
Seperti tidak menghiraukan apa yang baru saja Red lakukan atau pun apa yang barusan dia katakan, pria itu segera bangun ke posisi duduk. Dan dengan begitu penasaran ia bertanya, "Kau Aji Lesmana??"
"Ya. Kau si.." "Hua ha ha ha ha." Belum sempat Red mengakhiri ucapannya, pria itu tiba - tiba tertawa terbahak - bahak.
"Ha ha, aku tau kau pasti bisa. Aku tau kau pasti bisa!!" Ia bahkan sempat melompat kesana kemari di dalam ruangan itu. Red sampai tidak bisa berkata - kata melihat ini.
Dan setelah agak lebih tenang, pria itu kemudian menanyai Red dengan antusias pula, "Bagaimana, bagaimana? Apa yang kau rasakan? Sangat senang? Sangat gembira? Kau berhasil menemukanku!"
"Apa kau berhak bertanya? Mulailah menjelaskan."
"Apa? Ah, iya, tentu saja. Aku sama sekali tidak menyangka kau akan menemukanku secepat ini. Padahal kau baru saja Log-in fajar kemarin, dan kau sudah menemukanku malam ini." "Maksudmu sore kemarin?"
"Tidak, memang fajar kemarin. Seperti game MMO kebanyakan, waktu dalam game ini berkebalikan dengan dunia nyata." "Jadi kalian bekerja di malam hari?"
"Apa salahnya? Tapi sebenarnya kami memang tidak berniat bekerja sampai larut malam. Hanya saja untuk melakukannya ternyata butuh waktu seharian. Karena kau adalah yang pertama, kami tidak bisa memprediksi jangka waktu yang dibutuhkan dengan tepat."
__ADS_1
"Aku yang pertama? Melakukannya? Apa yang kau maksud?! Katakan dengan lebih jelas! Katakan apa yang sebenarnya terjadi! Kenapa aku tidak bisa Log-out? Kenapa aku masuk ke game ini? Apa yang kalian lakukan padaku? Apa yang terjadi setelah kecelakaan itu? Kenapa aku tidak bisa mengingat apa pun?!!" Karena Red tiba - tiba meledak, pria itu menjadi tertegun.
"Kau... tidak bisa mengingat apa pun??"
"Hanya apa yang terjadi setelah tabrakan itu."
"Ahh, kau ini... Jangan membuatku takut. Tentu saja kau tidak mengingat apa pun. Kau pingsan setelahnya."
"Pingsan?"
"Ya. Setidaknya itu yang mereka katakan."
"Aku tidak tau persis. Mungkin adegan yang terjadi adalah... sesorang memanggil ambulan, lalu ambulan datang, kau dibawa ke rumah sakit, dokter.." "Mungkin apa?? Kau ini sebenarnya siapa?? Apa memang kau yang bertanggung untuk menjelaskan semua ini?" Red menjadi hilang kesabaran. Cara menjelaskan orang itu seolah - olah tidak menanggapi dengan serius tentang persoalannya.
"Aku tidak berada di sana waktu itu. Jadi apa yang tejadi di saat - saat itu bukan sesuatu yang aku tau pasti."
__ADS_1
"Lalu apa yang kau tau?"
"Aku tau namamu adalah Aji Lesmana. Umurmu 22 tahun. Peker.." "Astaga, untuk apa kau menjelaskan semua itu padaku??! Jawab saja pertanyaanku tadi!"
"Dari tadi aku ingin menjelaskan, tapi kau selalu saja memotong ucapanku."
"Itu karena kau hanya mengatakan omong kosong. Jangan mengatakan hal - hal yang tidak perlu."
"Memangnya bagian mana yang tidak perlu?"
"Cepat jelaskan!"
"Aishh, ternyata kau ini orang yang tidak sabaran. Tapi tidak masalah. Aku yang memilihmu, maka aku yang akan membiasakan diri. Dan kalau dipikir - pikir, tidak sabaran justru akan bagus."
Melihat pria itu yang kini malah bicara sendiri, Red hanya mendengus saja.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu begini saja. Akan kujelaskan dengan cara ini. Ehm.. ehm.. Berita pertama... Setelah kecelakaan itu sampai sekarang, tubuhmu dalam keadaan koma!"
"Apa!!?"