The Game Master

The Game Master
Masih Kurang


__ADS_3

Red hanya mengangguk - anggukkan kepala saat mendengarkan penjelasan Kepala Desa. Ia merasa tercerahkan. Banyak informasi yang Red dapatkan, tapi juga banyak sekali pertanyaan yang muncul di benaknya.


'Tidak hanya sistem quest di game ini yang dibuat realistis... Alasan kenapa ada yang namanya pemain pun sengaja dibuat - buat.'


"Aku yakin kau adalah salah satu dari petualang - petualang itu, benar bukan?"


"Hm, ya, bisa dibilang begitu."


"Apakah masih ada yang ingin kau tanyakan?"


"Siapa nama bangsawan itu?"


"Esquire Eric. Apa kau bermaksud menemuinya?"


"Ya. Di mana dia tinggal?"


"Yang aku tau, dia datang dari Vallheim. Tapi aku tidak tau apakah kota itu adalah tempat di mana ia tinggal."

__ADS_1


"Di arah mana kota itu? Seberapa jauh?"


"Sebelah barat daya dari sini. Dan akan sangat jauh jika kau hanya berjalan kaki, mungkin sekitar 4 hari perjalanan." Red menelan ludahnya saat mendengar ini.


"Apa tidak ada alat transportasi di desa ini?"


"Ini..." Kepala Desa terlihat ragu.


"Jika boleh aku ingin membelinya dengan uang ini. Hanya menyewa pun tak masalah."


"Kalau begitu kau boleh membeli seekor kudaku." Seorang pria masuk ke ruangan itu. Red mengenalinya sebagai penjaga desa yang pertama kali dilihatnya, pria yang bersama Yugos.


Pria itu menyambutnya. Ekspresi heran tidak bisa disembunyikan dari wajahnya setelah ia melihat isi kantong tersebut. Sesekali ia melirik Kepala Desa.


"Apakah kurang?"


"Tidak. Ini lebih dari cukup untuk membeli seekor kuda. Aku akan segera menghitungnya."

__ADS_1


"Tidak perlu. Kau boleh mengambil sisanya. Kalian lebih memerlukannya untuk memulihkan desa ini."


Agak sedikit berubah ekspresi pria itu, tapi yang pasti ada senyuman di sana. Red hanya bisa menebak - nebak tentang situasi apa yang sebenarnya terjadi.


Pria itu meninggalkan rumah Kepala Desa setelah ia menjanjikan seekor kuda untuk segera diantar.


"Petualang sepertiku memang tidak tau apa - apa tentang dunia ini, jadi apa boleh aku bertanya tentang beberapa hal lagi?" Sambil menunggu, Red memutuskan untuk mengambil sebanyak mungkin informasi dari Kepala Desa. Kepala Desa pun menjawab semua pertanyaan Red dengan antusias.


"Kau bilang 5 negara ini adalah yang paling mendominasi di Almyth... Almyth itu nama benua atau nama dunia ini?"


"Benua? Apa itu?"


Tadinya Red ingin bertanya apakah Almyth itu hanya sebatas nama benua atau nama planet. Jika nama benua, maka itu artinya model peta dalam game ini berjenis 2 dimensi. Dan jika nama planet maka berjenis 3 dimensi.


Perbedaannya cukup sederhana. Peta 2 dimensi memiliki luas yang terbatas dan memiliki area tepi, yang biasanya berupa laut, gurun, atau padang rumput tak berujung. Hanya pemain kurang kerjaan yang memiliki rasa penasaran tinggi yang mau menjelajahi area tersebut, karena tidak ada apapun di sana. Tapi ada juga area tepi yang berupa penghalang, bisa berbentuk tebing tinggi, jurang yang dalam atau bahkan dinding tak terlihat.


Sedangkan peta yang berjenis 3 dimensi tidak memiliki area tepi, karena peta itu sendiri berbentuk planet. Banyak vr game terbaru yang menggunakan sistem peta seperti ini, karena dianggap lebih realistis.

__ADS_1


Red cukup ragu apakah NPC ini tau tentang konsep planet atau tidak, mengingat game ini mengambil latar peradaban sekitar abad pertengahan. Tapi ternyata si Kepala Desa bahkan tidak tau apa itu benua.


Red jadi bingung sendiri dibuatnya. Ia tidak tau harus menjawab apa.


__ADS_2