The Game Master

The Game Master
Terjebak


__ADS_3

"Apa mungkin game ini berasal dari luar negeri? Ah, tidak, tidak. Jika mereka memilihku maka mereka pasti memiliki hubungan dengan Indonesia, setidaknya mereka pasti memiliki cabang di Indonesia."


Dia mengelus - ngelus dagaunya lalu berkata, "Hm... Mereka memilihku... Apa ini artinya aku diminta untuk menjadi Beta Tester? Uh... Lebih tepat jika dibilang mereka memaksaku. Tapi ini memang kemungkinan terbesar. Status 'Title Blocker' ini sepertinya berguna agar Beta Tester tidak mengambil title yang seharusnya didapatkan pemain sungguhan nantinya. Kalau begitu..."


Dia menarik nafas panjang, lalu berkata dengan tegas, "Open menu."


Suara yang khas dan kedipan cahaya muncul berbarengan, lalu muncul jendela pesan yang berisikan barisan simbol - simbol di hadapannya. Ia lalu menekan salah satunya.


[ (Enter Name) / Lv. 0 (0%)


Human / Swordman (Basic)


Title (0) / Job (0)


Sta(5) Str(5) Int(5) Dex(5) ]


"Namaku masih kosong. Yah... setidaknya aku diperbolehkan memilih nama sendiri."


Pria itu terlihat merenung. Sulit untuk mangalihkan tangan yang berlumuran darah warna merah itu dari pikirannya.


"Nama ya... Baiklah, Enter Name! Red."


[ Nama 'Red' akan ditetapkan


Apakah sudah benar?


Ya / Tidak ]


"Ya."


[ Nama 'Red' akan ditetapkan

__ADS_1


Nama yang sudah ditetapkan tidak bisa diganti lagi


Yakin menggunakan nama ini?


Ya / Tidak ]


"Terserah."


[ Verifikasi suara gagal


Silahkan pilih pilihan yang tersedia ]


[ Nama 'Red' akan ditetapkan


Nama yang sudah ditetapkan tidak bisa diganti lagi


Yakin menggunakan nama ini?


Ya / Tidak ]


[ Nama 'Red' telah ditetapkan! ]


"Jika aku memang Beta Tester, sebaiknya aku mulai malaksanakan tugasku, he he. Semoga aku dibayar. Hm... tidak ada yang salah dengan sistem bahasa di game ini, malah lebih teliti dari yang kukira sebelumnya. Ah, apa Beta Tester memang benar - benar dibutuhkan? Apakah tujuanku berada disini memang untuk mengetes game ini?"


Ekspresi mukanya terlihat semakin frustasi.


"Ah, siapa yang peduli? Cukup main - mainnya... Log-out!"


[ Log-out gagal ]


Sedari tadi banyak hal tak terduga muncul. Tapi tak ada yang membuatnya sekaget ini.

__ADS_1


Sekian lama ia menjublek di tempatnya. Jika saja ia tidak segera menutup mulutnya yang menganga, mungkin air liurnya akan menetes dari sana.


"I-Ini t-tidak mungkin kan? J-Jangan bercanda!"


Mulutnya mulai gemetaran. Ini benar - benar situasi yang tak diduganya dan yang pasti juga tidak diharapkan.


Tapi ia tak menyerah begitu saja.


"Menu status!"


[ Red / Lv. 0 (0%)


Human / Swordman (Basic)


Title (0) / Job (0)


Sta(5) Str(5) Int(5) Dex(5) ]


Menu status kembali muncul. Tapi jendela informasi tersebut ada suatu yang berbeda dari sebelumnya, yaitu kolom yang tadinya kosong telah diisi dengan namanya, 'Red'.


Terlihat di sebelah kiri atas ada sebuah simbol berbentuk avatar pemain. Samar - samar simbol tersebut seperti mengeluarkan cahaya yang redup, berbeda dengan simbol - simbol lain di sebelahnya yang terlihat lebih gelap.


Di sebelah kanan simbol tersebut terdapat simbol berbentuk buku terbuka, tas, huruf 'Q' dan sebagainya.


Red lalu menekan simbol berbentuk 'gear', dan muncullah menu pengaturan. Terlihat simbol berbentuk pintu terbuka di bagian paling bawah, di sebelahnya terdapat tulisan 'Log-out'. Namun ada yang aneh dengan simbol dan tulisan tersebut karena tidak berwarna hitam sperti yang lain, melainkan abu - abu.


Ia coba menekan tulisan 'Log-out' tersebut namun tidak terjadi reaksi apa - apa. Berulang kali ia menekannya namun tetap tidak terjadi apa pun.


Dengan gugup Red lalu menekan simbol berbentuk tanda tanya yang merupakan menu petunjuk. Tapi ia tak menemukan apa yang ia cari di sana.


Red menghela nafas berat, "Apa boleh buat... Sepertinya aku harus menjadi Red untuk sementara waktu."

__ADS_1


__ADS_2