
Pria paruh baya itu kembali terkejut, "Ikuti aku."
Setelah menambatkan kudanya, Red mengikuti pria itu masuk ke dalam penginapan, yang kemudian langsung masuk ke lorong - lorong penginapan itu.
"Padahal dia berkata bahwa kau akan datang sekitar 2 atau 3 hari lagi. Apa mungkin ada kesalahan? Apa kau mengubah jadwalmu?"
"Memangnya apa saja yang dia sampaikan padamu?"
"Hanya itu saja.... dan.. sesuatu tentang.. membangunkannya."
"Membangunkannya? Memangnya dia sedang apa? Tidur??"
"Menginap di penginapan tentu saja untuk tidur.. Memangnya apa lagi?"
Red hanya menyengir, karena tadi belum terpikirkan olehnya.
Apa yang dilihat oleh NPC ini bisa jadi memang seorang pemain yang sedang tertidur, tapi kemungkinan bukan itu yang sebenarnya terjadi.
"Nah, ini dia kamarnya..."
Setelah pintu terbuka, apa yang dilihat Red memang demikian.
Seorang pria terbaring di atas tempat tidur. Matanya tertutup dan badannya tidak bergerak. Jika dilihat sekilas, memang terlihat seperti orang yang sedang tertidur.
"Sebutkan namamu di telinganya."
"Untuk apa?"
__ADS_1
"Untuk membangunkannya."
"Memangnya kau sudah pernah mencobanya?"
"Tentu saja tidak. Hanya kau yang boleh membangunkannya."
Meski terdengar konyol, Red tetap saja melakukannya.
"Ini aku, Aji Lesmana. Bangunlah."
Tapi kemudian, tidak terjadi apa - apa.
"Aku tidak tau apa yang terjadi. Tapi itulah yang dia sampaikan padaku."
"Jam berapa sekarang?"
"Ah, lupakan. Sejak kapan dia tidur?"
"Sejak kemarin sore. Setelah menyampaikan segala sesuatunya, ia kemudian berbaring dan tidur. Dia berkata padaku bahwa dia akan tidur dalam beberapa hari ke depan. Dan satu - satunya cara untuk membangunkannya adalah seperti apa yang kau lakukan tadi. Ini memang terdengar aneh dan tidak mungkin. Jika bukan karena dia adalah Mage, mungkin tidak seorang pun yang akan percaya."
Red hanya terdiam setelah mendengar ucapan orang itu. Kini kedua orang itu hanya menunggu, menunggu seorang pria yang sedang 'tertidur'.
"Apa mungkin dia sudah.." "Mati?" Red memotong ucapan orang itu.
"Ya. Bisa jadi kan?"
"Bukankah jika sesorang mati maka tubuhnya akan menghilang?"
__ADS_1
"Ya, benar juga. Sudah lama sekali sejak terakhir kali aku melihat orang mati tepat di depan mataku. Hampir saja aku lupa bahwa orang mati tidak meninggalkan raga."
Untuk sesaat, keduanya kembali terdiam.
"Aku masih ada pekerjaan. Kau boleh menunggu di sini."
"Apa kau pemilik penginapan ini?" Red menyempatkan bertanya.
"Ya, sekaligus juga pelayan tamu. Jika terjadi sesuatu, kau bisa mencariku di lobi." Orang yang ternyata Namle, si pemilik penginapan, pergi meninggalkan ruangan.
Dalam diamnya, Red berulang kali menghela nafas. Dan karena hal ini, ia baru tersadar bahwa ternyata tubuh virtualnya bisa bernafas!
Karena penasaran, Red kemudian mencoba untuk menahan nafas.
Setelah cukup lama, Red tak kunjung merasakan suatu perubahan pada tubuhnya. Dadanya tidak terasa sesak, juga tidak sakit. Dalam pandangannya juga tidak muncul apa pun, kecuali tulisan 'Title Blocker' dan bar hp yang sejak peristiwa 'pencurian' tadi memang tidak menghilang dan hanya beregenerasi sedikit sampai sekarang.
Tapi kemudian, bar poin stamina muncul, lalu berkurang sedikit demi sedikit.
Red hanya tersenyum kecil setelah berhasil menemukan hal ini. Ia kemudian terpikirkan sesuatu.
Pria yang sedang tertidur itu ternyata juga bernafas, bernafas secara teratur, sehingga sulit disadari jika tidak diperhatikan dengan jelas.
Karena masih penasaran, Red kemudian mencoba untuk menjepit hidung pria itu menggunakan jarinya.
Entah karena apa yang dilakukan Red atau karena hal lain, mata pria itu tiba - tiba terbuka. Dan kemudian kedua mata itu hanya menatap pada Red. Ia sebenarnya sadar bahwa orang itu kini sudah terbangun, hanya saja tiba - tiba tangannya menjadi berat untuk digerakan.
Red merasa ini adalah situasi paling aneh yang pernah ia alami selama hidupnya. Dua orang pria berada dalam satu ruangan, salah satunya menjepit hidung pria lainnya, keduanya diam tak bergerak dan tak mengatakan apa pun.
__ADS_1
Tapi tentu saja seseorang harus mengakhirinya, "Tadi.... hidungmu copot."