The Game Master

The Game Master
Northwest


__ADS_3

"Aku memang petualang, tapi pengalamanku belum terlalu banyak. Jangan melebih - lebihkan."


"Melebihkan apanya? Karena reputasimu yang bagus, kau sering kali dipercaya untuk menjadi seorang pengawal."


Seketika ekspresi Mark berubah datar.


Taka pun memasang wajah konyol, "Ah, iya, maaf, maaf... Aku lupa kau tidak suka membahas hal itu."


"Bagaimana kalau kita segera keluar dari sini?" Red mengalihkan pembicaraan.


"Ya, benar. Vikov harus segera diberitahu."


"Memangnya dimana dia?"


"Dia pergi ke Gerbang Utara, gerbang terdekat dari sini. Biasanya jika ada aksi pencurian, cepat atau lambat pencurinya akan lari keluar dari kota. Apalagi jika yang dicurinya adalah barang yang sulit disembunyikan seperti kuda."


"Karena kudamu gagal dicuri, dan pencurinya berhasil kabur, kurasa tidak ada masalah lagi. Kami akan segera menyusulnya. Bagaimana denganmu?" Mark menambahkan.


"Aku tidak ikut. Aku baru saja teringat sesuatu. Apa kalian tau Namle?"

__ADS_1


"Namle? Kalau tidak salah itu adalah nama sebuah penginapan."


"Sekaligus nama pemilik penginapan itu." Mark kembali menambahi ucapan Taka.


"Di mana penginapan itu?"


"Di dekat Gerbang Selatan. Itu satu - satunya penginapan di daerah itu. Kau akan langsung tau setelah melihatnya."


Kali ini Taka yang memilih untuk diam saja. Tapi karena penasaran, tidak tahan ia bertanya, "Sudah hampir pagi begini kau baru mau mencari penginapan?"


"Bukankah sudah kubilang aku sedang mencari seseorang?"


"Ohh..." Taka hanya menjawab singkat.


Tak lama mereka pun sampai di jalan yang terlihat lebih lebar. Meski begitu, Red masih tidak tau mana utara, mana selatan. "Aku tidak tau di arah mana Gerbang Selatan. Bisa kau beri aku sedikit petunjuk lagi?"


"Apa perlu kuantar?" Taka menawarkan diri.


"Memangnya sangat jauh?"

__ADS_1


"Tidak juga. Apa kau tau alun - alun kota?"


"Ya. Aku tadi sempat melihatnya."


"Alun - alun kota menghubungkan 2 jalan utama. Masing - masing mengarah ke gerbang sebelah utara dan selatan. Kalau tidak salah... kita sekarang berada di wilayah baratlaut kota. Jadi kau harus menuju ke arah sebelah sini, ke arah timur. Setelah menemui jalan utama, belok kiri akan membawamu ke Gerbang Utara, belok kanan ke alun - alun kota." Taka menjelaskan sambil menunjuk sebuah arah jalan.


"Apa kau baru saja menyebut laut?" Red bertanya dengan penasaran.


"Laut?? Laut apa?"


"Kau tadi menyebut baratlaut. Itu artinya kau juga menyebut laut."


"Aku bilang baratlaut, bukan laut."


"Jelas - jelas kau mengatakan laut..."


"Seperti namanya, baratlaut adalah arah mata angin di antara utara dan barat. Tidak ada hubungannya dengan laut. Jadi sebenarnya apa yang kau maksud?"


Red hanya menghela nafas, 'Ternyata masih ada cacatnya...'

__ADS_1


Padahal Red sama sekali tidak berniat untuk menjadi pengetes game ini, untuk menjadi Beta Tester. Tapi entah mengapa ia selalu menemukan kekurangan - kekurangan di dalam game ini.


Red memang merasa dirinya berbakat dalam hal mencari bukti dan petunjuk. Tapi jika hal - hal yang ditemukannya tidak berhubungan dengan apa yang sesunggunhnya ia cari, lama kelamaan ia merasa kesal juga.


__ADS_2