
2 hari yang lalu di sekitaran reruntuhan Kota Elea…
Di malam hari terdapat seorang pria berjubah sedang melakukan ritual sihir.
Setelah kekalahan Pasukan Count Rudger di pertempuran Sungai Kuffstein yang menyebabkan Count Rudger dalam kondisi koma, moral pasukan Kerajaan yang berada di Kota Elea menurun. Para Nordland menguasai jembatan yang menjadi rute penting Kota Elea mengakibatkan mereka kesusahan mendapatkan Suplai logistik.
Mengetahui moral mereka sedang anjlok, para Nordland lalu memutuskan untuk menyerang Kota dan memenangkan pertarungan yang terjadi di sana. Hanya beberapa yang berhasil selamat dan pergi meninggalkan kota hidup di alam liar. Sedangkan para penduduk yang tidak bisa pergi, mereka perlakukan dengan sesuka hati mereka.
Pria berjubah itu lalu merapalkan sebuah mantra.
“ Aduna Sufetul “ Swossshhh! Lalu kilatan – kilatan cahaya hijau datang dan terkumpul di sebuah wadah magis.
“ Phewww… Kerja keras selama dua hariku akhirnya selesai. Tuanku pasti akan memberiku lebih banyak pengetahuan sihir nanti muehehehe… “ Pria itu lalu mulai merapikan barang – barangnya.
“ Sebaiknya aku cepat pergi selagi para Inquisitor tidak bisa kemari. “
Pria itu lalu mulai menghilang di kegelapan malam.
**********
Liz Pov.
“ Jadi Warlock itu adalah seorang penyihir yang ahli di bidang sihir kegelapan dan bisa mengutuk seseorang, ada berbagai macam tipe penyihir. “ Ethan sedang menjelaskan tipe – tipe penyihir kepada Liz.
Elementalist, Orang yang ahli sihir di bidang Element.
Soulmancer, Penyihir yang ahli sihir dibidang Jiwa makhluk hidup.
Warlock, Penyihir yang ahli sihir kegelapan.
Necromancer, penyihir yang ahli sihir kehidupan dan kematian.
Summoner, penyihir yang ahli dalam bidang pemanggilan.
...Author Note : Ada tipe – tipe penyihir Non – Combat juga seperti Purifier. Tapi akan di jelaskan nanti....
“ Terima kasih kak Ethan “ Liz berterima kasih kepada Ethan karena telah menjelaskan sesuatu yang berguna.
“ Nah, banyaknya monster dan mutan yang berkeliaran di sini bisa jadi ulah seorang Summoner,” jelas Ethan.
Tak lama kemudian mereka sampai di sebuah reruntuhan bekas sebuah menara sihir. 400 tahun yang lalu, seorang Master Elementalist bernama Saxon mendirikan sebuah menara sihir di Rhine Duchy. Menara sihir yang di bangunnya bahkan mampu menyaingi Menara Sihir Wuttenburg dalam kualitas penyihir – penyihir mereka pada saat puncak kejayaan mereka, luas menara sihirnya bahkan bisa di bandingkan dengan sebuah kota kecil.
Namun pada 120 tahun yang lalu menara sihir Saxon hancur dan ratusan penyihir yang berada di sana terbunuh karena sebuah eksperimen yang gagal. Reruntuhan itu dan area 20 Km sekitar reruntuhan atas izin Raja Heinrich II di segel dan baru bisa kembali di datangi 40 tahun lalu.
Sisa – sia penyihir Saxon yang masih hidup kembali mendirikan Menara sihir tidak jauh Dari Kota Rhine, namun kali ini setiap eksperimen besar yang akan di lakukan harus atas izin Kerajaan agar kejadian dahulu tak terulang kembali.
Dari kejauhan mereka dapat merasakan sebuah mana kegelapan mengelilingi reruntuhan. Terlihat beberapa monster di sekitarannya. Dada Liz berdegup kencang menanti musuh – musuh yang akan membuatnya menjadi kuat.
***********
Munichea adalah tempat dimana Duke Lambert menambang material – material seperti timah, granit, emas dan lain - lain. Luciel, Alan, Serlina dan Paul mulai masuk ke level lebih dalam. Penambangan mempunyai struktur seperti gua dan memiliki berbagai macam level. Setiap naik level maka akan semakin dalam mereka masuk ke dalam area penambangan. Di setiap level akan ada beberapa tangga yang akan membawa mereka turun ke level yang lebih dalam.
...Author Note : Illustrasi di dalam pertambangan....
__ADS_1
Setelah turun ke level 2 Luciel melihat beberapa bercak darah yang mengering ada di sekitaran gua.
“ Kurasa telah terjadi pertempuran disini, “ ucap Luciel.
Luciel lalu menemukan sebuah potongan tangan manusia yang mulai membusuk di sudut gua. Di jongkok lalu melihat lebih detail.
‘ Terlihat samar bekas gigitan' pikir Luciel.
“ Lebih tepatnya pembantaian,“ ucap Luciel.
“ Menurutmu apa yang membunuhnya? “ tanya Serlina.
“ Kurasa antara Mutan atau Lycanthrope,“ jawab Luciel.
“ DemiHuman? “ Tanya Paul.
“ Tidak, Demi Human adalah hasil eksperimen manusia dan hewan yang sukses ketika saat Raja Iblis memerintah separuh benua ini. “ Luciel lalu berdiri dan menjelaskan lebih lanjut.
“ Lycanthrope walaupun berdiri menggunakan dua kaki seperti demihuman, namun fisik dan instingnya masih sama seperti serigala pada umumnya. Kurasa intelejensi mereka masih di bawah Demihuman,“ Jelas Luciel.
“ Kau tahu banyak,“ ucap Serlina.
“ Well…Di hutan dekat Kota Elea tempat asalku pernah terjadi serangan Lycanthrope, jadi aku agak tahu sedikit tentangnya,“ Jawab Luciel.
‘ Akan tetapi, hanya aku dan dia yang tahu kejadian itu ‘ pikir Luciel.
“ Lalu apa yang akan kita lakukan? “ Tanya Alan.
“ Bukankah Kapten bilang kita harus menelusuri sampai level 5 dan berkumpul disana “ Jawab Serlina.
“ Hey Luciel, menurutmu bagaimana dengan kemampuan bertarung Lycanthrope? “ tanya Paul.
“ Lagian kalau kita tidak ke bawah mungkin kita tak akan mendapatkan bayaran nanti,“ ucap Alan.
“ Well. Itu alasan kita datang kesini,“ jawab Luciel.
Mereka lalu mulai kembali melakukan penelusuran. Tak lama kemudian mereka melihat 4 ekor Lycanthrope sedang mengobrol.
“ Grrhhahhaghooo “
“ Broghbrhooo “
Luciel lalu pergi mengintai untuk memastikan tidak akan ada musuh yang nanti tiba – tiba muncul jika mereka melawan 4 Lycanthrope itu. Selain itu, dia juga mencari posisi yang bagus untuk melakukan sebuah sergapan nantinya.
Luciel mengendap – endap di bayangan – bayangan tembok dan tak lama kemudian dia melihat 3 ekor lagi Lycanthrope. Luciel lalu memberikan sebuah kode 3 jari bagi rekan – rekannya.
Serlina lalu mulai menyiapkan sihirnya Sedangkan Paul dan Alan mulai maju.
“ Lightning Shock!! “ Serlina mengeluarkan sihirnya lalu muncul sebuah lingkaran sihir di atas keempat Lycanthrope itu dan BZZTTTTT!!!!
Keempat Lycanthrope itu tersetrum dan tidak bisa menggerakan badan mereka untuk beberapa detik.
Paul dan Alan tidak menyia – nyiakan kesempatan ini lalu mulai menyerang.
“ Anger!!! “ Alan menyerang menggunakan tekniknya dan menebas leher salah satu Lycanthrope.
“ Ragee!!!! “ Paul melakukan Full Swing ke salah satu Lycanthrope membelah tubuhnya menjadi dua.
“ Grhhhhh Awuuuuu “ salah satu Lycanthrope itu melolong.
__ADS_1
Lalu 3 ekor Lycanthrope di depan Luciel mulai pergi ke arah rekan – rekannya.
Luciel menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.
Di sisi lain Paul dan Alan sedang menghadapi sisa 2 ekor Lycanthrope.
“ Anger! Hatred! Cruel! “ Alan menebas – nebas kan pedangnya.
‘ Aku yakin 100 persen dia hanya melakukan tebasan biasa dan menamainya ‘ Pikir Luciel.
“ Kau akan cepat kelelahan jika berteriak – berteriak seperti itu “ Ucap Paul yang sedang menahan tinjuan Lycanthrope dan menunggu celah menyerang. Ketika Lycanthrope di depannya melakukan serangan lebar, dia lalu melakukan tebasan yang cepat.
“ Side Cleave “ Tubuh Lycanthrope itu lalu terbelah oleh pedang besarnya.
“ Hatred!!! “ Alan lalu menusukkan pedangnya dan lawan di depannya mati.
“ Mereka datang!!! “ Serlina memperingati mereka sambil dia menyiapkan sihirnya.
“ Grahhhhh!!! “ dua ekor Lycanthrope mencoba memukul Alan namun dia berhasil menghindarinya.
“ Anjing bodoh, punya mata gak? “ Seakan – akan mereka mengerti perkataannya, dua Lycantrhope itu lalu mengejar Alan.
“ Mereka itu serigala, bodohhh!!! “ Sanggah Paul sambil menahan seekor Lycanthrope.
Luciel lalu mengendap – endap akan menargetkan salah satu Lycanthrope yang mengejar Alan.
Dia lalu berlari dan melompat ke tubuh Lycantrhope itu dan mencoba menusukkan belatinya ke lehernya akan tetapi.
“ Hatredddd!!!! “ Alan mencoba menusukkan pedangnya ke Lycanthrope yang Luciel naiki.
“ Woahhhh!!! “ STABBBBB!!! Pedang Alan menembus ke perut Lycantthrope itu dan beruntung Luciel berhasil turun terlebih dahulu jika tidak, maka dia akan ikut tertusuk.
“ Heyyy, apa kau sudah gila Bung!! “ Protes Luciel.
“ Hehh.. itu karena kau menganggu pertarunganku, “ balas Alan.
Alan lalu menghampiri sisa seekor Lycantrhope lagi.
Sementara itu Paul dan Serlina sudah membunuh lawannya dan menghampiri Luciel.
“ Hatredd!!! Anger!!!! “ Alan kembali meneriakkan serangannya sambil menebas membabi buta.
Lawannya dengan mudah menghindari serangan – serangannya.
“ Hahhh…hahhh… Sial cukup tangguh juga. Mungkinkah kau Lycanthrope special hmmm,“ ucap Alan.
Lycanthrope itu lalu menggeleng – gelengkan kepalanya seakan – akan dia paham omongan si Alan.
“ Rasakan serangan pamungkasku, Divine Judgement!!! “ Alan lalu melompat dengan cepat dan menusukkan pedangnya ke dada Lycanthrope tersebut.
“ Dia bahkan menirukan nama serangan Grand Master Camillus,“ ucap Paul.
“ Grhhhhhaahhh!!! “ Lawannya pun mati setelah Alan menusuknya.
“ Lihat kannnn… hahh..ha… aku tidak butuh bantuanmu Suciel “ Dia menunjuk ke Luciel sambil terengah – engah.
“ Ya ya ya “ Luciel hanya mengangkat bahunya seakan menyerah.
“ Ayo kita lanjutkan perjalanan.“ Ucap Serlina.
__ADS_1
Merekapun lalu memasuki area tambang lebih dalam.