
"Kau tidak apa - apa?" Melihat Red yang tak kunjung bangun ataupun mengatakan sesuatu, lama kelaman Inelly menjadi khawatir.
"Tidak apa - apa." Red kembali mengaktifkan skill tersebut pada senjata tadi dan mengembalikannya lagi pada tempatnya. "Sebutkan semua harganya."
"Pedang mana yang kau pilih?"
"Sebutkan harga masing - masingnya. Akan kupilih yang paling mahal."
"Apa kau benar - benar tidak keberatan untuk mengeluarkan banyak uang?"
"Bukankah kau yang bilang sendiri bahwa ini adalah investasi yang tepat?"
"Hmm... Kalau begitu biar kutunjukan sesuatu." Pemilik toko kembali ke ruangan dalam untuk mengambil sesuatu, yang ternyata adalah sebuah pedang.
"Ini adalah pedang yang sengaja dipesan dari negri Guild Union. Ditempa oleh seorang Blacksmith, lalu disempurnakan oleh seorang Dark Mage. Bisa dibilang ini adalah pedang yang kualitasnya jauh di atas rata - rata. Dan hebatnya, pedang ini tidak membutuhkan persyaratan apapun agar bisa digunakan."
Red pun segera mengecek pedang tersebut.
[ Risvissily Metal Sword (Unique+)
Physical Atk +(126)
Magical Atk +(87)
+(25%) Exp gain
__ADS_1
Add skill :
Soul Extraction (Passive) (Ungraded) ]
[ Soul Extraction (Passive) (Ungraded)
Mendapatkan 5% Health Point dari yang telah kau bunuh ]
Tidak hanya memiliki tambahan atribut yang jauh lebih banyak, pedang ini bahkan memiliki skill tambahan, skill yang juga luar biasa. Karenanya Red hampir saja berteriak kegirangan. "Berapa harganya?"
"Tunggu sebentar... Kau bilang ini sengaja dipesan?" Inelly memotong percakapan.
"Ya. Tapi kau tidak perlu khawatir. Karena aku sudah memastikan, orang tersebut tidak akan mempermasalahkannya."
"Ostav Lackbacker."
"Bukankah dia..." Inelly mengenali orang yang dimaksud.
"Dia adalah putra kedua Earl Henry Lackbacker, yang juga adik dari Lary Lackbacker. Apa kau tau? Berita tentang kematian Earl Henry dalam perang sudah menyebar di seluruh penjuru Earldom sejak satu bulan yang lalu, saat itu perang bahkan belum selesai. Dan baru 2 hari yang lalu, Lary anaknya dikabarkan dibunuh dalam perjalanannya menuju kota ini."
"Jadi pemakaman nanti siang adalah untuk 2 orang??"
"Tidak. Itu hanya untuk Lary Lackbacker. Dalam situasi perang yang kacau balau, tidak mungkin untuk melakukan prosesi penangkapan jiwa."
"Apa maksudmu dengan pemakaman dan penangkapan jiwa?" Red tidak mengerti.
__ADS_1
"Setelah mati, seseorang akan meninggalkan jiwa, yang tidak bisa dilihat oleh orang biasa. Lalu setelah satu hari penuh, jiwa tersebut akan menghilang untuk selamanya. Dan sebelum itu terjadi, prosesi penangkapan jiwa harus segera dilakukan, yang kemudian jiwa tersebut diawetkan untuk sementara sebelum disegel secara resmi. Prosesi penyegelan inilah yang dinamakan dengan pemakaman." Inelly menjelaskan.
"Lalu apa hubungannya dengan pedang ini?"
"Setelah kakaknya ikut meninggal, Ostav Lackbacker mau tak mau harus meneruskan gelar kebangsawanan keluarga mereka. Padahal sebelumnya ia ingin menjadi seorang petualang, dan pedang ini adalah buktinya."
Sambil mendengarkan, Red sudah selesai mengenakan jaket dan sepatu secara manual. Dan setelah memposisikan sarung pedang beserta pedang tersebut pada punggungnya, ia kemudian meletakkan 10 Gold di meja, "Apakah ini cukup?"
"Hmm.. Tersisa 60 Silver. Akan kuambilkan."
"Tidak perlu. Kau boleh mengambilnya. Ayo Inelly, kita pergi."
Setelah agak jauh dari toko tersebut, Inelly akhirnya bertanya, "Bukankah kau yang tadi meminta potongan harga? Lalu kenapa kau malah bersikap royal?"
"Aku menanyakan itu hanya untuk memastikan sesuatu. Lagi pula dia memang pantas mendapatkannya."
"Kenapa tidak bertanya secara langsung?"
"Kalau begitu akan kutanyakan padamu saja."
"Eh? Mm.. Baiklah. Coba tanyakan. Akan kujawab sebisaku." Meski ia menjawab semua pertanyaan yang Red ajukan, tetap saja alis Inelly berkerut - kerut dibuatnya.
Apa yang Red tanyakan tidak hanya banyak, tapi juga aneh - aneh. Mulai dari apa itu kelahiran, pernikahan, orang tua, anak, saudara, bahkan sampai pada gelar kebangsawanan dan situasi politik yang umum terjadi di kekaisaran tersebut, yaitu Inryss Empire.
Karenanya perjalanan mereka terasa singkat. Gerbang Utara sudah terlihat di depan mata. Telihat pula belasan orang yang berkumpul di sana.
__ADS_1