The Game Master

The Game Master
Insiden Berdarah


__ADS_3

Bintik - bintik cahaya muncul, menyebar dengan cepat, lalu terbentuklah sesosok bayangan manusia. Jika orang dari masa lalu melihat ini, tentu mereka akan mengira ini adalah teleportasi, atau orang yang datang dari dunia lain, atau bahkan megira ini adalah kemunculan Dewa.


Kemunculan pria muda itu tidak sampai satu detik. Namun tidak sampai satu detik pula ia tiba - tiba jatuh tersungkur, kepalanya membentur tanah dengan keras.


Ternyata ia tak sadarkan diri, dan rasa sakit di keplanya membuat ia tersadar. Sambil memegangi kepalanya ia coba merangkak bangun.


Pusing yang dialaminya serta pandangannya yang kabur hilang setelah ia mencoba untuk menggeleng - gelengkan kepalanya. Pikirannya jernih dengan cepat.


"Ahh... Kenapa aku akhir - akhir ini sering jatiuh dari tempat tidur? Padahal aku ti... rumput?! Aku di luar rumah? Ah, bukan. Dimana ini?"


Dengan cepat ia berdiri lalu memperhatikan sekitar.


Pria itu berada di atas bukit. Tepat di depannya ada sebuah pemukiman, yaitu sebuah desa. Desa itu dikelilingi oleh hutan. Banyak juga pepohonan di sekitar bukit itu. Ternyata ini adalah wilayah pedesaan.

__ADS_1


Belum sempat ia menjadi heran, pemandangan yang terpampang di hadapannya begitu membuatnya takjub.


Terlihat barisan pegunungan di kejauhan yang kehijau - hijauan. Di sisi lain juga terlihat cakrawala yang menjadi pembatas anatara hutan lebat di bumi dan langit biru yang cerah di langit.


Udara yang segar benar - benar terasa. Hembusan angin masuk lewat sela - sela bajunya. Suara angin itu juga sangat khas, ditambah dengan kicauan burung yang entah dari arah mana. Semua itu menenangkan hatinya. Dia benar - benar merasa lebih hidup.


Hal pertama yang membuatnya tersadar adalah pakaian yang dikenakannya. Itu terbuat dari kain kasar dan terasa agak tidak nyaman. Dia cukup yakin bahwa ia tidak mengenakan pakaian itu sebelumnya, melihat pun belum pernah.


"Kenapa aku bisa ada disini? Apa yang sebenarnya terjadi?"


"Mobil itu... mobil itu menabrakku. Aku terpental dan jatuh dengan keras. Kepalaku terasa sakait... tanganku... itu... itu..." Dia menggumam sendiri. Tapi kemudian matanya melebar seolah tidak percaya dengan ingatannya sendiri.


Apa yang ada di ingatannya adalah sesaat setelah ia memegangi kepalanya sendiri, ia lalu melihat apa yang ada di telapak tangannya, yaitu darah! Itu adalah telapak tangan yang penuh dengan darah berwarna merah yang menyala. Sangat banyak sampai mengalir ke pergelangan tangan lalu menetes - netes dari sikunya.

__ADS_1


Tangannya gemetaran saat itu, entah karena ia mulai kekurangan darah atau terlalu kaget dengan semua itu.


Dia berpikir keras, mencoba mengingat apa yang terjadi setelahnya. Tapi ia tak mendapat satu petunjuk apapun.


"Mungkin orang - orang di desa itu tau sesuatu, setidaknya aku harus tau nama dari tempat ini."


Baru selangkah ia berjalan, tiba - tiba terdengar suara yang tidak asing di telingannya, lalu muncul sesuatu dalam satu kedipan mata.


ding


[ Kau adalah pemain pertama Virtual Dynasty!


Mendapatkan title 'First Player' ]

__ADS_1


[ Gagal mendapatkan title ]


__ADS_2