The Devil Tears : Lord of The Night

The Devil Tears : Lord of The Night
Arc 1 Chapter 23 : Absolute Duo


__ADS_3

Ketika berpapasan dengan hunter tersebut, Luciel diberi tahu bahwa terdapat sebuah makhluk yang membantai para hunter – hunter yang sedang melakukan pembasmian. ‘ Kuharap dia baik – baik saja ‘ Luciel lalu mengambil rute berbeda dari hunter yang dia temui dan mengambil arah kiri ketika di persimpangan ketiga.


Setelah beberapa saat menyusuri jalan, Luciel kembali melihat sebuah persimpangan. Namun dia mendengar samar - samar bunyi seseorang tengah bertarung dari sebuah lorong kanan persimpangan tersebut.


Luciel lalu bergegas pergi ke lorong tersebut dan tidak lama kemudian, Luciel melihat Liz sedang bertarung dengan sebuah makhluk humanoid dengan berwajah tikus dan mempunyai cakar – cakar yang tajam.


Makhluk itu berhasil menyudutkan Liz dan bersiap untuk menghabisinya. Luciel lalu mengaktifkan Accelerate. Luciel lalu memegang belatinya dengan teknik Reverse Grip. STABBBB!!! Luciel berhasil mendaratkan serangannya tepat di jantung makhluk tersebut.


“ Backstab-ku berhasil “ Darah bercucuran dari dada makhluk tersebut. Luciel lalu mencabut belatinya dan makhluk itu pun terkulai lemas lalu terjatuh.


“ Kau tidak apa – apa Liz? “ Tiba – tiba Liz pun memeluk Luciel.


Luciel pun terkejut dengan Liz yang tiba – tiba memeluknya.


“ Kau sudah melewati banyak hal Liz “ Luciel mencoba menenangkan Liz


“ Ummm “ Liz pun mengangguk dan menyandarkan kepalanya di bahu Luciel untuk istirahat sejenak.


“ Hey, ayo kita kembali ke permukaan. Atau Liz lebih suka kugendong lagi? “ Goda Luciel.


“ Tidak, aku masih bisa berjalan “ Liz pun tersenyum.


Mereka lalu mulai berjalan ke permukaan.


“ Dimana yang lainnya Liz, aku menemui seorang Hunter yang berhasil melarikan diri, dia bilang Hunter lainnya tebunuh oleh makhluk itu “ Luciel lalu menceritakan bagaimana dia bisa kesini.


“ Ya, kurasa makhluk itu tidak hanya menyerang tim kami saja Ciel “ Liz lalu mengingat pertempuran yang barusan dia lewati. “ Makhluk itu walaupun tidak memiliki kekuatan sebesar Hobgoblin, namun kecepatan dan instingnya sangatlah jauh di atasnya “ Liz lalu menceritakan kejadian – kejadian yang terjadi selama pembasmian.


“ Ngomong – ngomong Ciel. Apakah Ciel menggunakan sebuah parfum? “ Liz menciumi bau badan Luciel.


“ Ah… aku menggunakannya untuk berjaga – jaga jika monster tikus masih banyak ketika aku masuk tadi. Awalnya aku akan memberimu, akan tetapi kau sudah menghilang duluan tadi pagi “ Luciel lalu memberitahu fungsi dari ramuan yang dibuatnya.


“ Jadi begitukah caranya Ciel dapat memberikan makhluk itu serangan kejutan “ Makhluk itu tak menyadari Luciel karena baunya sudah berbeda dengan manusia.


Setelah beberapa saat mereka berjalan tiba – tiba mereka menyadari ada sebuah sosok di belakang mereka. Luciel pun berbalik dan menahan sebuah tusukan yang mengarah padanya dengan kedua tangan.

__ADS_1


STABBB!!!!


Cakarnya lalu menembus telapak tangan kiri Luciel. Makhluk itu lalu menendang Luciel dan membuatnya terpental.


“ Aghhhh!!! “ Teriak Luciel kesakitan.


“ Ciel !!! Bagaimana dia masih bisa bertahan dengan serangan telak seperti itu “ Liz kebingungan dengan bagaimana makhluk itu dapat hidup kembali.


Liz pun bersiap – siap kembali dan menghunuskan pedangnya.


Luciel yang baru saja terpental mencoba bangun. ‘ Sial sakit sekali ‘ Luciel lalu melihat tangan kirinya yang tertusuk mengucurkan banyak darah. Dia lalu mengolesinya dengan sebuah racikan tanaman.


Di sisi lain, Liz sedang bertarung dengan makhluk yang menyerang mereka, namun Liz yang sudah kelelahan sudah tidak bisa mengimbanginya. Mahkluk itu lalu menendang Liz tepat di ulu hatinya yang membuat Liz terjatuh kesakitan.


Luciel lalu datang membantu dengan hanya satu tangannya yang berfungsi.


“ Liz kumpulkanlah mana gunakanlah serangan itu “ Luciel lalu memberikan intruksi kepada Liz. Dan Liz tahu apa yang Luciel Maksud dengan serangan itu.


“ Apapun yang terjadi jangan batalkan serangannya. “


Luciel lalu berhadapan satu lawan satu dengan makhluk di depannya.


‘ Aku harus mengulur waktu ‘ Luciel lalu meminum sebuah botol yang ada di Sakunya ‘ Pahit ‘. Makhluk itu lalu berlari dengan sangat cepat menghampiri Luciel.


Luciel melihat pergerakannya lalu mencoba melompat mundur dengan Zig – Zag. Namun makhluk itu lebih cepat dan mencoba mengarahkan cakarnya ke arah dada Luciel.


Luciel dengan beruntung mampu menghindari serangan itu, namun serangan selanjutnya akan sangat sulit Luciel hindari.


Makhluk itu melancarkan sebuah tendangan mengarah ke arah kepala Luciel. Luciel mencoba menahannya dengan tangan kanannya namun tidak dapat menyerap daya hantam tendangan makhluk itu. Luciel pun lalu terpental.


Luciel menahan dengan sekuat tenaga agar dia tidak memuntahkan air yang sedang berada di mulutnya. Makhluk itu lalu bersiap menghabisi Luciel dan melesat ke arahnya menunjukkan cakarnya yang tajam.


Makhluk itu menusukkan cakarnya ke arah jantung Luciel. Namun Luciel berhasil sedikit menghindar dan cakar itu menusuk pada bahu kiri Luciel. Luciel lalu menyemburkan cairan yang dia minum tepat ke hidung makhluk itu. Makhluk itu melepas Luciel dan mulai memegang hidungnya. Luciel lalu terkulai lemas dan meneriakkan.


“Sekarang Liz!!! “

__ADS_1


“Roger. Ignite “ Pedang Liz lalu mulai mengeluarkan asap. Liz memasang kuda – kuda.


“Enchant.“ Pedang Liz lalu mengeluarkan kobaran api dan perlahan api itu terserap kedalam pedang Liz.


Liz lalu melesat menggunakan Accelerate mengarahkan pedangnya ke jantung makhluk tersebut.


STABBBB!!! Pedang Liz lalu tertancap pada jantung Makhluk itu.


“ gghhuarrhhh “ Makhluk itu mengeluarjan darah di mulutnya.


“ Release “ Lalu kobaran api mulai menyala didalam tubuh makhluk tersebut. Mulutnya mengeluarkan asap.


“ Enchantt !!! “ Liz lalu mengulangi apa yang dia lakukan dan memusatkan mananya di tangannya dan menyalurkannya ke pedangnya.


“ Fire Expulsion !!! “ BLASSSTTT!!! Tubuh bagian atas makhluk itu lalu hancur berkeping – keping. Menyisakan tubuh bagian bawahnya saja.


Clang!!! Clang!!! Lalu terjatuhlah sesuatu dari tubuh monster tersebut. Bentukanya seperti sebuah bola berukuran segenggam tangan orang dewasa. Liz lalu bergegas menuju Luciel yang sedang terkulai lemas.


“Heyy, Ciel!!! Kau tidak apa – apa?“ Luciel melihat Liz yang datang kearahnya dan tersenyum.


“Tadi itu sangat beresiko kau tahu,“ Liz menegurnya


“Ya, tapi kita akhirnya bisa mengalahkannya. Dan Liz tadi terlihat sangat menakjubkan ketika melakukan gerakan tadi,“ puji Luciel.


“Aku baru kali ini mempraktekannya dalam pertarungan sungguhan kau tahu,“ ungkap Liz.


mereka lalu menghampiri jasad makhluk itu membawa bagian tubuhnya dan mengambil sebuah bola yang terjatuh dari makhluk itu.


“Apa itu Ciel?“


“Aku tidak tahu, kita tanyakan nanti di Guild. Untuk sekarang ayo kita kembali ke permukaan,“ ajak Luciel.


Luciel dan Liz lalu mulai bejalan kembali menuju ke permukaan.


Quest yang awalnya hanya membasmi beberapa monster kecil saja, menjadi pertarungan maut dengan sebuah makhluk pembunuh.

__ADS_1


__ADS_2