The Game Master

The Game Master
Tekad


__ADS_3

"Begini, alasan kenapa kami tidak memburu orang itu adalah karena dia tidak mempunyai tempat persembunyian tertentu. Jumlah kami juga sedikit, apa lagi setelah orang itu mulai membunuh kami satu per satu. Kau bisa lihat sendiri, lengah sedikit saja bisa berakibat fatal. Karena itulah kami melakukan penjagaan yang lebih ketat dari biasanya, dan tentu saja kami tidak bisa meninggalkan pos penjagaan karena orang itu bisa datang kapan saja. Aku ingin kau untuk malakukan tugas yang tidak bisa kami lakukan, yaitu memburunya. Setelah kau bisa memastikan keberadaannya maka segera laporkan pada kami. Jika memungkinkan kau boleh membunuh atau menangkapnya. Apa kau mau menerima tugas ini?"


[ Quest : Perburuan Orang Gila


Kesulitan : G+


Penduduk Desa Lingka diresahkan oleh aksi orang gila yang membakar rumah dan membunuh orang - orang yang tak bersalah. Kepala Desa memintamu untuk mencari keberadaan orang tersebut.


Membunuh atau menangkapnya akan menambah jumlah reward.


Reward : ?? ]


'G+ ya... Situasi yang akan kuhadapi memang tidak bisa dipastikan. Bisa jadi orang itu sangat kuat. Tapi aku tidak punya pilihan lain. Lagi pula aku butuh informasi lebih banyak.'

__ADS_1


"Baiklah... akan aku usahakan."


[ Quest diterima! ]


"Bagus, bagus. Aku harap kau tidak mengecewakanku. Kalian kembali ke pos masing - masing. Kali ini kalian harus lebih hati - hati."


"Kalau begitu aku berangkat sekarang juga." Red tidak ingin membuang - buang waktu.


Red memutuskan untuk menuju hutan di sebelah timur desa. Meskipun ia tidak yakin apakah orang itu masih berada di wilayah itu.


"Suatu saat pasti aku akan dihadapkan dengan situasi sulit yang mengharuskanku terbunuh. Mati sekarang atau nanti apa bedanya? Bisa jadi aku akan log-out secara otomatis jika aku mati..." Meski di mulut berkata demikian tapi sebenarnya jauh di lubuk hatinya, Red merasa tertekan.


Memang ada kemungkinan bahwa jika pemain terbunuh, maka dia akan log-out secara otomatis sebagai bagian dari Penalty karena kematian. Beberapa game yang pernah Red mainkan menggunakan sistem seperti ini.

__ADS_1


Ada pula yang langsung membangkitkan pemain setelah terbunuh di suatu tempat tertentu yang biasa disebut Save Point, Revival Point, atau semacamnya, misalnya di desa terdekat. Tapi sistem seperti ini pun tidak perlu dirisaukan.


Hal yang paling Red takutkan adalah bahwa jika ia mati, dia tidak akan dipaksa log-out atau pun dibangkitkan kembali, dia akan 'mati' dalam artian sebenarnya. Mati di dalam sebuah game tanpa ada yang tau, bukankah ini adalah hal yang sangat tragis dan menakutkan?


Ketakutannya ini bukannya tidak beralasan. Kerena dari yang Red tau, cara kerja dari teknologi v-gear terbaru berhubungan langsung dengan otak pemain. Apa lagi jika game ini adalah game baru, maka teknologi yang digunakan pasti adalah teknologi terbaru pula.


Bisa jadi v-gear yang sedang ia gunakan di dunia nyata lebih berbahaya dari v-gear generasi sebelumnya. Kenyataannya Red tidak tau - menau tentang bagaimana ia bisa berada di dalam game. Bukankah ini berarti bahwa Red sedang dijadikan sebagai bahan percobaan?


Tapi Red memilih untuk tidak memikirkan hal itu lebih jauh.


'Pada dasarnya orang takut akan sesuatu karena tidak tau apa yang mereka hadapi. Aku tidak bisa hanya menguatkan hatiku untuk menghilangkan ketakutan ini. Aku harus mendapatkan informasi! Aku harus mencari kepastian!' Red membulatkan tekadnya.


shrrk shrrk

__ADS_1


Suara keresek semak - semak mengalihkan perhatian Red. Ia pun menjadi waspada.


__ADS_2