The Game Master

The Game Master
Namaku


__ADS_3

"Ada yang bisa kubantu, tuan?"


Tadinya Red mengira apa yang Mark maksud dengan 'langsung tau setelah melihatnya' adalah bahwa bangunan penginapan itu terlihat mencolok dan sangat berbeda.


Penginapan itu memang terliahat lebih tinggi 2 atau 3 lantai dibandingkan dengan bangunan lain di sekitarnya. Tapi sebenarnya yang membuat Red langsung tau bahwa itu merupakan sebuah penginapan adalah papan nama yang tepat berada di atas pintu masuk bangunan itu, yang bertuliskan 'INN'.


Setelah mendapat 2 bukti, Red langsung yakin bahwa bahasa dasar dalam game ini adalah bahasa inggris.


Dalam satu dekade terakhir, banyak game MMO yang menggunakan sistem Auto Multi Language Transition, yang disingkat AMLT. Dan dalam penerapannya, akan dipilih satu bahasa dasar yang disebut bahasa Auto Voice Translate - Basic Form, yang disingkat AVT-BF. Jika apapun yang diucapkan seorang pemain bukan termasuk bahasa dasar dalam game tersebut, maka secara otomatis, apa yang diucapkannya akan diubah menjadi bahasa dasar game tersebut.


Disaat yang sama, ucapan pemain yang telah diubah menjadi bahasa dasar tersebut akan langsung diubah menjadi banyak bahasa, tergantung bahasa pendengar apa yang ditetapkan oleh lawan bicaranya. Bahasa pendengar ini diistilahkan sebagai bahasa Auto Voice Translate - Listener Form, yang disingkat AVT-LF. Ini adalah bahasa yang dipilih pemain sebelum memulai permainan.


Tapi terkadang, di dalam sebuah V-gear, hanya terinstal satu jenis bahasa pendengar, yang tentu saja telah disesuaikan dangan bahasa negara dimana V-gear tersebut diperjual belikan.


Red bukannya ahli dalam bidang teknologi, hanya saja dalam melakukan pekerjaanya, ia sering kali menggunakan alat - alat yang cara kerjanya kurang lebih mirip dengan sistem AMLT dalam game MMO. Dan agar pekerjaannya menjadi lebih mudah dan efisien, maka mau tak mau ia juga harus mempelajari setiap peralatan yang digunakannya.


Oleh karena itu, ia menjadi tau salah satu kelemahan dari kebanyakan alat - alat pabrikan tersebut, yaitu mereka biasanya hanya mampu menerjemahkan satu bahasa nasional per setiap negara.

__ADS_1


Tapi untungnya, sejak sekitar satu abad yang lalu, banyak sekali penandatangan perjanjian pasar bebas antar negara di seluruh dunia, yang pada akhirnya membuat banyak orang tertarik untuk mempelajari bahasa nasional dari negara - negara tertentu. Ini secara tidak langsung membuat bahasa daerah, bahasa slank, bahkan dialek atau logat yang notabennya sulit dihilangkan meski telah belajar banyak bahasa pun menjadi tersisihkan dan terlupakan.


Oleh karenanya, pada saat ini, setiap negara hanya memiliki satu bahasa nasional yang sifatnya menyeluruh. Ini pula yang mempermudah para ilmuan dalam menciptakan dan mengembangkan alat - alat penerjemah.


Tapi ini bukan berarti bahasa - bahasa tersebut sudah punah seutuhnya. Dan mirisnya, orang - orang pengguna bahasa yang tidak umum itu adalah mereka yang tidak ingin terdeteksi oleh korporasi manapun.


Ini juga alasan mengapa Red mau tak mau juga harus mempelajari bahasa - bahasa tersebut, agar mempermudahkannya dalam melakukan investigasi dan interogasi. Dan ini juga alasan mengapa Red tidak kesulitan untuk memahami apa yang dikatakan orang bertopeng tadi. Padahal kenyataannya, sangat jarang sekali ditemukan orang yang bisa menggunakan atau setidaknya memahami bahasa - bahasa tersebut.


Karena memikirkan hal - hal ini, Red malah terlihat seperti orang linglung. Dan karena ini pula, seseorang dari dalam penginapan itu keluar untuk menegurnya.


"Apakah ini Penginapan Namle?"


"Aku mencari Esquire Eric."


Orang itu nampak sedikit terkejut, dengan segera ia bertanya, "Siapa namamu?"


"Aku.." Saat akan menyebutkan namanya, tiba - tiba Red terpikirkan sesuatu. "Apa Esquire Eric benar ada di sini?"

__ADS_1


"Tergantung dari siapa kau."


"Maksudmu?"


"Esquire Eric berpesan bahwa ia tidak ingin bertemu siapa pun."


"Kalau begitu.." "Kecuali satu orang!"


"Siapa?"


"Kecuali Esquire Eric dan aku, nama orang itu hanya dia sendiri yang tau. Jadi, tidak mungkin dipalsukan. Jika kau merasa bukan orang yang dimaksud, kembalilah satu minggu lagi."


Red mengerutkan keningnya. Jika orang yang Esquire Eric tunggu ini adalah dirinya, maka kemungkinan besar dia adalah pengembang game ini, orang yang bisa menjawab segala pertanyaan dalam kepalanya.


'Mungkinkah....'


Red merasa ia akan sangat dikecewakan jika ternyata orang yang dimaksud bukanlah dirinya. Tapi tentu saja tidak ada salahnya untuk mencoba.

__ADS_1


"Namaku... Aji Lesmana."


__ADS_2