
Pembasmian yang terjadi di reruntuhan sudah mencapai akhir. Liz sedang menghadapi seekor Gremlin bersayap yang terbang di atasnya. Gremlin itu mencoba menyerang Liz, namun Liz berhasil menghindarinya. ‘Menghindarinya sangat mudah, namun aku tidak memiliki serangan yang cukup kuat dan cepat untuk mengenainya di udara.’ Liz lalu mengingat serangan yang digunakan oleh Rhea.
Liz lalu mengumpulkan mana dan menahannya di pedangnya. Gremlin itu mulai terbang mengelilingi Liz, mencari sebuah celah.
Liz menarik nafas dalam – dalam dan menirukan gerakan yang dia lihat tadi. Pedangnya mulai mengeluarkan sebuah api.
“ Haaa!!!!” Liz melepaskan sebuah tebasan yang mengarah ke Gremlin tersebut.
Sebuah Shockwave dengan api di sekelilingnya lalu melesat ke arah Gremlin tersebut.
BOMBBB!!!!
“ Keakkkk!!!!” Gremlin tersebut lalu terjatuh setelah terserang oleh teknik Liz.
‘Kecepatannya lebih cepat dari mantra Fireball, namun masih lebih lambat dari serangan kak Rhea. Aku harus lebih menyempurnakannya.’
Setelah beberapa lama bertarung, para ksatria suci berhasil menemukan lingkaran sihir pemanggil monster - monster di reruntuhan lalu menghancurkannya.
Mereka menuntaskan Questnya lebih cepat daripada yang di perkirakan, dikarenakan mereka tidak menemukan seorang Summoner yang membuat lingkaran sihirnya.
Setelah menerima imbalan mereka, Liz dan Four Horsemen berpisah karena Liz ingin berlatih terlebih dahulu di dekat sungai Rhine sebelum kembali ke Kota.
Matahari telah mencapai pucak tertinggi yang menandakan telah memasuki siang hari. Setelah beberapa saat melakukan latihan, Liz lalu pergi ke sungai untuk membersihkan perlengkapannya.
Namun ketika sampai di tepi sungai, Liz melihat tubuh seorang pria yang hanyut di bawa arus sungai. Liz lalu mulai berlari dan berenang mencoba menolongnya.
Setelah Liz membawanya ke tepian, Liz melihat pria itu memiliki beberapa luka di sekujur tubuhnya. Liz lalu melakukan pertolongan pertama mencoba mengeluarkan air yang telah masuk ke tubuh pria tersebut.
Setelah melakukan pertolongan pertama, Liz lalu memutuskan untuk menunggu hingga pria itu siuman.
Liz memperkirakan usia pria itu berumur 30an dan di lihat dari perlengkapanya, dia seperti seorang Hunter.
‘Siapa sebenarnya orang ini?’ Liz bertanya – tanya.
*********
Luciel dan Alan berenang ke tepian sungai setelah beberapa menit menit terbawa arus sungai.
“ Hahh… hahhh, kau gapapa bang Alan?” Tanya Luciel sambil terengah - engah.
“ Gw cape banget…” ujar Alan.
Luciel lalu melihat sekelilingnya dan mencoba mencari tempat untuk beristirahat.
“ Dimana kita?” Tanya Alan.
“ Aku tidak tahu, kita harus mencari tempat sembunyi. Kurasa mereka akan mencari kita,” ucap Luciel.
Mereka lalu berjalan beberapa saat dan beristirahat di sudut gua. Luciel lalu melepaskan sepatunya yang kemasukan air.
“ Lalu, apa yang kita lakuin sekarang?” Tanya Alan.
‘ Bukannya kau seorang senior yang harusnya membuat keputusan’ umpat Luciel dalam hati.
“ Kurasa kita berada di bagian bawah level 5,” ucap Luciel.
__ADS_1
“Lalu apa yang lo tunggu? Ayo kita bergerak,” ujar Alan.
Mereka lalu mulai bergerak mencari tangga untuk naik ke permukaan. Setelah beberapa lama mereka bergerak, mereka menemukan sebuah lubang yang mengarah ke atas. Luciel lalu menatap Alan.
‘Kau duluan’ Alan memiliki ekspresi yang mengatakan seperti itu.
“ Hahhh…” Luciel lalu mulai memanjat ke sebuah lubang yang memiliki luas 1 meter tersebut.
Beberapa saat kemudian Luciel sampai di tepi lubang tersebut dan mulai mengintip sekitarannya.
Luciel melihat belasan Lycanthrope yang sedang memakan beberapa pasukan patrol yang telah mati.
“ Hey, apa yang kau lihat Suriel?” Tanya Alan.
“ Shhhhhh!!!” Luciel mengisyaratkanya untuk diam. “Kita harus mencari jalan lain,” ucap Luciel.
.
.
.
Di sisi lain Paul dan Serlina telah mencapai level 1 dan menyerahkan bandit itu kepada Garth.
“ Kita tak memiliki cukup personil untuk membasmi mereka semua,” ucap Garth
“Tapi, dua rekan kami masih berada di dalam sana,” balas Serlina.
“Kita akan menyelamatkan mereka nanti setelah meminta bantuan kepada Wathcmeister,” jelas Garth. “Kalian bisa melakukannya sendiri ke dalam sana jika kalian mau, akan tetapi pasukan patrol akan mundur terlebih dahulu.”
Garth lalu meninggalkan mereka dan bersiap untuk memipin pasukan patrol kembali. Pasukan patrol telah menelan 6 korban jiwa di dalam tambang tersebut.
Mereka pun masuk kembali dan berencana menunggu di katrol yang mengarah ke level 3.
**********
Liz POV
Liz sedang menyiapkan kayu bakar untuk memasak kelinci yang baru saja dia buru, namun dia mendengar sesuatu.
“ ahh… agghhhh!”
Pria yang dia selamatkan tiba – tiba terbangun.
“ Jangan bergerak terlebih dahulu, kau masih terluka parah,” ucap Liz.
“ Dimana ini? Dan siapa kau?” Pria itu melihat Liz dan menanyakan kondisinya.
“ Aku menemukanmu hanyut di sungai dan membawamu ke tepian,” jawab Liz.
Pria itu lalu seakan tersadar dan mulai meraba – raba mukanya. Tak lama kemudian dia berhenti dan tertunduk seakan memikirkan sesuatu.
“ Begitukah, kau telah menyelamatkanku. Terima kasih gadis muda,” Pria itu berterima kasih kepada Liz.
“ Sama - sama, dan kau bisa memanggilku Liz” Liz tersenyum dan kembali menyiapkan kayu bakarnya sambil menanyakan beberapa pertanyaan.
__ADS_1
“ Jadi, mengapa tuan bisa hanyut di sungai?” Tanya Liz.
“Oh, aku seorang hunter dan sedang memburu seorang monster tadi,” pria itu lalu menunjukkan kartu Hunternya kepada Liz.
Liz lalu mengambilnya dan melihat data yang ada pada kartu tersebut.
Nama : Rolf
Rank : Gold
Role : Sword dancer
Status : Solo aktif
Peringkat Guild : 49 dari 3890
Liz terkejut melihat tingginya peringkat pria yang dia tolong.
“Sepertinya kau seorang hunter juga, namaku Rolf, ” Rolf tersenyum dan memperkenalkan dirinya.
“Ya, aku baru saja menyelesaikan sebuah Quest pembasmian di reruntuhan,” ungkap Liz.
“ Begitukah”
Liz lalu membakar kelinci yang telah dia dapatkan dan menawarkannya kepada pria tersebut. Setelah makan mereka lalu berbincang – bincang.
“Benarkah?!!! Anda adalah mantan seorang ksatria suci?” Tanya Liz terkejut mendengarnya.
“Ya, namun itu sudah agak lama semenjak aku keluar,” ungkap Rolf.
“Mengapa anda keluar?” Tanya Liz.
“Aku memiliki seorang putra berusia sama sepertimu yang sedang sakit, jadi aku keluar untuk mencari informasi tentang metode penyembuhannya,” jelas Rolf.
"Mengapa tidak ke pendeta? kurasa dengan Rank Hunter yang tuan miliki, tuan tidak akan kesusahan membayarnya," ucap Liz.
"Penyakit anakku sedikit spesial," jawab Rolf.
Liz lalu tidak menanyakan lebih lanjut dan mengganti topik.
“Begitukah, aku bermimpi ingin mejadi seorang ksatria kau tahu,” ungkap Liz menjelaskan impiannya dan perjalanannya bagaimana dia bisa sampai saat ini serta alasannya untuk menjadi seorang ksatria.
“Kau mempunyai mimpi yang hebat Liz,” ucap Rolf.
Rolf lalu memikirkan sesuatu sesaat dan berkata.
“Bagaimana jika aku menjadi mentor Liz?” Tanya Rolf.
Mendengar ini Liz tidak bisa menahan rasa senangnya dan berdiri.
“Sungguh?” Tanya kembali Liz untuk memastikan.
“ Ya, karena Liz telah menyelamatkanku, aku akan mengajarimu beberapa teknik seorang ksatria dan filosofis untuk menjadi seorang ksatria sejati,” ucap Rolf sambil tersenyum melihat gadis di depannya terlihat sangat senang.
Mereka lalu berbincang – bincang dan memutuskan untuk menunggu di sana hingga Rolf bisa kembali berjalan.
__ADS_1
...Author Note : Illustrasi Rolf...