ke arah Garth.
“ Iron Body.” Bang!!!! Palu itu menghantam perisai Garth.
“ Aghhhhhh” Garth terpental karena hantamannya.
“Captain!!!” Bawahannya terlihat khawatir.
“Aku baik – baik saja, kalian fokuslah ke musuh,” jawab Garth.
Garth lalu melihat perisainya yang langsung penyok.
‘Kekuatannya seperti Troll namun memiliki pergerakan yang cepat’
Garth lalu melihat Lycanthrope raksasa itu mulai membantai pasukannya.
“Mundur!!! Kita ke permukaan. Monster itu terlalu kuat.”
“Awuuuuuuu!!” Lycanthrope raksasa itu menginjak salah satu pasukan patrol dan mulai melolong.
**********
Sementara itu, Luciel dan yang lainnya tengah berada di level empat area pertambangan. Semakin mereka turun ke dalam, maka semakin besar luas pertambangannya. Mereka lalu melihat sebuah jembatan kayu yang di bawahnya terdapat sebuah sungai bawah tanah.
“Awuuuu!!!!” Terdengar lolongan serigala di dalam tambang.
“Kurasa yang lainnya juga sedang melawan mereka dibawah,” ucap Paul.
“Mungkin mereka hanya menemui sedikit anjing - anjing itu tadi, karena itulah mereka sampai duluan,” sambung Alan.
Setelah melewati jembatan, mereka lalu mencari jalan untuk mencapai ke level lima.
Luciel memeriksa sudut – sudut gua untuk mencari tangga untuk turun, namun dia melihat sebuah lubang di dinding – dinding gua dan mencoba mengintipnya. Dia lalu melihat sesuatu.
“ Hey, kalian coba kesini,” panggil Luciel.
Paul dan Serlina lalu menghampiri Luciel.
“Bang Paul, coba abang pukul sekuat tenaga dinding ini,” ucap Luciel.
Paul lalu mulai ancang – ancang.
“ Rage!!!!” Bamm!!! Dinding itu lalu hancur dan memperlihatkan seorang bandit yang sedang duduk ketakutan di sana.
“Huuuhhh… siapa kalian?” Bandit itu terlihat ketakutan.
Mereka lalu mengeluarkan bandit itu dari sana dan menanyainya.
“Jadi, ada pria berjubah yang datang kesini dan memanggil kawanan Lycanthrope disini,” ucap Paul setelah menanyai bandit tersebut.
“Devil Cult, kah?” ujar Luciel.
Di sisi lain, Alan sedang mencari tempat untuk buang air. Dia lalu menemukan sebuah lubang dan mencoba untuk kencing di sana.
“Ahhh… aku sudah menahannya sangat lama” Alan tampak lega.
“Grrrr….”
__ADS_1
Alan lalu mendengar sesuatu, di lirik sana sini namun tak melihat apapun. Dia lalu melihat ke lubang dimana iya kencing tadi. Dia lalu melihat sebuah mata besar yang nampaknya terlihat sangat marah.
“ GrrRoaaarrrrrrr!!!” Bumbbb!!!!! Makhluk itu meninju dan menghancurkan bebatuan tambang di atasnya.
Alan lalu melihat sebuah kepala serigala yang besar dan terkejut melihatnya.
“F*ck!!!!” Dia lalu berlari sambil menutup celananya.
“Awuuuuuuu!!!!” Lycanthrope raksasa tersebut lalu melolong berkomunikasi dengan sesamanya.
Di sisi lain Luciel dan yang lainnya yang baru saja mendengarkan cerita bandit tersebut terkejut akan suara hantaman yang mereka dengar. Mereka lalu melihat Alan dari kejauhan yang sedang berlari.
“Monsterr!!!! Lari bodoh!!!” Alan lari melewati mereka.
Luciel dan yang lainnya juga ikut berlari mengikuti Alan.
“Tidak..tidakk!!!! makhluk itu datang kesini,” Bandit itu ketakutan.
“Hey Alan, apa yang kau perbuat?” Tanya Serlina.
“Diam kau wanita, ini semua salahmu!!!” jawab Alan.
“Apa maksudmu sialan!!!” Serlina lalu menendang bokong Alan.
“Jika saja aku kencing dari tadi, ini semua tak akan terjadi,” jawab Alan.
Rekan – rekannya kebingungan dengan apa yang dia katakan. Namun tidak berapa lama, mereka melihat rombongan Lycanthrope membawa palu godam berdatangan.
“Sial banyak sekali,” ucap Luciel.
Di belakang mereka juga mulai banyak Lycanthrope berdatangan.
“Tahan mereka, aku akan menggunakan sihir terkuat ku,” ucap Serlina.
Terdapat 8 ekor Lycanthrope di depan mereka. Setelah beberapa saat sihir Serlina sudah siap.
“Thunder Rain!!!” Serlina mengucapkan mantranya. “Kalian menjauh lah dari sana,” Serlina memperingati mereka.
Tak lama kemudian, lingkaran sihir terbentuk di atas kepala Lycanthrope tersebut.
BOMBBBBBB!!! Petir menyambar mereka dan membuat Lycanthrope itu hangus.
“ Ayo!!!” ucap Paul.
Mereka mulai kembali berlari dan melihat jembatan yang mereka lalui tadi.
“Awuuuuu!!!!”
Mereka lalu melihat di tepian sungai di bawah mereka, seekor Lycanthrope raksasa akan melemparkan sebuah batu.
“Sial, Cepat menyebrang!!” perintah Paul.
Lycanthrope itu lalu melempar batu besar dan mengenai jembatan yang Luciel dan yang lainnya lewati. Bammmm!!!! Jembatan yang mereka lalui pun rubuh.
Serlina, Paul dan Bandit itu berhasil melewati jembatan dengan melompat, namun Luciel dan Alan yang berada di belakang terjatuh setinggi 9 meter ke dalam sungai.
Luciel lalu mengeluarkan kepalanya ke permukaan air dan berteriak.
“ Kami tidak apa – apa!!!! Kami akan mencari tangga yang lain!!! Kalian cari bantuan saja!!!” Teriak Luciel.
__ADS_1
Luciel dan Alan lalu terbawa arus dan menghilang ke gua yang lebih dalam.