The Devil Tears : Lord of The Night

The Devil Tears : Lord of The Night
Arc 1 Chapter 50 : Lord of The Night


__ADS_3

Di luar Kota Rhine, Seorang Vampir bangsawan sedang bertarung dengan Ksatria terkuat di Benua Asgardia.


“Sepertinya kau sudah melemah Camlillus!” Vlad dengan kecepatannya mulai menyerang Camillus dengan membabi buta menggunakan cakarnya yang tajam. “Dimana Camillus Sang Ksatria pertama yang menjadi pahlawan Penyucian besar 20 tahun lalu!”



...Author Note : Vlad ur Dracul...


Camillus lalu terpental. Vlad lalu menghampirinya dengan kecepatan yang sama diperlihatkan oleh Alfonso saat menghadapi Duke Lambert. Camillus lalu mencoba menebasnya namun Vlad menghilang menggunakan minor Teleportation dan muncul di belakang Camillus dan menendangnya.


“ADA APA CAMILLUS!” teriak Vlad agak jengkel dengan lawannya yang tidak bersungguh – sungguh bertarung.”Balas dendamku tidak akan manis jika kau bahkan tidak mengeluarkan Profound Codex Mu!”


Camillus lalu pulih dari tendangan Vlad dan mulai meregangkan beberapa anggota badannya.


Melihatnya, Vlad lalu mengeluarkan sebuah tandauk di kepalanya dan sebuah sayap tumbuh di pungungnya. Dia lalu memusatkan mananya di antara kedua tanduknya. Dia lalu menembakkan sebuah lapisan mana yang terkonsentrasi ke arah Camillus.


“Repel” Camillus lalu menangkis serangan mana yang mengarah kepadanya dan serangan mana Vlad terpental ke sebuah bukit yang ada di belakang Camillus. Bombbb!!!!!


“Minor Teleportation” Vlad lalu menghilang dan muncul di hadapan Camillus dia lalu mengarahkan tangannya tepat di muka Camillus dan mengucapkan sebuah mantra Kutukan.


“Horror of Death!” Sebuah cahaya hijau muncul namun, Camillus dengan sigap menghindarinya.


“Divine Slash!” Camillus lalu melakukan sebuah tebasan dan mengeluarkan sebuah gelombang kejut kea rah Vlad, namun dapat dengan mudah di hindrari olehnya.


“Goddess Redemtion” Camillus lalu melapisi pedangnya dengan sihir anti kegelapan.


“Akhirnya kau Serius juga,” ucap Vlad” Red Claw.” Vlad lalu menumbuhkan cakarnya yang dilapisi oleh sihir pemakan mana.


Mereka lalu saling memperkecil jarak dan melakukan beberapa kali jual beli serangan. Clang! Clang! Clang!.


“Divine Flow!” Camillus lalu mengeluarkan sebuah kombo 17 kali serangan bertubi – tubi kepada Vlad.


Slash! Slash! Slash! 4 – 5 tebasan berhasil Camillus daratkan kepada Vlad.


“Aghhhh!!!” Vlad lalu mundur dan terlihat beberapa sayatan pedang di tubuhnya mulai beregenerasi.


‘Bahkan dengan sihir Divine tingkat atas masih sulit menembus regenerasi nya’ pikir Camillus.


“Chamber of Death!” Vlad lalu menggunakan salah satu Unreality Fieldnya.


Camillus berada di sebuah dimensi realitas sebuah ruangan yang memiliki banyak sekali peti mati. Clak…


Peti – peti mati itu lalu mulai terbuka dan beberapa Vampir mulai hidup keluar dari peti tersebut. Beberapa Vampir itu kemudian mulai menyerang Camillus. Camillus berusaha melawan para Vampir tersebut, namun vampir – vampir yang keluar dari peti mati tersebut bukanlah vampir biasa.


‘Ini adalah vampir – vampir yang pernah menjadi kepala keluarga vampir bangsawan Dracul’ pikir Camillus. Dengan kata lain, mereka adalah para pendahulu Vlad. Camillus lalu mulai mengeluarkan kemampuannya yang sesungguhnya.


.


.


.


Di Hutan Barat dimana Alfonso sedang beristirahat. Seorang wanita berambut Platinum sedang berbicara dengan Alfono.


“ Jadi, kau telah membunuh Sang Matahari Merah?” tanya Yeriel.


“Ya, bukan pertarungan yang mudah hahaha…” jawab Alfonso.


“Bagaimana dengan kakakku?”


“Tuan sedang bertarung dengan Grand Master Camillus,” ucap Alfonso


Yeriel lalu melihat luka – luka yang di dapatkan Alfonso.

__ADS_1


“Sekarang kau telah terbebas dari kontrak kakakku, apa yang akan kau lakukan?” tanya Yeriel.


“Aku akan tetap melayani keluarga Anda untuk beberapa saat ini, aku membutuhkan sumber daya untuk memasuki Hutan Besar Greenwood,” jawab Alfonso yang sudah mengetahui niat Yeriel datang kepadanya saat kontraknya sudah terlepas.


“Bagus,” ucap Yeriel.


Yeriel berniat membunuh Alfonso ketika dia berniat berhenti melayani keluarganya. Sudah terlalu banyak informasi yang di miliki oleh Alfonso tentang keluarga Dracul. Dia lalu menghilang dan pergi ke arah dimana kakaknya sedang bertarung dengan Camillus.


“Sungguh Wanita yang mengerikan,” gumam Alfonso.


Alfonso selalu merasa, yang paling berbahaya dari kakak beradik keluarga Dracul adalah Sang Adik. Dia bergerak secara diam dan tidak terdeteksi. Apa yang dia rencanakan bahkan tidak bisa Alfonso tebak sama sekali.


.


.


.


Beberapa menit setelah terjebak di dalam Unreality Field Vlad, Camillus akhirnya dapat keluar menggunakan kekuatan Divinenya.


“Hahh… hah… itu cukup menguras manaku,” gumam Camillus.


Vlad di sisi lain masih mempunyai kapasitas mana yang cukup dan memiliki 2 Unreality Field yang masih tersisa.


“Kau dengar Camillus, jeritan manusia yang sangat merdu terdengar dari dalam Kota,” ucap Vlad memprovokasi Camillus.


Mendengarnya Ekspresi Camillus mulai berubah. Dia lalu mengaktifkan sebuah Artifak yang membuatnya mendapatkan Buff di berbagai aspek.


‘Aku harus cepat mengakhiri ini’ pikir Camillus.


Melihat Camillus yang mulai terburu – buru dan membuang satu persatu artifaknya membuat Vlad senang. Ini adalah rencana Vlad agar membuat Camillus tergesa – gesa dan lebih mengambil resiko untuk menyerang.


Camillus mulai melesat dan menyerang Vlad dengan teknik – teknik pedang kelas Master.


“Goddess Waterfall Dance” Camillus lalu menyerang Vlad menggunakan salah satu Combo andalannya.


“Aghhhhh!” Camillus mampu memotong salah satu tangan Vlad.


“Hah… hah… Sihir Terlarang : Festival of Blood!” Vlad lalu menggunakan sihir andalan setiap vampir bangsawan.


Di atas kepala Vlad lalu muncul lingkaran sihir dan memunculkan sebuah darah. Sihir itu lalu menyedot darah – darah makhluk hidup dalam jarak 5 Kilometer.


‘Aku harus segera mengakhiri ini jika tidak, akan ada lebih banyak korban dalam beberapa menit ini’ pikir Camillus.


“Divine Realm” Camillus mulai mengaktifkan Profound Codex nya.


Tangan Vlad yang putus kini sudah beregenerasi kembali karena mendapatkan darah yang di hasilkan oleh sihir Festival of Blood.


Mereka lalu memulai kembali pertempuran yang akan menentukan nasib manusia yang ada di wilayah Rhine Duchy.


.


.


.


Luciel dan Liz sedang berlari untuk keluar dari Kota Rhine Duchy, dan tiba – tiba Luciel melihat sebuah lingkaran sihir terbentuk di luar utara jalur masuk Kota.


“Aghhhh!” Tiba – tiba Liz terjatuh


“Liz, apa yang terjadi?” tanya Luciel


“Aku tidak tahu, tiba – tiba tubuhku mulai lemas,” jawab Liz.

__ADS_1


Luciel lalu melihat salah satu luka Liz yang di dapatkannya ketika melawan Rolf tadi. Darah nya sedikit demi sedikit keluar dari lukanya dan melayang ke arah lingkaran sihir yang Luciel tadi lihat beberapa saat yang lalu.


“Ayolah kita harus cepat, aku akan menggendongmu Liz,” ucap Luciel.


“ummm”


.


.


.


“Nightfall!”


“Redemtion!”


Vlad dan Camillus saling bertukar serangan. Vlad mendapatkan lebih banyak serangan akan tetapi, kemampuan regenerasinya membuat luka – luka yang di terimanya tidak terlalu fatal. Sedangkan Camillus, tenaganya mulai melemah seiring berjalannya waktu. Camillus melihat musuh di depannya mulai bangkit setelah menerima serangan telak darinya tadi. Tiba – tiba, Vlad muncul di depannya dan menendang Camillus dan mengeluarkan sihir kutukan.


“Life Drain!”


“Aghhhh!!!!!” Sihir itu mengenai Camillus dan Vlad mengambil beberapa porsi jiwa Camillus.


“Hahahahaha… kau memang tidak bisa mengalahkan waktu Camillus,” ujar Vlad.


Camillus masih merasakan sakit karena beberapa porsi jiwanya telah dipaksa keluar. Tubuhnya mulai melemah dan mananya mulai menipis. Namun di keadaan yang kritis ini, Camillus mengingat percakapannya dengan teman lamanya 13 Tahun yang lalu.


“Aku yang akan pergi mengambilnya Camillus,” ucap teman Camillus.


“Tidak, 4 Iblis bangsawan juga sedang menuju ke tempat sang terpilih lahir! Kau akan mati Julius!” tegas Camillus melarang temannya untuk pergi.


“Kita tidak bisa membawa banyak pasukan karena akan menarik banyak perhatian Camillus, kau bertugas menjadi Grand Master Ksatria Suci. Hanya akulah yang cocok pada misi kali ini”


Julius adalah Rival sekaligus sahabat Camillus. Mereka memasuki Ordo Ksatria Suci bersama dan memiliki kekuatan yang sebanding. Namun Julius selalu merendah dan tidak suka akan perhatian sehingga dia sudah puas menjadi seorang Inquisitor.


“Kau harus kembali Julius,” ucap Camillus.


“Ya, dan berjanjilah kau akan selalu menjaga Ksatria Suci dan kehormatannya selagi aku tidak ada,” jawab Julius sambil tersenyum.


Itu adalah percakapan mereka yang terakhir sampai saat ini. Camillus lalu bangun dan mengangkat pedangnya ke arah langit.


“Aku, Camillus. Bersumpah akan selalu mejadi perisai umat manusia dalam melawan iblis – iblis jahat!”


“Aku, Camillus. Akan selalu melindungi kehormatan Ksatria Suci dan menjadi sebuah Pedang untuk menghancurkan musuh Sang Dewi.” Kumpulan Mana Divine mulai mengelilingi Camilus yang sedang mengucapkan Sumpahnya.


Vlad beberapa kali mengeluarkan sihir kutukan untuk mengganggu Camillus, namun sihirnya di pentalkan oleh mana Divine yang ada di sekeliling Camillus.


“Aku, Camillus. Bersumpah atas nama Julius Lisinius Cactus Sang Pedang Kedamaian. Akan menjaga warisan dan kehendaknya dan mati untuk menjaganya!.”


“God Ascend!!!!” BUZZZZZ!!! Dari langit malam, muncul sebuah cahaya yang mengelilingi Camillus dan membuat kekuatannya kembali seperti dia muda dulu.


“Kemarilah Bocah! Aku akan mensucikanmu seperti aku dahulu mensucikan kedua orang tuamu!”


Teriak Camillus.


“Diam kau orang tua! Kaulah yang akan mati di tanganku! Dracul Legacy!!”


Camillus dan Vlad sama – sama menggunakan perubahan terkuatnya. Camillus lalu memusatkan mananya di pedangnya.


Vlad memusatkan sihir kegelapan dan kutukan di tangan kanannya. Mereka lalu melesat saling menghampiri.


“Divine Judgement!”


“Blood Curse!"

__ADS_1


BOMMBBBB!!!!!


Kedua serangan mereka lalu beradu dan menciptakan sebuah ledakan yang berdiameter sejauh 1Km dan kepulan asapnya bisa terlihat hingga 30Km.


__ADS_2