
"Aku mati atau jawaban!?" Red berusaha untuk tidak melewatkan kesempatan. Jika ia memang akan dibunuh, setidaknya ia harus tau apa alasannya.
"Lu penyihir?" Berbarengan dengan ucpannya ini, orang itu menarik senjatanya.
Saat Red membalikkan badan, hal pertama yang dilihatnya adalah ujung belati yang tepat berada di depan matanya. Ia kembali terkejut.
Orang itu memang orang bertopeng yang tadi dilihatnya. Dia ternyata tidak lebih tinggi dari Red. Selain wajahnya yang tertutup topeng, seluruh badannya pun tertutup. Red sama sekali tidak bisa melihat kulit orang ini.
Tapi yang paling membuat Red heran adalah belati yang berada ditangannya. Belati itu sangat mirip dengan belati miliknya, yang juga memiliki karat di beberapa sisinya.
"Aku tidak mengerti maksudmu. Tanyakan dengan lebih jelas."
__ADS_1
"Class lu Mage apa bukan? Gua tau lu ngerti. Langsung jawab atau.... mati." Kali ini orang itu benar - benar menarik kembali belatinya, memasang sikap biasa. Namun demikian, Red merasa lebih terintimidasi.
Situasi seperti ini sering dialami Red di dunia nyata. Hanya saja ia biasa berada di pihak si orang bertopeng, pihak yang menginterogasi. Jadi ia sangat mengerti, ancaman yang efektif tidak harus dengan cara kasar dan barbar, melainkan ancaman yang mampu menyudutkan orang tersebut pada ketakutan terbesarnya.
Dan orang itu sukses melakukannya. Hanya saja Red lebih merasa penasaran dari pada ketakutan.
"Bukan. Kau bisa melihat sendiri." Red menunjukan belati yang tadinya terselip di pinggangnya.
"Belati itu memang sama dengan milikku. Kemungkinan kau mendapatkannya dari orang sepertiku."
"Bukan itu maksud gua. Coba lu liat ni belati bener - bener."
__ADS_1
Red merasa dipermainkan. Padahal tidak ada suatu yang istimewa dari belati itu, sama halnya dengan belati miliknya. Namun tetap saja ia memperhatikan belati milik orang itu. Tapi ia sama sekali tidak bisa menemukan perbedaan antara keduanya.
"Ck.. Lu bego ya? Elu barusan gua tebas pake ni belati. Terus kenapa ni belati bersih nggak ada darahnya? Apa lu nggak punya darah?"
Pertanyaan - pertanyaan dalam benak Red langsung menghilang setelah ia mendengar pertanyaan orang itu. Ia menjadi yakin bahwa orang ini adalah NPC, bukan pemain yang sedang bersandiwara.
Red menjadi teringat dengan peristiwa kemarin sore. Itu adalah sebuah penyiksaan yang mengerikan. Dan salah satu hal yang membuat penyiksaan itu nampak mengerikan adalah darah yang berceceran di mana - mana.
Dari peristiwa itu Red menjadi tau perbedaan antara pemain dan NPC, yaitu NPC akan berdarah jika terluka, sedangkan pemain tidak demikian. Red merasa informasi ini akan sangat berguna, mengingat di dalam game ini, pemain dan NPC sangat sulit dibedakan. Tidak seperti game MMO pada umumnya, pemain dalam game ini tidak memiliki icon melayang di atas kepalanya, seperti nama, level, atau semacamnya. Begitu pula dengan para NPC.
Namun Red sama sekali tidak menyangka, perbedaan tersebut akan menjadi hal yang merepotkan, yaitu akan dianggap 'bukan manusia' oleh para NPC, dan orang bertopeng ini adalah salah satunya.
__ADS_1