The Devil Tears : Lord of The Night

The Devil Tears : Lord of The Night
Arc 2 Chapter 9 : Rencana Yeriel


__ADS_3

[ Kota Freidburg, Tahun 735 Bulan 5 hari ke 17 ]


Setelah membunuh monster itu Pendeta Bath lalu mulai kembali mengingat anak – anak yang telah menghilang selama 6 bulan terakhir ini. Di sisi lain, Luciel yang tengah terbaring kesakitan karena lemparan monster itu mengambil sebuah botol di kantungnya dan meminum ramuan obat yang di siapkan sebelumnya.


“Awww, kurasa tulang bahuku bergeser,” gumamnya.


Luciel lalu mencoba berdiri dan mendekati pendeta Bath yang sedang memeriksa keadaan tiga anak tersebut.


“Maafkan aku anak – anakku, karena membiarkan hal ini terjadi pada kalian,” ucap Pendeta Bath yang terlihat sedih mengetahui salah satu dari tiga anak tersebut tidak dapat terselamatkan.


Luciel lalu melihat salah satu anak tersebut. Dia adalah Shia, anak yang tidak sengaja mencoret tangan Luciel dengan krayonnya kemarin. Karena itulah Luciel dapat menyadari keberadaan anak – anak yang menghilang tersebut.


“Nak Luciel, bawalah sisa – sisa dari monster tadi untuk nanti kita analisa. Kita lebih baik segera membawa anak – anak ini untuk segera dilakukan pemulihan,” ucap Pendeta Bath.


“Baiklah.”


Mereka lalu membawa anak – anak itu ke panti asuahan. Sekembalinya, beberapa pasukan patrol yang di pimpin oleh Lando sudah berada di sana. Luciel, Pendeta Bath dan Lando lalu berada di sebuah ruangan untuk mengevaluasi apa yang terjadi dalam peristiwa ini. Terlihat sisa – sisa pohon dari monster tersebut berada di meja di hadapan mereka bertiga.


“Jadi, monster ini pelaku di balik hilangnya anak – anak selama 6 bulan terakhir?” tanya Lando.


“Ya, Dua dari tiga anak yang sedang dia konsumsi selamat,” jawab Pendeta Bath dengan nada yang menyesal.


“Lalu, mengapa monster ini memiliki kemampuan untuk menghapus keberadaan korban yang dia tangkap?” tanya Lando kembali.


Itulah yang menjadi pertanyaan utama dari Pendeta Bath dan Luciel. Luciel lalu memegang salah satu batang tentakel sisa – sisa dari monster tersebut. Dia kemudian menemukan beberapa butir bola kecil yang tertempel di tentakel tersebut.


“Kurasa ini penyebabnya,” ucap Luciel menunjukan temuannya kepada Pendeta Bath dan Lando.


“Di setiap tentakelnya memiliki bola – bola kecil yang memiliki jejak mana. Kurasa monster ini adalah sebuah eksperimen dari Devil Cult,” jelas Luciel.


Mendengar pendapat Luciel, ekspresi Lando langsung berubah menjadi suram.


“Kurasa, lebih baik mengirimkan sisa – sias monster ini ke Menara Sihir Hannover untuk di lakukan penelitian agar kita mengetahui bagaimana monster ini dapat melakukan hal yang sangat mengerikan itu,” ucap Lando.


Biasanya, monster setingkat itu tidak akan perlu perhatian yang khusus karena tidak terlalu mengancam warga banyak. Akan tetapi, dengan kemampuannya menghilangkan ingatan keberadaan tentang kobrannya, monster ini menjadi makhluk yang cukup berbahaya karena metodenya menangkap korbannya sulit di deteksi.


Setelah selesai mengevaluasi keadaan, Lando lalu membawa sisa – sisa monster itu untuk di bawa ke Menara Sihir Hannover. Ketika Lonceng ketiga berbunyi, Connis kembali datang ke panti asuhan dengan segera setelah ingatan tentang adiknya kembali. Dia menangis dan mengucapkan terima kasih kepada Pendeta Bath dan Luciel.

__ADS_1


“Nak Luciel, bagaimana aku harus berterima kasih atas bantuanmu dalam menemukan dan membunuh monster ini? Tanpamu, mungkin akan banyak lagi korban yang monster itu dapatkan dan Nak Connis tidak akan bertemu dengan adiknya lagi,” ujar Pendeta Bath.


“Aku hanya menjalankan Quest yang aku ambil Pendeta Bath. Kau bisa melaporkannya ke Guild dan memberikan upah penyelesaiannya kepada Guild,” jawab Luciel sambil tersenyum.


“Baiklah, namun terimalah ini sebagai salah satu bentuk terima kasihku padamu,” Pendeta Bath lalu mengambil sebuah tasbih kecil di kantungnya dan memberikannya kepada Luciel.


“Apa ini Pendeta Bath?”


“Itu adalah sebuah artifak pertahanan yang aku miliki ketika sedang menjadi seorang Hunter dulu. Efeknya yaitu, mengeluarkan sebuah pertahanan yang sulit di tembus walaupun dari serangan monster tingkat 5,” jawab Pendeta Bath.


“Baiklah, terima kasih atas artifaknya Pendeta Bath,” ucap Luciel sambil tersenyum.


Dia lalu berpamitan dan kembali pulang untuk beristirahat di rumahnya.


“Aku menerima luka yang cukup lumayan hari ini,” gumam Luciel.


Tulang bahunya yang bergeser masih memerlukan waktu untuk pulih walaupun sudah meminum ramuan penyembuh buatannya.


“Kurasa aku harus berlibur dan beristirahat untuk seminggu ini.”


**********


Di sebuah lembah di Republik Florentia, terdapat sebuah Kastil yang menjadi rumah bagi Vampir bangsawan murni Keluarga Dracul. Di sebuah ruangan, terdapat tiga orang yang sedang melakukan sebuah percakapan. Yeriel di dampingi pelayan setianya Albert sedang melakukan pertemuan dengan seseorang membahas tentang eksperimen untuk membangkitkan Kakaknya.


“Bagaimana dengan hasil penelitiannya Torgill?” tanya Yeriel.


“Nona Yeriel, aku masih membutuhkan beberapa Elixir khusus untuk memulai operasi untuk membangkitkan kembali Tuan Vlad,” jawab Torgil, seorang Pria Ras Nordland yang melayani Keluarga Dracul sebagai peneliti magis.


Kakaknya Vlad, adalah pelaku utama di balik serangan Iblis kepada Rhine Duchy. Konjungsi yang dia buat membuat Kerajaan Bavaria menjadi pincang dan banyak korban berjatuhan dan mengungsi. Vlad sendiri menerima luka yang cukup serius yang membuatnya tak sadarkan diri selama 3 tahun terakhir ini.


“Seserius itukah sihir Divine yang dia terima dari Camillus?” tanya Yeriel.


“Ya Nona Yeriel. Serangannya waktu itu hampir sama dengan yang di lakukakn oleh Pahlawan 800 tahun yang lalu,” jawab Torgill.


Bip! Bip! Bip! Sebuah cahaya tiba – tiba keluar dari gelang yang di kenakan oleh Torgill.


“Ada apa Torgill?” tanya Yeriel.

__ADS_1


“Ah tidak apa – apa Nona Yeriel. Ini adalah sebuah tanda jika salah satu eksperimenku hancur,” jawab Torgill.


“Apakah monster yang baru – baru ini kau buat?” tanya kembali Yeriel.


“Ya Nona. Aku terkejut karena monster ini hancur lebih cepat dari yang aku perkirakan,” jawabnya.


“Monster itu kau buat khusus untuk melakukan sebuah kepanikan di daerah tertentu agar operasi – operasi yang akan kita lakukan nanti tidak memiliki banyak hambatan,” ujar Yeriel.


Setelah selesai melakukan pembicaraan dengan Torgill. Yeriel lalu mulai membahas rencananya kedepan dengan Albert di ruangannya.


“Albert, bagaimana laporan intel kita mengenai konflik yang di sebabkan oleh kakakku?” tanya Yeriel.


“Seperti yang Nona Yeriel ketahui, Kerajaan Bavaria sedang mengalami keterpurukan setelah kejadian Konjungsi yang dilakukan oleh Tuan Vlad. Raja Konrad melakukan sebuah kesepakan dengan Duke Ferdinand untuk menikahkan Putrinya dengan pewarisnya untuk memberikan pinjaman untuk Kerajaannya,” ucap Albert. “Keduanya akan bertemu 2 minggu lagi dan melaksanakan perayaan pertunangan mereka berdua 2 bulan kemudian,” tambah Albert.


“Lalu, bagaimana pertemuan negosiasi gencatan senjata yang terjadi antara Federasi Nordland dengan Kerajaan Bavaria?” tanya Yeriel kembali.


“Menurut laporan intel kita, negosiasinya tidak mencapai kesepakatan apapun. Dan menurut perkiraan intel kita, perang kemungkinan besar akan berlanjut ketika waktu masa gencatan senjata berakhir melihat kondisi dari Raja Svend dari Nordland yang kesehatannya semakin memburuk,” jawab Albert.


“Pangeran Sigurd yang akan berkemungkinan besar naik tahta selanjutnya jika peperangan terus terjadi kurasa,” ujar Yeriel.


“Albert, seberapa besar kemungkinan Republik Florentia dan Kekaisaran Suci Isenburg akan terseret dalam konflik ini?”


“Mengapa Nona Yerial dapat bertanya demikian?” tanya balik Albert karena terkejut dengan apa yang Yeriel katakan.


Jika Kekaisaran Suci Isenburg dan Republik Florentia ikut terseret dalam perang ini, maka bisa kemungkinan terjadi perang yang lebih besar.


“Kurasa, ada seseorang di balik layar yang ingin hal itu terjadi,” ucap Yeriel. “Ada pepatah kuno dalam dunia iblis yang mengatakan, Kekacauan adalah sebuah kesempatan emas untuk meraih sesuatu,” jelasYeriel sambil tersenyum membayangkan berbagai kemungkinan scenario yang akan terjadi.


“Bagaimana menurutmu jika pewaris Freidburg Duchy terbunuh ketika perayaan pertunganan terjadi dan terbukti salah satu dari patriarch dari Republik Florentia terlibat di dalamnya?” tanya Yeriel.


“I-itu berkemungkinan besar akan membuat Kekaisaran akan menuntut kompensasi yang sangat tinggi kepada Republik melihat pengaruh Duke Ferdinand miliki di Kekaisaran,” jawab Albert.


“Ya. Jika tuntutan mereka di tolak, maka perang akan terjadi. Kita tahu bahwa Republik Florentia membantu Federasi Nordland dalam peperangannya di balik layar dan Kekaisaran Suci Isenburg memiliki hubungan diplomasi yang kuat dengan Kerajaan Bavaria,” jelas Yeriel.


Dia lalu berdiri lalu berjalan ke arah balkon dan memandang dua sinar rembulan pada malam hari itu.


“Peperangan yang melibatkan 4 negara akan terjadi. Pada saat kekacauan itu terjadi, kita akan melakukan sebuah operasi untuk mendapatkan Elixir khusus yang ada di Kekaisaran Suci Isenburg untuk membangkitkan kakakku,” ucap Yeriel terlihat bertekad.

__ADS_1


Torgill menjelaskan bahwa, kakaknya harus mengkonsumsi 8 Elixir khusus yang dimiliki oleh beberapa bangsawan yang berpengaruh di berbagai negeri untuk dapat bangkit dari keadaannya yang sekarang.


__ADS_2