
"Apa kau yakin tidak punya kekasih?"
Red hanya mengangguk.
"Padahal dia adalah orang yang pertama kali kutemui saat menemukanmu. Apa kau tau? Penampilannya sangat kacau saat aku melihatnya duduk di samping ranjangmu. Jadi aku mengira kalian punya semacam hubungan. Lagi pula ayahmu juga mengakuinya, meski... tidak secara spesifik menyebut dia sebagai pacarmu.." "Maksudmu... Ali?"
"Mmm.. Namanya adalah Alika... Alika....." "Alika Slovaroski?"
"Entahlah, aku lupa, he he..."
"Lalu bagaimana dengan pekerjaanku?" "Hey, hey, kau mengenalnya kan? Apa kau tidak ingin tau bagaimana keadaannya saat ini? Apa kau tidak ingin tau apa yang dia ingin aku untuk sampaikam padamu?"
Meski tidak terlihat tertarik, Red sebenarnya juga merasa penasaran, "Apa yang dia katakan?"
"Tidak ada. Sayangnya dia tidak terlihat lagi setelah surat itu ditandatangani olehnya dan ayahmu. Karena itu aku menjadi ragu apakah dia memang memiliki hubungan keluarga denganmu atau tidak, ditambah kau juga tidak mengakuinya sebagai kekasih. Sebenarnya dia itu siapa?"
"Dia memang orang terdekatku. Kau boleh menganggapnya begitu," Red berkata dengan acuh tak acuh, membuat pria itu menjadi lebih heran.
"Kalau begitu.. akan kukatakan berita selanjutnya saja. Ehm.. Kau dipecat dari pekerjaanmu!"
Red kembali menghela nafas, "Sudah seharusnya begitu. Itu adalah 7 bulan...."
__ADS_1
"Jangan terlalu bersedih. Itu hanya sebuah pekerjaan."
"Memangnya apa saja yang kau tau tentangku?"
"Mmm... Kau ingin aku menyebut semua yang telah aku baca tentangmu?"
"Ah, tidak, lupakan. Lalu apa ada lagi yang ingin kau sampaikan?"
"Tunggu. Kurasa aku melewatkan sesuatu. Apa tadi aku sudah mengatakan bahwa program ini belum sepenuhnya dibiayai?"
"Jadi... ini tidak gratis??"
"Maksudmu?"
"Bukan hanya kau yang menjadi subjek untuk program ini."
"Yang aku tanyakan adalah kenapa aku dikecualikan."
"Oh, begitu ya... Alasannya sederhana. Itu karena kau akan bekerja pada kami."
"Apa?"
__ADS_1
"Kau tidak sadar? Kau baru saja lulus dalam tes! Kau berhasil menemukanku!"
"Ini semua adalah tes? Aku baru tau tes untuk menjadi seorang programer ternyata seperti ini. Sayangnya aku tidak memiliki keahlian sebagai programer."
"Siapa yang bilang kau akan menjadi programer?"
"Lalu kalian ingin aku menjadi apa?"
"Bukan menjadi apa, lebih tepatnya melakukan apa. Hmm... Jika kukatakan langsung mungkin kau akan salah paham, jadi akan kukatakan dulu apa yang kami ingin kau untuk lakukan di masa depan." "Kapan memangnya?"
"Di masa depan ya di masa depan, masa setelah saat ini. Dan jangan memotong ucapanku. Nanti aku lupa. Hmm.. Sampai di mana tadi?" "Masa depan."
"Ya, masa depan. Nantinya kami akan memberikan tugas - tugas padamu untuk dilaksanakan. Bisa dibilang kau ini adalah pekerja lapangan. Penghubung antara kami para programer, operator, teknisi, para pengembang secara umum, dengan para pemain di dalam game dan dunia game itu sendiri tentunya."
"Untuk apa perlu meng.." "Sudah kubilang jangan memotong ucapanku!"
Red pun hanya bisa menutup mulutnya rapat - rapat.
"Sebenarnya ini sedang ramai dibicarakan di luar sana, tapi tentu saja kau tidak tau. Maka dari itu, kau harus mendengarkan ini baik - baik. Dalam rangka mempromosikan dan mempopulerkan game ini, pengembang telah memutuskan untuk mengadakan sebuah sayembara. Dan untuk mewujudkan sayembara yang adil dan dapat dipercaya, pengembang juga mengumumkan bahwa setelah Grand Launching, segala bentuk pengaksesan terhadap sistem game oleh pihak pengembang akan ditiadakan! Meski pun hanya sebuah tindakan 'mengintip' ke dalam sistem game."
Red sempat berpikir sebelum memahami maksudnya. Pada akhirnya ia dibuat kaget, walau pun mulutnya tertutup.
__ADS_1