The Devil Tears : Lord of The Night

The Devil Tears : Lord of The Night
Arc 1 Chapter 32 : Pertempuran Sungai Kuffstein


__ADS_3

1 Hari yang lalu …


Count Rudger von Kansten adalah pemimpin dari keluarga Kansten yang menguasai Kota Elea. Saat ini dia sedang melakukan rapat mengenai progress peperangan dengan para penasihat militer yang di kirim oleh kerajaan untuk menjadi penasehat Count Rudger.


Count Rudger meski usianya yang terbilang muda yaitu 25 tahun mampu dengan baik memimpin peperangan di wilayahnya dengan baik.


“ Tuan, mereka memblokade rute – rute kita untuk mendapatkan suplai logistic, jika kita biarkan mereka menguasai sungai maka koneksi kita dengan Kota Baden akan terputus dan pada saat ini kedua rute darat untuk kesini begitu sulit karena kemunculan goblin dan meningkatnya aktivitas bandit di lembah. “ Ucap Asistennya.


“ Jika jembatan yang terhubung ikut di kuasai maka kita tak akan bertahan satu minggu tanpa logistik “ Seorang penasihat militer berpendapat.


“ Berapa pejuang yang sedang menuju ke jembatan penghubung Alema? “ Tanya Count Rudger.


“ Sekitar 1000 orang. “ Jawab asistennya.


“ Berapa sisa ksatria yang kita punyai sekarang? “


“ 429 Tuan. “


Count Rudger lalu berpikir sebentar setelah menanyai asistennya, lalu seorang penasihat militer dari pusat berbicara kembali.


“ Ini bisa menjadi jebakan Count Rudger. “


“ Lalu apa yang harus kita lakukan Baron Lindulf? Membiarkan mereka menguasai salah satu rute penting kita? “


“ Kita harus melaporkannya ke Marquis Emich dan berkoordinasi dengannya dalam melawan taktik para Nordland “ Balas sang Baron.


“ Artifak komunikasi sudah sering kita gunakan, dan mage terakhir yang mampu membuat runenya mati ketika pertempuran seminggu lalu “ Count Rudger enggan menyia- nyiakan Komunikasi darurat yang tersisa hanya untuk 1000 pejuang Nordland.


Artifak komunikasi ketika diaktifkan hanya bisa di pakai 3 – 5 kali sebelum harus di atur kembali.


“ Kurasa menara sihir juga akan enggan mengirimkan kita salah satu Penyihirnya lagi jika kita memakai mereka untuk bertarung di garis depan “ Ucap salah satu penasihat menyindir Count Rudger mengenai keputusannya saat itu.


“ Bagaimana dengan para Nordland? Apakah bala bantuan mereka tiba? “ Count Rudger ingin memastikan sesuatu terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.


“ Kamp – kamp yang di buat Para Nordland tidak bertambah dan para scout yang sudah menyisir sampai 20 KM dari sini tidak menemukan adanya pasukan baru yang tiba “ Jawab Asistennya.


“ Rute mereka untuk kesini itu hanya satu, yaitu lewat utara “ Ucap Baron Lindulf.


“ Bagaimana dengan ujung sungai Kuffstein? “ Count Rudger khawatir para Nordland akan melewati rute yang tidak di duga.


“ Terlalu sempit dan banyak sekali bebatuan tajam untuk di lewati sebuah perahu “


Ujung sungai Kuffstein adalah perbatasan antara Kerajaan Bavaria dengan Federasi Nordland akan tetapi ada sebuah pengunungan yang memisahkan mereka.


“ Baiklah, kita akan membawa 2000 pasukan dan 100 ksatria saat menyerang mereka nanti “ Count Rudger sudah membuat keputusan.


“ Bagaimana dengan para penyihir kerajaan? “


“ Para penyihir akan sangat kesulitan ketika pertarungan di tempat terbuka. “


Para penyihir memiliki keunggulan ketika mempunyai pertahanan seperti benteng dan kota, namun akan sangat mudah di kalahkan oleh seorang ahli bela diri yang handal di tempat terbuka.


“ Baiklah.“ Para penasihat tidak ada lagi pertanyaan yang ingin di sampaikan.


“ Baiklah, Pagi Besok kita akan berangkat dan aku sendiri yang akan memimpinnya “ Count Rudger dengan percaya diri berbicara.


“ Terlalu beresiko Count " Baron Lindulf menentang keputusan Count Rudger.


“ Mengapa? Aku dalam dua pertempuran besar kemarin juga memimpin para pasukan di medan perang. Kenapa sekarang kau menentangnya? “


“ Count adalah orang yang bertanggung jawab di peperangan wilayah ini dan jika terjadi sesuatu padamu, siapakah yang akan menggantikan? Dua pertempuran sebelumnya sangat penting dan membutuhkan kehadiranmu untuk memboosting moral para pasukan “


“ Kali ini pun sama “ Keputusan Count Rudger sudah bulat.


.


.


.


Di suatu tempat di arah barat Kota Elea.


“ Ini sangat melelahkan hohoho “ Seorang pria berjanggut lebat dan perawakan besar berbicara.


“ Jarl Irya, kuharap kamu sudah mengasah kapakmu untuk pertarungan yang akan datang nanti bwahahahah “ Seorang pejuang menghampirinya.


“ Ya, kuharap rencana Pangeran Sigurd berhasil. kalau tidak, usaha melelahkan kita melewati pegunungan akan sia – sia wororororo “


Pria itu lalu berjalan ke belakang lalu berteriak.


“ PARA PEJUANG NORDLANDD!!!! “ Dia lalu berteriak kepada para pejuang yang ada di depannya. Jumlah mereka ada 1000 orang


“ KITA AKAN BERGERAK MALAM INI DAN MEMBUNUH PARA ARYAN ITU!!!! “


“ YAAA!!!


“ AUUUUUU!!!


“ KITA AKAN RAMPAS HARTA – HARTA MEREKA BAKAR RUMAH MEREKA HANCURKAN KOTA MEREKA “


“ YEAHHHHHH!!! “


Pria itu berbalik dan mulai berjalan kembali dia sudah tak sabar dengan pertarungan yang akan dia lalui besok.


.


.

__ADS_1


.


Keesokan paginya Count Rudger beserta 2000 pasukan dan 100 ksatria mulai bergerak untuk menghalau 1000 pejuang Nordland yang akan mengambil alih kontrol jembatan.


Mereka akan tiba dalam waktu 2 jam ke tempat yang mereka tuju.


“ Lapor Tuan, para pejuang Nordland terdeteksi sedang menuju ke arah jembatan dengan kekuatan sekitar 1000 orang. Di lihat dari kecepatannya mereka akan tiba kira – kira kurang dari 2 jam kesana “


Kekuatan fisik yang di miliki oleh para Nordland lebih baik dari pada prajurit regular kerajaan.


“ Tetap pantau pergerakan mereka, kita harus segera bergegas perintahkan para ksatria agar terlebih dahulu bergerak. “


“ Siappp! “


.


.


.


“ Oooo Freya… dia adalah seorang pejuang wanita tangguh yang menawan… “


“ Bimbinglah diriku…. Agar selalu berani sepertimu…. “


“ Oooo Skagos …. Dia adalah seorang pejuang yang terhormat… “


“ Kuatkanlah hatiku … Agar tak pernah lari ketika melawan musuh – musuh ku…. “


Di sisi lain, para pejuang Nordland yang berjumlah 1000 sedang menyanyikan sebuah lagu untuk menyemangati mereka ketika sedang bergerak.


Pangeran Sigurd yang berada di barisan paling depan di hampiri oleh seorang pejuang.


“ Pangeran, Tim pemantau kerajaan terlihat memantau pergerakan kita, apa yang harus kita lakukan? “


“ biarkan saja mereka, tapi jika mereka mencoba bergerak melewati kita halau mereka “ Perintah Sigurd.


“ Baiklah pangeran. “


.


.


.


Pada jam siang hari itu kedua pasukan sudah berhadap – hadapan. Para ksatria Kerajaan sudah terlebih dahulu sampai. Melihat ini Pangeran Sigurd memerintahkan para pejuang untuk beristirahat dulu dan tidak menyerang mereka.


Beberapa saat kemudian pasukan yang di pimpin Count Rudger telah tiba. Kedua pasukan sekarang saling memandang darai kejauhan.


“ Siapkan Formasi!!! ‘ Count Rudger mulai memerintahkan para pasukannya.


“ AUHHHH!!! “


Tampak para pejuang Nordland Sedang memukul – mukul perisai dan meraung untuk mengintimidasi lawannya.


Pangeran Sigurd lalu berteriak


“ PARA PEJUANG NORDLAND !!! APA MOTO KITA?!!! “


“ TAKLUKAN!!!! RAMPASSS!!!! DAN HANCURKANN!!! “ 1000 para pejuang Nordland dengan kompak mengumandangkan moto kebanggaan mereka.


“ SERANGGG!!! HANCURKAN MEREKAA!!!! “


“ AUHHHHH!!! “


Para pejuang Nordland mulai maju walaupun mereka kalah jumlah satu banding dua.


Count Rudger yang melihatnya lalu menarik pedangnya. Dia lalu maju ke depan lalu mengangkat pedangnya tinggi dan mengeluarkan perintah.


“ Untuk Tanah Kita, Untuk Keluarga Kita dan Untuk Kehormatan Bavaria … Serang!!! “


“ OOHHHHHH!!! “


Pertarungan antara 2000 pasukan dan 100 Ksatria Kerajaan di pimpin oleh Count Rudger dengan 1000 Pejuang Nordland yang di pimpin oleh pangeran Sigurd pun di mulai tepat di dekat sungai Kuffstein.


CLANG!!! CLANG!!!! Berbagai senjata beradu dan korban mulai berjatuhan.


Para pejuang Nordland percaya diri dengan keunggulan fisik mereka namun para Ksatria kerajaan mampu menahan beberapa dari mereka.


“ Pasukan masing – masing sayap cobalah melakukan manuver Flanking “ Count Rudger mulai memerintahkan pasukannya untuk mengelilingi para pejuang Nordland.


Di sisi lain Pangeran Sigurd yang ikut bertarung melihat pergerakan pasukan Kerajaan.


“ Bertahanlah Kita bisa memenangkan pertarungan ini!!! “ Pangeran Sigurd mencoba memboosting para pejuangnya.


“ OHHHHH!!!! “


‘ Jika saja kita memiliki seorang Skald maka pertarungan ini akan mudah ‘ Pikir Sigurd


‘ Kuharap dia akan cepat datang ‘


Di sisi lain Count Rudger membunuh satu per satu para pejuang Nordland


‘ Para pasukan biasa mereka kuat – kuat, Beruntung mereka tidak membawa wanita penyanyi ‘


Pertempuran telah berlangsung sekitar 20 menit bertarung para pasukan kerajaan mulai kelelahan.


‘ Sial, cara bertarung para Nordland yang barbar membuat para pasukan tidak bisa melakukan formasi dengan benar. Para Milisi benar – benar tak dapat di andalkan ’ Para petarung Nordland memaksa mereka bertarung dengan tak beraturan yang membuat mereka tak bisa memaksimalkan keuntungan jumlah mereka.

__ADS_1


“ Kapten Lapor, terdapat 1000 orang pejuang Nordland di belakang kita “ Seorang Pengintai menghampirinya.


“ APAA!!!! “ Informasi yang dia terima membuatnya Shockk


“ Segera atur kembali formasi!“ perintah Rudger.


“ Tapi Count, jika kita memecahnya sekarang maka pejuang Nordland di depan kita tak akan membiarkannya,“ ucap Asistennya.


“ Sial!!! 50 Ksatria dan 200 prajurti ikuti aku, Kita akan menghadang musuh di belakang kita.“


Di sisi lain, 1000 pejuang Nordland yang di pimpin Jarl Irya sudah bersiap memasuki pertempuran.


“ INILAH SAAT YANG KITA TUNGGU – TUNGGU!!! TAKLUKKAN!!! RAMPASSS!!! DAN HANCURKAN!!!! “


“ WOHHHHHHH!!!! “


“ SERANG!!!! “ Mereka pun mulai berlari. Namun mereka melihat sebuah pasukan yang akan menghadang mereka.


Jarl Irya lalu memainkan kapaknya dan melesat kearah lawan di depannya, dia mengayunkan Kapak besarnya layaknya Dewa perang. Dia membunuh satu per satu lawan yang menghalanginya.


“ SIAPAA LAGI YANG BERANI MELAWANKU HAHAHAHA!!! “


“ Rageee!!!! “ Tiba – tiba di sampingnya muncul seorang Ksatria yang akan menebasnya. Jarl Irya lalu dengan mudah menahannya dengan tangan kirinya. Dia lalu mencengkeram pedang itu.


“ Tidak mungkin...“


“ Hahaha sekarang giliranku “ Jarl Irya lalu menebaskan kapaknya dan memenggal kepala ksatria itu.


“ APAKAH TIDAK ADA LAGI!!??? “ Lalu dia melihat seorang ksatria yang telah membunuh dua orang pejuang sekaligus di depannya. Ksatria itu lalu menghampirinya.



...Author Note : Illustrasi Jarl Irya...


Count Rudger sudah bersiap menghadapi Seorang Bangsawan Nordland di hadapannya.


Dia lalu melesat dengan kencang dan mulai menebaskan pedangnya terhadap Jarl Irya.


Kali ini Jarl Irya tidak menahannya dengan tangannya, akan tetapi menghindar.


“ Siapa namamu anak muda? “


“ Rudger von Kansten “ Ksatria itu menjawab.


“ Hehe Seorang pemimpin perang wilayah, aku sangat beruntung kali ini, mari kita bersenang – senang “ Dia lalu menyeringai puas.


“ Kau akan mati di sini orang barbar “ Rudger sendiri memiliki level bela diri Tingkat menengah Akhir dan percaya diri untuk mengalahkan lawan di depannya.



...Author Note : Illustari Count Rudger...


Jarl Irya lalu melesat dan mengayunkan kapaknya dengan Full Swing, Rudger menghindarinya dengan menggunakan Quickstep, Crakckkk!!!. Namun walaupun dia bisa menghindari serangan itu, armor yang ada di dadanya retak. ‘ Teknik macam apa itu, aku harus yang berinisiasi menyerang ‘


Rudger lalu menyiapkan sebuah kuda – kuda dan mengatur nafasnya.


“ Aku tak akan membiarkan mu beristirahat!!! “ Jarl Irya kembali melesat dan melakukan kembali Full Swing.


“ Repel “ TANG!!!! Kapak Jarl Irya berbenturan dengan pedang Rudger namun kapak Jarl Irya lah yang terpental.


“ Executioner “ Rudger lalu menebas pedangnya ke tubuh Jarl Irya


“ Iron Body “ Bughhhh!!!! Tebasan Rudger berhasil di tahan namun hantamannya membuat Jarl Irya Terpental. Jarl Irya pun berdiri dan membuka bajunya memperlihatkan otot – otot kuatnya.


“ Pertarungan sesungguhnya baru akan di mulai, UAHHGGGGGG!!! “ Dia lalu memukul – mukul dadanya seperti Gorilla.


“ Dia melakukan Berserk, ini akan sulit “ Rudger kembali menyiapkan kuda – kudanya.


“ Mati kau sialan!!! “ Jarl Irya melesat lebih cepat ke arah Rudger.


“ Kasnten River Flow “ Rudger mengeluarkan teknik rahasia keluarganya.


Kedua petarung itu saling beradu satu sama lain selama beberapa menit, namun hanya terdapat satu pemenang di sini.


“ Knytnave Hammer!!! “ Jarl Irya melakukan sebuah tinjuan ke arah Rudger.


“ Sgastich Kansten “ Rudger berhasil menghindari serangannya dan menusuk tubuh kuat Jarl Irya dengan teknik berpedangnya. STABBB!!! Kali ini pedangnya berhasil menusuk tubuh Jarl Irya.


“ Aku menang “ Ucap Rudger.


“ Hhahahaha “ Jarl Irya mulai tertawa dan Gebrukkk!!!


Rudger terjatuh ke tanah dan memegangi perutnya, dia lalu terbatuk – batuk mengeluarkan darah.


“ Teknik yang aku gunakan adalah sebuah Tinju bayangan, Kau harus menghindar sejauh 1 meter agar benar – benar terhindar dari serangan ku kau tahu hahahaha “ Gebrukkkk!!!


Jarl Irya pun ikut tumbang.


“ Sepertinya Para pejuang kami memenangkan pertempuran “ Jarl Irya tersenyum.


“ Eghhhh… Siaaall!!! “ Rudger sangat kesal.


“ Aku duluan… “ Jarl Irya pun mati setelah menerima serangan Rudger.


“ Counttt!!! Count!!! Kau tidak apa – apa? “ Seorang ksatria lalu membawa pergi Rudger dari pertempuran.


Pertempuran yang terjadi antara 2000 pasukan Kerajaan yang di pimpin oleh Count Rudger von Kansten dengan Para pejuang Nordland yang di pimpin Pangeran Sigurd, dimenangkan oleh Federasi Nordland. Namun Seorang Jarl harus gugur dan Count Rudger mengalami koma setelah mereka saling bertarung.

__ADS_1


__ADS_2