
"Dia orangnya?"
"Ya. Lihat, dia bersama Inelly."
"Apa kau yakin?"
"Tidak salah lagi, dialah orangnya."
"Dia hanya level 0!"
"Apa??!" Kedua gadis itu berteriak kaget bersamaan. Pria yang mereka ajak bicara adalah seorang Warrior, jadi ia bisa tau bahwa Red hanyalah berlevel 0.
Meski dari jauh Red tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang mereka bicarakan, namun ia sudah bisa menebak. Setelah sampai di hadapan mereka, ia segera berkata, "Maaf tadi aku tidak menjelaskan dengan benar. Aku bukanlah Petualang Solo seperti apa yang kalian maksud. Aku harap sedikit kesalahpahaman ini tidak akan mempengaruhi kesepakatan kita."
Pria itu tidak menanggapi ucapan Red, dan yang ditatapnya hanyalah Inelly.
__ADS_1
Seperti sadar bahwa ia diminta untuk menjelaskan, Inelly pun segera berkata, "Dats, aku yakin dia bukan orang yang seperti itu. Meski baru mengenal, dia selalu bersikap ramah kepadaku. Buktinya dia dibiarkan berkeliaran."
"Memangnya apa saja yang kau tau tentang dia?" Saat ditanya oleh Dats, Inelly malah tidak menjawab. Ia hanya menundukan kepalanya, sambil sesekali melirik ke arah Red.
Kemudian seorang pria yang menggenggam buku mendekati Dats, "Dats, apa kau yakin dia berlevel 0?"
"Aku yakin. Apa ada yang salah?"
"Dari yang kulihat, dia terlalu kuat untuk ukuran orang yang berlevel 0. Dia bahkan sudah memiliki 3 skill." Mendengar ucpapan temannya ini, Dats semakin menatap Inelly dengan tajam.
"Kenapa kau begitu membelanya? Jangan - jangan kalian berdua adalah... kenalan lama?" Tidak hanya Inelly, hampir semua orang ditempat itu mengeluarkan seruan tertahan setelah mendengar ucapan Dats.
Inelly sendiri menutup mulutnya menggunakan kedua tangan. Reflek ia mundur satu langkah. Matanya terbelalak lebar. Ekspresi tidak percaya sangat terlihat dari wajahnya.
Di sisi lain, Red menjadi tambah bingung. Membicarakan seseorang tepat di depan orang tersebut adalah satu hal. Ditambah cara mereka membicarakan Red, seolah - oleh dia adalah orang yang berbahaya. Padahal sudah jelas level Red hanyalah 0. Namun yang paling membingungkan, Red yang dibicarakan tapi malah Inelly yang disudutkan.
__ADS_1
Red sebenarnya sangat yakin, jika ia ikut campur dalam urusan pribadi mereka, maka ia akan merasa menyesal setelahnya. Tapi bukan berarti ia lebih memilih untuk diam setelah mendapat pembelaan dari seorang gadis yang bahkan baru dikenalnya beberapa saat yang lalu.
"Akulah masalah kalian. Jika kalian ingin menyelesaikanku, maka datanglah padaku." Ajaib. Setelah Red mengatakan ini, mereka semua dengan kompaknya mundur satu langkah. Ketimbang kaget, 'waspada' adalah kata yang tepat untuk menggambarkan sikap mereka sekarang.
"Siapa kau?!" Dats langsung meraba gagang pedangnya.
"Ah... Sepertinya kata - kataku salah. Biar kuulangi. Jika kalian penasaran akan sesuatu, maka tanyakan langsung padaku. Jangan bertanya pada gadis sewaan ini, dia tidak tau apa - apa."
"Sudah cukup! Party ini tidak membutuhkan seorang kriminal sepertimu!" Dats berkata dengan tegas.
"Apa?? Apa maksudmu? Apakah menyewa gadis untuk diajak berkiling kota adalah sebuah tindak kejahatan?"
"Jangan pura - pura bodoh! Seseorang tidak mungkin berlevel 0. Kecuali dia adalah anak kecil yang baru lahir atau seorang kriminal yang baru saja mendapat hukuman Level Reset!"
Red tertegun. Ia langsung teringat pada bangsawan penyihir yang baru saja ditemuinya. 'Apa saja yang dikerjakan Eric sialan itu... Jika kesalahpahaman konyol seperti ini tidak segera dihilangkan, bukankah setiap pemain pemula akan dianggap sebagai penjahat?'
__ADS_1