
Bar itu sebenarnya cukup terang, banyak sekali lilin yang tergantung di dinding - dinding. Namun tidak sedikit juga sudut - sudut yang terlihat gelap, termasuk meja di mana orang itu duduk, karena lilin dinding yang tepat berada di samping meja orang itu tidak dinyalakan.
Meski begitu, Red masih bisa melihat dengan jelas perawakan orang itu. Ia memakai tudung kepala dan memakai topeng, topeng yang juga tidak biasa. Di tengah topeng terdapat sebuah tonjolan besar yang meruncing di ujungnya, mirip paruh burung, tapi hanya bagian yang sebelah atas.
Dari dua lubang yang ada di topeng itu, Red bisa melihat kilatan cahaya. Ia sangat yakin bahwa orang yang mengenakan topeng itu kini sedang menatapnya.
Red tidak tau apa saja hal yang wajar dan hal yang tidak wajar di dunia ini, jadi ia memutuskan untuk tidak menghiraukannya.
"Bir yang ada di bar ini memang bukan yang terenak, tapi aku yakin kau akan suka." Taka membuka pembicaran setelah Red duduk. Orang bertopeng itu tepat berada di bekakang Red.
"Apa bir dapat membuat mabuk?" Red bertanya dengan ekspresi tenang.
__ADS_1
Ia memang tidak pernah minum - minum di dunia nyata, tapi bukan berarti Red tidak tau hubungan antara 'bir' dan 'mabuk'.
Hanya saja dari yang Red tau, konten dewasa seperti sarakasme, minuman keras, dan sebagainya tidak pernah ada di dalam game MMO sebelumnya, entah itu karena masalah perizinan atau karena alasan bisnis. Yang jelas, jika pemain menemukan hal - hal yang tidak seharusnya berada dalam sebuah game, atau apa pun yang dianggap 'kelewat batas', maka game tersebut akan mendapat kecaman dari orang - orang, yang akhirnya berimbas pada turunnya rating game tersebut. Tentu saja hal ini bukan yang diharapkan pencipta game mana pun.
Namun Red merasa ragu. Banyak hal di dalam game ini yang serba nyata, apa - apag serba realistis. Bisa jadi minuman yang memabukkan pun dihadirkan di dalam game ini.
Dan keraguannya pun segera terjawab.
"Hey... Mungkin bukan itu yang dia maksud. Apa kau berasal dari daerah selatan? Kudengar arak lebih populer di sana. Apa yang kau tanyakan adalah perbedaan arak dan bir? Atau apakah bir juga bisa memabukkan?"
"I-ya. Begitulah..." Red tersenyum canggung. Ia memang tidak mendapat jawaban pasti. Tapi setidaknya sekarang ia tau, NPC dalam game ini bisa mabuk karena minuman keras.
__ADS_1
"Tunggu.. Sebenarnya apa profesimu? Apa yang kau lakukan di kota ini?" Taka tiba - tiba bertanya dengan penasaran.
"Aku adalah Swordman. Sebenarnya aku sedang.." "Aku tidak menanyakan keahlianmu. Aku bertanya apa profesimu, perkejaanmu..."
Red jadi teringat dengan apa yang tertulis di menu statusnya. Job-nya adalah Swordman, tapi di bawahnya terdapat kolom bertuliskan 'Job'. Setelah disinggung oleh Taka, Red kurang lebih sudah bisa meraba - raba alasannya.
"Aku adalah... petualang. Aku di sini sedang mencari seseorang."
"Siapa?"
"Namanya Eric, Esquire Eric."
__ADS_1
"Terdengar asing... Apa kau tau?" Vikov menggeleng. Keduanya sama - sama tidak tau.