
"Baiklah, itu saja untuk saat ini." Pria itu tiba - tiba berkata dengan serius, "Karena kau telah berhasil lulus dalam tes, dengan ini aku menyatakan bahwa kau resmi menjadi Balancer Agent! Dengan masa kontrak sampai jangka waktu yang belum diketahui."
Red kembali menghela nafas, "Apa yang kau ucapkan jika tidak membuatku kesal maka pasti membuatku sedih..."
"Benarkah? Apa kau benar - benar tidak suka dengan pekerjaan ini?"
"Bukan begitu. Aku hanya merasa ini semua terjadi dengan begitu cepat."
"Oh.. begitu ya. Aku kira karena kau menemukanku dengan cepat, maka kau ingin langsung tau segalanya. Kalau begitu, aku akan menunda saja pemberian tugas pertamamu."
"Tugas pertama? Apa itu?"
"Aku bilang aku akan menundanya. Untuk satu hari ini, kau boleh melakukan apa pun yang kau mau. Anggap saja ini sebagai jeda."
"Aku tidak butuh itu. Lagi pula tidak ada yang bisa kulakukan."
"Apa kau yakin?? Apa tidak masalah?"
"Tentu. Akan lebih baik jika aku mengetahuinya lebih awal, sehingga aku bisa mempersiapkan diri. Dan menurutku, mendapat masalah bukanlah hal buruk. Aku justru adalah orang yang suka mencari masalah."
__ADS_1
"Baiklah, jika kau memaksa. Tugas pertamamu adalah... mempelajari game ini!"
"Itu pasti bukan tugas yang kau maksud tadi."
"Memang itu yang kumaksud."
"Jangan coba mengelabuhiku."
"Ah, iya, baiklah, itu memang bukan tugas utama yang ingin aku berikan padamu, melainkan hanya tugas sekunder. Tapi tetap saja ini adalah tugas. Bahkan tugas ini membutuhkan waktu yang lebih lama untuk diselesaikan. Dan... satu hal lagi, siapa nama karaktermu?"
"Red."
[ Eric mengirimkan permintaan pertemanan
Terima / Tolak ]
Sambil menekan tulisan 'Terima', Red berkata, "Apa kau harus mengatakannya dengan cara seperti itu? Kalimat itu membuatku agak... tidak nyaman."
"Tidak juga. Sistem verifikasi suara dalam game ini sangatlah fleksibel. Jika yang kau katakan jelas, tepat, dan tegas, maka kau bisa mengakses sistem."
__ADS_1
"Bagaimana jika... Bunuh diri sendiri!"
"Tidak seperti itu. Yang kau ucapkan tidak memenuhi syarat 'tepat'. Hanya hal tertentu saja yang bisa dilakukan melalui perintah suara. Jika kau ingin bunuh diri, maka lakukan dengan tindakan."
"Begitu ya..."
"Cukup penjelasannya. Aku ingin melanjutkan makan malamku. Oh, iya, hampir saja aku lupa. Ini adalah hal yang sangat penting, jadi kau harus selalu mengingatnya. Dengar baik - baik, kau tidak boleh mati! Ingat, jangan mati!"
"Kenapa memangnya?"
"Nanti saja penjelasannya. Dan satu hal lagi, daftarkanlah dirimu pada Guild Union, mereka memiliki cabang di kota ini. Itu akan sangat berguna bagi pemain. Baiklah, sampai jumpa." Tubuh pria yang ternyata adalah Eric itu kemudian berubah menjadi bintik - bintik cahaya, lalu memudar, mirip dengan apa yang terjadi pada pemain atau pun NPC saat mati, hanya saja prosesnya lebih cepat.
Melihat ini, Red kembali merasa hampa. Sekali lagi ia merasa 'sendirian'.
Karena berjalan dengan wajah yang begitu murung, Namle sampai menjadi segan untuk menegurnya.
Saat tiba di luar penginapan, apa yang Red lihat tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, yaitu suasana pagi di sebuah kota, tepatnya sebuah kota yang berada di dalam sebuah dunia fantasi.
Tadinya Red sama sekali tidak menduga bahwa ia harus tinggal dalam game ini lebih lama, bahkan setelah ia memastikan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Ini membuat Red mau tidak mau harus memikirkan ulang rencana kedepannya.
__ADS_1
'Mungkin ini yang dinamakan kesempatan kedua dalam hidup...'