
Setelah memasuki wilayah Desa Lingka, Red bertemu dengan dua orang penjaga dan langsung memberitahu mereka tentang keberhasilannya. Mereka menyambut Red dengan gembira setelah mengetahui 'orang gila' itu berhasil dibunuh. Tentu saja Red tidak berniat untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi secara keseluruhan, karena secara tidak langsung ia memiliki hubungan dengan orang itu.
Salah satu dari mereka mengantarkan Red pada Kepala Desa, sementara yang seorang lagi menyebarkan berita tersebut kepada yang lain.
[ Kau adalah pengunjung pertama Desa Lingka
Mendapatkan title 'Lingka's Guest' ]
[ Gagal mendapatkan title ]
Pesan notifikasi itu kembali muncul, tapi Red tidak memperdulikannya. Pesan seperti itu akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa detik.
"Ah, maaf aku sempat meragukanmu. Ternyata petualang memang orang yang dapat diandalkan." Itulah yang pertama kali dikatakan Kepala Desa saat melihat Red datang ke rumahnya bersama salah seorang bawahannya yang berwajah cerah.
"Dia telah mati!" Raut wajah Kepala Desa berubah - ubah setelah mendengar ini dari bawahannya. Dari gelisah menjadi gembira, dari gembira berubah kecut.
__ADS_1
"Sebenarnya aku bukan tidak..." "Aku tau, tak perlu kau mengatakannya." Red lalu mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya.
"Pria itu menjatuhkan ini setelah aku membunuhnya."
Kepala Desa memasang ekspresi rumit setelah ia menerima cincin itu.
'Hm... Sistem quest seperti ini memang lebih realistis. Tapi juga akan mempersulit pemain...' Red menduga akan ada banyak pemain yang mempermasalahkan sistem quest di game ini. Karena pada umumnya, setelah pemain berhasil menyelesaikan quest, sang pemberi quest akan langsung tau apakah permintaannya telah diselesaikan atau tidak, sudah berhasil atau belum.
"I-Itu cincin istriku!" Salah satu dari orang - orang yang baru datang berkata dengan tiba - tiba. Mendengar ini Kepala Desa sudah tidak ragu lagi. Orang - orang yang dari awal sudah gembira saat mendengar berita tersebut menjadi lebih gembira setelah berita itu sudah dipastikan kebenarannya.
Perasaan Red campur aduk saat melihat semua itu. Ia masih belum yakin apakah NPC di game ini benar - benar memiliki kecerdasaan sendiri atau tidak. Dan sekarang ia mendapat bahan pikiran baru, apakah para NPC ini juga memiliki perasaan dan kepribadian?
Karena tak leluasa, Kepala Desa mengajak Red masuk ke dalam rumahnya, sekaligus ingin menyerahkan hadiah yang dimaksud.
"Sekali lagi aku ucapkan terima kasih karena telah memyelamatkan desa kami. Ini adalah harta desa kami, ambil ini sebagai hadiah atas kerja kerasmu."
__ADS_1
[ Kau mendapat 200 Silver ]
Red tidak tau apakah dia harus merasa senang atau kecewa. Dari awal ia tidak berniat untuk bermain game ini, apalagi unutuk bersenang - senang. Ia kembali teringat akan tujuan awalnya, seketika wajahnya berubah murung.
"Apakah masih kurang?"
"Ah, tidak, bukan itu. Aku... aku hanya tidak tau harus kemana setelah ini."
Kepala Desa tidak tau harus berkata apa. Red berkata dengan begitu sedih, ia menduga itu bukan masalah uang atau pekerjaan.
"Apakah aku boleh bertanya tentang sesuatu?"
"Tentu saja! Jika aku tau pasti akan kukatakan." Kepala Desa menjawab dengan semangat.
"Apa saja yang kau tau tentang petualang? Dan dari mana kau tau semua itu?"
__ADS_1
"Ah, pertanyaan mudah, akan kukatakan. Sepuluh hari yang lalu, datang seorang bangsawan ke desa kami ini. Dia menyampaikan langsung kepada kami, bahwa dalam beberapa minggu ke depan, akan datang bangsa petualang dalam jumlah besar. Para petualang ini tidak sama dengan petualang yang ada di negeri Guild Union. Karena meraka rata - rata masih lemah dan tidak tau apa - apa. Tapi mereka dapat berkembang dengan cepat. Bangsawan itu meminta kami untuk bersikap ramah kepada mereka, terutama dengan cara memberikan pekerjaan kepada mereka. Dia berkata bahwa di masa depan, para petualang ini akan menjadi orang - orang yang kuat. Mereka akan sangat berguna sebagai pendukung militer kekaisaran."