The Game Master

The Game Master
Yang Tak Terucapkan


__ADS_3

Halaman rumah Kepala Desa telah kosong. Hanya ada seekor kuda yang didampingi oleh pria tadi.


"Kuda ini jinak bukan?" Red sudah pernah menunggang kuda di dalam game sebelumnya. Tapi Red tidak ingin beranggapan bahwa pengetahuan dan pengalamannya akan berguna di dalam game ini. Jadi ia ingin memastikannya.


"Jangan kuatir, ini adalah kuda terbaikku."


Red tidak ragu lagi. Ia menginjak gantungan kaki dan naik ke atas kuda.


"Ikuti saja jalan ini. Kau akan menemui banyak persimpangan, tapi kau tak perlu menghiraukannya, lurus saja terus. Yang perlu kau ingat adalah jembatan batu. Setelah melewati jembatan batu akan ada persimpangan. Kau harus belok kiri di persimpangan ini. Jalan itu melewati sebuah bukit, dari atas bukit itu kau sudah bisa melihat Kota Vallheim." Kepala Desa mengarahkan Red.


"Aku mengerti."


"Melewati jalan besar biasanya akan lebih aman. Tapi kau harus tetap waspada karena kau melakukan perjalanan di malam hari." Pria penjual kuda menambahkan.


Red mengangguk. Ia bisa merasakan rasa perhatian dari kedua NPC ini. Red menatap mereka secara bergantian.

__ADS_1


"Banyak sekali informasi yang kau berikan padaku. Aku jadi merasa berhutang padamu... Jadi setidaknya biarkan aku memberimu sebuah saran. Petualang sepertiku tidak melulu membutuhkan uang. Di awal - awal mereka akan lebih membutuhkan senjata, baju pelindung, atau pun perlengkapan lainnya."


"Akan kuingat." Kepala Desa menjawab.


"Dan juga aku ingin mengucapkan terima kasih padamu." Red berkata pada si penjual kuda.


"Itu hanya jual beli."


"Tidak. Aku benar - benar berterima kasih padamu. Jika ada kesempatan pasti akan kubalas kebaikanmu ini di masa depan." Red berkata dengan lebih serius.


Red mangangguk mantap, sebagai tanda perpisahan. Ia mencemplak tali kuda dan larilah kuda itu ke arah terbenamnya matahari.


Ini memang hanya dugaan Red. Tapi kini ia menjadi yakin.


Pada umumnya jika sebuah game menggunakan mata uang Silver, tentu akan ada mata uang Copper dan Gold.

__ADS_1


Copper adalah yang bernilai paling rendah. Komoditi yang bisa dibeli menggunakan Copper biasanya berkisar pada barang konsumsi, misalnya makanan, bahan baku, dan sebagainya.


Senjata dan perlengkapan sendiri berkisar pada belasan hingga puluhan Silver, itu pun hanya yang berkuailas rendah hingga menengah, tidak terkecuali untuk pelana kuda.


Jika pelana kudanya saja berharga puluhan Silver, maka itu artinya kuda yang Red beli dihargai seratusan Silver atau sama dengan 1 Gold lebih beberapa Silver. Tentu saja sulit dipercaya jika ternyata harga seekor kuda hanya sedikit lebih mahal dari pada pelana kuda itu sendiri.


Tapi Red masih tidak tau seperti apakah sistem mata uang di game ini. Bisa jadi dugaannya itu salah.


Namun setelah percakapan panjang dengan Kepala Desa dan setelah ia mendapat reaksi yang bersahabat dari Gomn alias si penjual kuda, Red menjadi sangat yakin.


NPC di game ini bukan hanya memiliki kecerdasannya sendiri, bahkan juga memiliki kepribadian secara individu. Memiliki perasaan, memiliki emosi, dan tentu saja mereka dapat mengekspresikan semua itu.


Meskipun Red tidak menjumpai beragam jenis karakter orang di desa itu, namun Red sudah melihat sesuatu yang membuat para NPC ini layak untuk dibandingkan dengan manusia asli, yaitu rasa kemanusiaan! Sesuatu yang bahkan manusia dari dunianya belum tentu miliki. Rasa balas budi dan sikap tolong menolong mereka sudah cukup untuk membuktikan semua itu.


Namun segera terpikir oleh Red, jika ada si baik hati tentu ada pula si iblis jahat.

__ADS_1


Semakin dipikirkan semakin tertarik Red dengan game ini. Tanpa sadar ia telah memacu kudanya menjadi lebih cepat lagi.


__ADS_2