
"Di mana pencuri itu? Apa yang terjadi?" Taka langsung bertanya setelah menemukan Red yang hanya berdiri di samping kudanya. Ia memang datang bersama seseorang, tapi bukan Vikov, melainkan pria yang tadi memberitahu Red tentang kudanya yang dicuri orang, pria yang dipanggil Mark.
"Bukan masalah. Dia melarikan diri."
"Wahh, sayang sekali. Padahal jarang - jarang ada pencuri di kota ini. Aku sama sekali belum pernah menghajar pencuri kuda," ujar Taka dengan gemas.
Red hanya tersenyum kecil, "Justru karena dia tau kau akan menghajarnya, makanya dia sudah kabur duluan sebelum kau datang."
"Ha ha ha, aku ini memang terkenal suka menghajar pencuri. Jika ada pencuri yang tertangkap, maka akulah yang akan berada di barisan paling depan di antara orang - orang yang siap mengahajarnya!" Taka berkata dengan bangganya.
Red terkekeh geli mendengarnya. Ia tidak mengira akan menemukan hal ini.
Bukan Taka yang bisa membuat lelucon, karena Red sudah menduga Taka adalah pria humoris. Melainkan satu hal yang tidak biasa berada dalam game RPG, tidak biasa dalam artian positif, yaitu kebudayaan!
Sebenarnya Red sudah merasa aneh dengan perilaku para NPC di Desa Lingka, yaitu mereka mampu bekerja sama untuk menghalau si orang gila. Padahal orang itu adalah pemain, yang berarti tindakan mereka ini bukanlah bagian dari alur cerita di game ini.
__ADS_1
Mereka seperti bergotong royong, bahu membahu menghadapi masalah. Mampu bereaksi cepat, memilih untuk mengamankan desa ketimbang mengejar - ngejar si orang gila.
Tapi sebenarnya apa yang melandasi tindakan mereka itu? Dari mana mereka bisa tau bahwa apa yang dilakukan orang gila itu adalah salah, dan harus dihentikan? Apa yang membuat mereka lebih memeprioritaskan keselamatan?
Bagaimana bisa mereka secara kompak melakukan hal itu? Bukankah mereka adalah individu, tidak dikomando oleh sistem?
Bukankah mereka memiliki pemikiran sendiri, pendapat masing - masing, karakter yang berbeda - beda, kebiasaan yang tidak sama? Bahkan Red baru saja melihat buktinya. Taka bersifat humoris, Vikov bijaksana, dan Mark yang penyendiri.
Namun setelah Red mendengar perkataan Taka, ia akhirnya menyadari sesuatu.
Karena baru menyadari hal yang sesederhana ini, tawa Red tidak kunjung berhenti, bahkan setelah Taka menghentikan tawanya.
Ia kemudian memandangi Red dengan keheranan, "Kau ini memang orang aneh."
"Kalau begitu kau harus membiasakan diri. Di masa depan akan banyak bermunculan orang - orang aneh sepertiku, bahkan mungkin lebih aneh."
__ADS_1
"Maksudmu?"
"Kau akan tau sendiri."
"Hey.. kudamu terluka. Sebenarnya apa yang terjadi?" Mark tiba - tiba menyela, sambil memperhatikan kuda itu seperti seorang ahli.
"Pencuri itu sedikit melakukan perlawanan. Dan secara tak sengaja kudaku ikut terkena serangan. Apakah parah? Aku tidak terlalu paham."
"Kau tidak paham mengenai luka - luka? Apa benar kau ini petualang?" Taka masih keheranan.
"Untungya itu hanya goresan kecil. Itu akan sembuh dengan sendirinya. Meskipun akan lebih cepat sembuh jika diberikan ramuan." Mark menjelaskan.
"Aku hanyalah pemula. Jadi aku tidak begitu paham."
"Ho ho ho, kalau begitu kau telah belajar dari orang yang tepat. Mark adalah petualang!" Taka berkata dengan antusias.
__ADS_1