The Devil Tears : Lord of The Night

The Devil Tears : Lord of The Night
Arc 1 Chapter 39 : Absolute Duo ( 2 )


__ADS_3

Di suatu lembah gelap, terdapat dua orang pria yang sedang merencanakan sesuatu.


“Alfonso, bagaimana progress rencana kita?” tanya tuan dari pria tersebut.


“ Master, semuanya sudah kudapatkan. Akhir bulan ini kita bisa melakukan penyerangan,” ucapnya.


“ Aku sudah mendapatkan cukup jiwa manusia untuk di korbankan ketika berada di sana,” jelasnya.


“Kerja yang bagus Alfonso,” Puji tuannya.


“Ya tuan, aku harus berhadapan dengan beberapa Inquisitor untuk menyelesaikan misi ini tuan,” ungkapnya.


“Sesuai dengan kontrak, kau akan mendapatkan pengetahuan tentang jiwa kekasihmu yang menghilang beberapa tahun yang lalu.”


“Terima kasih tuan, pelayanmu sangat senang melayanimu,” Soulmancer itu menunduk sebagai gestur terima kasih.


“Baiklah, laksanakan tahap akhirnya,” perintah tuannya.


**********


Di sebuah area penambangan, terdapat beberapa Lycanthrope yang sedang mengobrol. Luciel dan Alan sedang mengintai sekitar untuk persiapan mereka naik ke level empat.


“ Kau lihat berapa Baciel?” tanya Alan.


Luciel lalu mulai menghitung Lycanthrope yang ada di area tersebut.


“ 10 ekor dan memiliki senjata semua,” jawabnya.


“ Lalu, apa rencana kita?” tanya Alan.


“Kurasa kita harus bunuh satu – satu yang terpisah,” ucap Luciel.“ Setidaknya, kau mampu melakukan penyergapan bukan?” tanya Luciel.


“Tentu sajaaa! Memangnya siapa yang kau bicarakan ini!” Sahut Alan.


“Ya… ya terserahlah.”


Luciel lalu mengintai kembali dan menyusun sebuah rencana.


“Bang Alan ambil kiri, aku ambil kanan setuju?” usul Luciel.


“ Baiklah.”


Mereka lalu mulai mengendap – endap mencari kesempatan untuk membunuh beberapa Lycanthrope yang terpisah. Luciel lalu menyiapkan belatinya dan mulai mendekati Lycanthrope yang sedang kencing. Luciel lalu secara hati – hati mendekatinya. Luciel lalu melompat ke punggungnya untuk mencekik lehernya dan menancapkan belati di jantungnya. Lycanthrope itu berontak mencoba melepaskan diri namun Luciel semakin mencekiknya agar dia tidak bisa berteriak. Setelah memastikan musuhnya mati, Luciel lalu melepaskan cekikan dan belatinya dari tubuh lawannya.


‘ Tinggal empat lagi untukku’


Luciel lalu melakukan hal yang sama kepada Lycanthrope berikutnya, akan tetapi Luciel melihat sisa tiga Lycanthrope memiliki jarak yang terlalu dekat untuk di sergap. Namun tidak butuh waktu lama ketikaLuciel sedang memikirkan cara membunuh mereka, sesuatu terjadi.


“ Awuuuhhhhh!!!!” seekor Lycanthrope melolong dari arah dimana Alan melakukan aksinya, 3 ekor Lycanthrope di depan Luciel lalu bergegas untuk menghampri.


‘Dia ketahuan! wajar saja, dia bukan assassin.’ Pikir Luciel.


“ Hey!!! Hey!!!” Luciel lalu keluar dan berteriak agar ketiga Lycanthrope itu tidak pergi ke arah Alan.


Mereka lalu berlari untuk mengejar Luciel. Ketiganya memiliki senjata palu godam dan kapak tambang. Luciel lalu berlari sambil memikirkan sesuatu.


‘Aku tidak bisa menyerang mereka jika di kejar dari belakang’ pikir Luciel.


“ Bang Alan! Bisa dengerin suaraku ga?!” teriak Luciel.


“ Ya!! Apa maumu sialan!!! Mereka mengejarku!” ketus Alan.


“ Datanglah ke arahku!!! Aku punya ide!!!” ujar Luciel.


Alan tidak membalas, namun Luciel tahu dia mendengar intruksinya. Luciel lalu berlari ke arah Alan.


“Gw udah deket!!!” Teriak Alan.


Luciel lalu mulai mendengar suara langkah kaki lalu menyiapkan kedua senjata barunya. Karambit di lengan kiri dan Knuckle di tangan kanan.


“ Bersiaplah!” Teriak Luciel.

__ADS_1


Luciel lalu melihat Alan yang sedang di kejar oleh 3 ekor Lycanthrope. Luciel dan Alan pun berpapasan dan sudah mengerti apa yang harus mereka lakukan.


Lycanthrope di depan Luciel lalu terkejut dan mencoba menebaskan kapak tambangnya ke arah Luciel. Luciel lalu melakukan gerakan Knee Slide untuk menghindari kapaknya dan menyayat perut Lycanthrope itu dengan karambitnya yang membuat isi perut Lycanthrope itu berceceran. Selanjutnya, Luciel lalu melakukan gerakan koprol dan melompat terhadap Lycanthrope selanjutnya yang terkejut dan mengaktifkan sihir penguatan di tangan kanannya.


“ Radical Blow!” BAMMM!!! Luciel meninju rahang Lycanthrope itu yang membuatnya tak sadarkan diri seketika.


Lalu Luciel melihat Lycanthrope terakhir di depannya hendak memukul Luciel dengan palu godamnya. Luciel lalu menunduk menghindar dan memukul lutut Lycanthrope itu dengan Knucklenya. CRACKK!!! Kaki kanan Lycanthrope itu pun roboh, Luciel lalu menancapkan Karambitnya di leher Lycantrhope itu dan merobek lehernya sampai ke dagunya. Ketiga ekor Lycanthrope itu mati seketika di tangan Luciel.


Luciel lalu melihat Alan sedang bertarung dengan Lycanthrope terakhir.


“ Kau butuh bantuan kahh???” Sindir Luciel.


“ Diam kau Buciel!!! Aku dapat melakukan ini sendiri!” balas Alan.


Luciel lalu membersihkan darah yang ada di senjatanya.


“ Mati kau! Anger!!!” Akhirnya Alan menebaskan pedangnya ke leher Lycanthrope tersebut.


Mereka berdua telah membunuh kesepuluh Lycanthrope tersebut. Mereka mampu mengalahkannya karena sebuah sergapan dan serangan kejutan.


“ Ayo kita naik ke level empat,” ucap Luciel.


Beberapa saat kemudian, mereka menemukan tangga yang membawa mereka naik ke level empat.


Luciel dan Alan kemudian tiba di level 4 dan menemukan banyak Lycanthrope memenuhi area tersebut. Mereka lalu mencoba bersembunyi di sudut – sudut gua.


“ Jika kita berlari dengan kencang, apakah mereka dapat mengejar kita ya…?” Gumam Luciel.


“ Bagaimana menurutmu bang Alan? Kau bisa menggunakan Accelerate?” tanya Luciel.


“ Kau mudah mengatakan itu karena kau seorang assassin, tapi aku adalah seniormu tentu saja aku bisa melakukan apa yang kau bisa juga hahaha,” ucap Alan.


‘Tangganya berjarak 200 meter dari sini, dan ada sekitar 12 musuh’ Luciel mengamati lawannya dan menemukan jalan keluar mereka. Mereka tidak bisa melakukan serangan sergapan seperti tadi karena jarak para Lycanthrope itu sangat dekat satu dengan yang lain.


“ Salah satu dari kita harus menjadi umpan terlebih dahulu dan ketika salah satu dari kita sudah di atas, kita lempari batu makhluk – makhluk itu yang mencoba mengejar,” ucap Luciel.


“ Baiklah, aku naik duluan,” ucap Alan tanpa tahu malu.


“Baiklah, aku akan maju sekarang,” ucap Luciel.


“Sekarang?”


“Ya, jika menunggu lebih lama, aku akan jadi ragu dan takut nanti,” jelas Luciel.


Luciel lalu menyimpan senjatanya dan hanya berfokus untuk berlari. Luciel lalu mulai melesat ke arah yang berlawanan dari tangga. Tidak lama kemudian, para Lycanthrope itu menyadari Luciel dan mulai mengejarnya.


Luciel lalu melirik kebelakang dan melihat Alan mulai lari.


‘IDIOT!!! DIA BERGERAK TERLALU CEPAT!!’ Teriak Luciel dalam hatinya.


Para Lycanthrope itu menyadari pergerakan Alan dan setengahnya mulai balik mengejarnya.


“ Whoaa!!! Kenapa mereka malah ngejar gwwww!!! Ini salah lo Baciel!!!” Teriak Alan.


“ Aku saja yang naik duluan!!!” ucap Luciel sambil menyiapkan sihir penguatan di kakinya.


“Accelerate” Luciel mengaktifkan mantranya.


Luciel lalu melesat menghampiri 6 ekor Lycanthrope yang menghampirinya.


Sat Set Sat Set. Luciel menghindari 4 serangan Lycanthrope sambil tetap berlari. Luciel lalu melakukan koprol menghindari ayunan palu godam di depanya.


‘Tinggal satu lagi,’ pikir Luciel.


Lycanthrope di depannya lalu menebaskan kapaknya, namun Luciel melakukan gerakan Sliding dan meluncur di kolong kaki Lycanthrope tersebut. Setelah berhasil melewati para Lycanthrope tersebut, Luciel berlari lagi untuk mencapai tangga. Setelah mencapainya, Luciel lalu mulai menaiki tangganya. Tak lama kemudian, Luciel lalu melirik ke bawah dan melihat para Lycantrhope sedang menaiki tangga untuk mengejarnya. Luciel lalu mengambil sebuah batu besar di dekatnya dan membawanya ke lubang tempat di keluar.


Para Lycanthrope tersebut lalu melihat sosok Luciel di atas mereka sedang mengangkat batu lalu dengan kompak menggeleng – gelengkan kepala mereka.


“ Adios “ Luciel lalu melemparkan batu besar tersebut dan BAMMM!!! Batu itu menghantam mereka dan membuat mereka terjatuh dari ketinggian 10 meter.


Luciel lalu melihat keadaan Alan yang masih di kejar – kejar oleh sisa Lycanthrope.

__ADS_1


“ Tolong akuu Luciel!!!!” Teriak Alan sambil berlari.


“ Cepat naik!!!”


Luciel lalu mencari sebuah batu lagi untuk menyerang Lycanthrope yang mengejar mereka.


Ketika dia kembali membawa sebuah batu, Alan sedang menaiki tangga di ikuti oleh Lycanthrope di bawahnya. Ketika Alan sudah sampai dia atas dan Luciel hendak melempar batunya.


“ Sini, biar aku saja “ Alan merebut batunya dari Luciel dan melemparkannya ke Lycanthrope yang mengejar mereka dan BAMMMM!!!.


“ Makan tuhh Anjing!!! Lain kali jangan pernah mengejar lagi Lord Alan!!!” teriaknya.


“ Hahhhh… hah…. Aku lelah sekali!!!” Ucap Alan yang kemudian terduduk lemas.


Mereka sekarang berada di level 3 dan setelah beberapa saat beristirahat, mereka lalu kembali melanjutkan perjalanan mereka ke permukaan. Tak lama kemudian mereka menemukan tangga yang mengarah ke area level 2 pertambangan, namun mereka melihat sesuatu.


“ Sial, monster itu berada tepat di depan tangganya,” umpat Alan.


Struktur area level 3 hanya memiliki satu arah menuju ke atas saja dan banyak terdapat sebuah jurang yang mana, yang mereka harus lakukan untuk mencapai tangganya ialah berhadapan langsung dengan monster tersebut,


“ Bagaimana rencananya Kuciel?” tanya Alan.


“Semua rencana kita tidak ada yang berhasil dengan baik semua kau tahu,” jawab Luciel.


“Itu karena kau tidak memikirkannya dengan lebih baik,” ujar Alan.


“ haaahh…” Luciel hanya bisa menghela nafas mendengar kata – katanya.


“ Baiklah, aku akan alihkan perhatiannya dan bang Alan majulah terlebih dahulu.”


Mereka lalu mulai bersiap dan Luciel keluar dari batu persembunyian mereka dan berlari.


Lycanthrope raksasa itu melihat Luciel dan mulai mengejarnya. ‘Dia cepat’ pikir Luciel.


Luciel lalu mulai mengaktifkan Accelerate di kakinya. Ketika monster itu sudah agak jauh dari tangga, Alan mulai berlari. Namun Lycantrhope itu mendengar suara langkah kakinya dan berbalik.


“ Awuhhhhhhh!!!!” Dia lalu melolong dan mengejar Alan mengabaikan Luciel yang padahal berada lebih dekat di depannya.


“ APAAA!!! MENGAPA??!!!” Alan bertanya – tanya mengapa Lycanthrope raksasa itu mengejarnya.


“ Dia terlihat tampak marah!!! Apa yang sudah kau perbuat??!!” tanya Luciel sambil berlari mengejar Lycanthrope tersebut.


“ Gw gak tahu bodoh!!!!” Bohong Alan. ( Alan ngencingin muka Lycanthrope raksasa di chapter Sialan )


Lycantrope itu lalu hendak mengayunkan palu ke si Alan namun Luciel melompat ke punggungnya dan menusuk – nusuk belatinya ke tubuhnya.


“ Pergilah duluan!!!” perintah Luciel.


Lycanthrope itu lalu menggoyang – goyangkan tubuhnya untuk melepaskan Luciel di punggungnya. Dia lalu melompat – lompat yang membuat Luciel merasa pusing dan melepaskan peganganya dan terjatuh. Lycanthrope itu lalu mengangkat palunya mencoba untuk menghancurkan Luciel. BAMMM!!!! Luciel dapat menghindar dengan melakukan koprol. BAMMM!!! BAMMM!!! Lycanthrope itu tanpa henti mengayunkan palunya. Luciel dengan beruntung dapat menghindari seranganya, namun dia mulai kelelahan.


“ Lightning Shock” Sebuah sihir melesat kea rah Lycantrhope tersebut.


‘Sihir ini, kak Serlina?’ Luciel lalu melihat Serlina di atas tangga dan Paul yang membantu Alan naik.


Lycantrhope raksasa itu lalu mencoba mengayunkan palunya kembali seolah – lah tak merasakan sihir yang di keluarkan oleh Serlina. BAMMM!!!. Luciel kembali menghindar.


‘Aku tidak bisa menghindar terus – terusan’ Dia lalu melihat sebuah tali tambang yang menggelantung di tengah sebuah jurang dan sudah memutuskan apa yang akan dia lakukan.


Luciel lalu berlari menggunakan Accelerate menuju ke tepian jurang.


“ Bodoh!!! Apa dia mau bunuh diri?!!” ucap Serlina.


Luciel lalu melompat dan menangkap tali tersebut, namun tali itu tidak cukup panjang untuk sampai ke tangga. Luciel lalu melompat ke dinding – dinding gua dan mulai berjalan di dinding sebanyak tiga langkah memanfaatkan momentum kecepatannya dan melompat ke arah tangga.


Luciel berhasil menggapai tangganya dan mulai naik ke permukaan. Paul, Serlina dan Alan hanya bisa menganga melihat gerakan Luciel.


Setelah naik ke level 2, Luciel lalu terduduk lemas kelelahan sambil menghela nafas. Luciel lalu melihat mereka bertiga masih menatapnya.


“ Apa?” Luciel bertanya kebingungan dengan ekspresi mereka.


“ Tidak apa – apa, ayo kita ke permukaan sebelum mereka sampai kesini,” ucap Paul.

__ADS_1


“ Ya, ini hari yang sangat melelahkan,” jawab Luciel.


__ADS_2