The Game Master

The Game Master
Penyiksaan


__ADS_3

"Inventory!" Ucap Red selirih mungkin, lalu muncul jendela pesan di depannya.


[ Rusty Dagger / Bread(10) / Drink(1) ]


"Equip Rusty Dagger."


Bintik cahaya muncul di telapak tangan kanan Red, lalu berubah menjadi sebuah belati karatan dalam satu kedipan mata. Hanya dengan perintah suara, Red bisa memakai perlengkapan yang ia punya.


'Sistem di game ini kurang lebih sama dangan game Fantasia.' Red menjadi penasaran tentang apa saja yang ia bisa lakukan di game ini. Tapi keadaan tak mengizinkannya.


Semak - semak di depannya masih terus bergoyang - goyang. Red lalu coba mendekat.


"Uwahh!!" Red melompat kaget. Sesuatu berwarna putih tiba - tiba keluar dari balik semak - semak. Ternyata itu adalah seekor kelinci.


Kelinci itu sendiri tidak kalah ketakutan, terbukti bahwa dia dengan gesit langsung menjauh dengan melompat - lompat saat Red berteriak kaget.


Setelah Red menenangkan diri, ia lalu mengejar ke arah larinya kelinci tadi. Tak lama dia kemudian menemukannya. Kelinci itu terlihat melompat - lompat di antara rerumputan, sepertinya sedang memakan sesuatu.

__ADS_1


Red lalu menyembunyikan diri untuk mengintai kelinci itu.


'Hewan ini sepertinya bukan tipe monster, melainkan hewan biasa. Kelinci ini tadi langsung lari setelah melihatku, gerakan dan sikapnya juga tidak dibuat - buat, benar - benar mirip dengan yang ada di dunia nyata.'


Red kembali terkagum dengan game ini. Setelah pemandangan alam yang luar biasa, NPC yang mirip manusia asli, ia kini menemukan bahwa hewan dalam game ini pun benar - benar terlihat hidup.


Red coba mengendap - ngendap untuk menyergap kelinci itu. Ia khawatir kalau - kalau kelinci itu lari lagi jika ia tiba - tiba menyerangnya.


"Agrhh!!"


Red lalu berlari dengan sekuat tenaga. Tapi bukan untuk mengejar kelinci itu, melainkan untuk memburu ke arah suara jeritan yang barusan, suara jeritan yang mengerikan.


Tiba - tiba muncul sesuatu berukuran kecil di lingkup pandang Red, tepatnya di sebelah kiri.


Red hampir mengira ada sesuatu yang mengikutinya. Tapi setelah ia memfokuskan pandangannya pada benda itu, ia segera tau bahwa itu adalah sebuah bar poin yang isinya telah berkurang sebagian.


'Ini pasti bar poin stamina... Jadi seperti ini sistemnya... Meraka muncul jika sudah berkurang. Kurasa ini juga berlaku untuk hp dan mp.'

__ADS_1


Semakin lama Red semakin melambat karena kekurangan stamina, tapi itu juga disebabkan ia mulai kehilangan arah. Red tidak yakin dari mana suara tadi berasal.


Kemudian Red mendengar suara yang lain lagi, suara rintihan!


Kali ini Red tidak terburu - buru. Ia yakin, apa yang dicarinya sudah semakin dekat.


"Agrhh... ampun, ampun..." Suara rintihan itu terdengar semakin menyayat hati. Pasti orangnya sangat kesakitan.


Red masih tidak berani menampakkan diri. Dia hanya mengintai dari jauh.


'Kenapa orang yang berdiri itu tidak bicara? Apa mungkin orang gila yang dimaksud adalah orang yang kesakitan itu?'


Memang di sana terdapat dua orang. Salah satunya berdiri menghadap yang lain, tangannya terlihat memegang sesuatu. Satu yang lain terduduk di tanah, badannya gemetaran.


Red langsung tau adegan apa yang tengah berlangsung di hadapannya, penyiksaan! Tapi ia tidak yakin apa yang orang itu lakukan sehingga membuat korbannya kesakitan separah itu.


Red menghela nafas gegetun, 'Apakah yang seperti ini pantas berada di game MMO? Semua yang kualami di desa tadi benar - benar menegangkan. Aku seperti diarahkan, seperti sudah diatur, seperti... Story Line di game offline! Jangan - jangan... Ah, tidak mungkin. Di menu aku melihat ada simbol Guild. Title First Player tadi saja sudah menjadi bukti yang kuat. Jadi ini pasti game MMO.'

__ADS_1


__ADS_2