The Game Master

The Game Master
Mereka Manusia


__ADS_3

"Bagaimana jika kau ikut saja bersama kami? Nanti kita berpisah di jalan utama." Mark menyarankan.


"Tidak perlu. Akan lebih cepat menggunakan kudaku."


Setelah menaiki kudanya, Red mengucapkan salam perpisahan, "Terima kasih atas arahannya. Dan, sampai bertemu lagi."


"Ya. Sampai jumpa."


Red tidak menahan diri, ia langsung melarikan kuda itu, karena kini tujuannya sudah semakin dekat.


Meski orang bertopeng itu tidak menyebutkan nama bangsawan yang ia maksud, setidaknya mungkin bangsawan itu memiliki hubungan dengan bangsawan yang ia cari, yaitu Esquire Eric. Dan meskipun ia tidak akan menemui siapa pun di sana, setidaknya pasti ia akan menemukan suatu petunjuk.


Red sangat yakin, orang bertopeng itu pasti memiliki maksud tertentu dengan mengarahkannya pada Penginapan Namle. Sangat sulit dipercaya jika ternyata orang yang sedemikian serius ternyata mempermainkannya.


Red percaya, ia sudah selangkah lebih dekat dengan tujuannya.


Tapi kemudian, kudanya melambat.

__ADS_1


Jalan itu memang terlihat tidak asing untuknya, karena itu memang jalan utama yang tadi dilewatinya. Tapi di saat yang sama, juga terdapat banyak perbedaan.


Selain langit yang terlihat semakin cerah, kota itu sendiri menjadi semakin ramai. Banyak orang berlalu lalang di jalanan. Ini membuat Red terpaksa memperlambat laju kudanya. Dan mau tak mau ia juga harus memperhatikan sekitar, agar tidak menabrak seseorang tanpa sengaja.


"Roti panas! Masih hangat! Mampirlah ke toko kami..!"


"Kau mau membeli daging rusa, nyonya? Hanya 1 Silver per 2 ikat."


"Anak Panah Mandeline! Sangat kuat dan ringan! Hanya 10 Copper per buah..! Segera beli, stok terbatas!"


"Hey, minggir! Ini jalur kereta. Jangan lewat sembarangan!"


"Kau selalu mengantuk di pagi hari, memangnya kali ini apa yang kau lakukan tadi malam?"


"Aku akan pergi ke ibu kota besok. Aku tidak ingin terlambat seperti tahun lalu."


"Ekspedisi Rockbottom!! Dibutuhkan 5 petarung jarak dekat! Class Warrior atau pun Shieldman sangat diterima! Party akan berkumpul di Gerbang Utara sebelum berangkat! Diharuskan untuk mendaftarkan diri terlebih dahulu..!"

__ADS_1


"Hey, lihat. Akan ada berita duka. Sepertinya perang tahun ini memakan korban yaing tidak biasa."


Saat Red tiba di alun - alun kota, ia mendapati pemandangan yang tidak biasa.


Seorang penunggang kuda yang mengenakan armor lengkap dengan perlahan melewati kerumunan. Ia terlihat memegang sebuah tombak panjang yang disandarkan pada pundaknya. Pada tombak tersebut terdapat sebuah bendera berlambangkan sesuatu, yang anehnya bendera tersebut tidak dikaitkan di ujung tombak, melainkan tepat berada di tengah - tengah.


Orang - orang secara teratur memberikan jalan pada penunggang kuda itu, kemudian memberikan penghormatan ala mereka masing - masing.


Red menganggap ini adalah perwujudan dari 'bendera setengah tiang' versi dunia ini.


Karenanya Red pun semakin terlihat merenung.


'Apakah isi game ini tidak terlalu berat?'


Di satu sisi Red merasa kagum dengan para NPC di game ini. Mereka benar - benar dibuat mirip dengan manusia asli. Mereka sendiri pun menganggap diri mereka sebagai 'manusia', bukan ciptaan manusia dari dunianya. Bahkan mereka tidak jauh berbeda dengan para pemain. Yaitu memiliki class, dapat membentuk party, dan melakukan penjelajahan. Belum termasuk hal - hal yang belum Red ketahui.


Di sisi lain, Red sama sekali tidak bisa membayangkan, apa yang akan terjadi jika para NPC ini dipertemukan dengan para pemain.

__ADS_1


Jika dia yang sudah berusaha untuk bersikap senatural mengkin pun masih dicurigai dan hampir saja dibunuh, lalu apa yang akan terjadi dengan pemain lain? Bagaimana dengan mereka yang menganggap orang - orang ini hanyalah NPC, yang menganggap dunia ini hanyalah dunia fantasi, hanyalah dunia game?


__ADS_2