
'Dia sangat kuat.' Red sadar, pengembang tentu tidak sembarangan memilih orang yang akan mengetes game mereka. Jika benar apa yang orang ini katakan, bahwa ia mampu beraksi membakar rumah seorang diri, mampu menghindari belasan sampai puluhan penjaga, menyergap dan membunuh saat dalam kondisi kekurangan stamina, maka bisa dikatakan bahwa ia adalah pemain tingkat profesional.
'Dia juga sangat bersemangat saat menceritakan semua itu, seperti sedang laporan pada bosnya sendiri. Apa karena ini oarang - orang desa menganggapnya gila?'
"Apa yang mereka minta darimu? Apakah itu sebuah quest?"
"Eh... iya... mereka ingin aku membunuhmu?"
"Membunuhku? Ehm, baiklah." Ia lalu memasukkan senjata yang ia pegang kedalam penyimpanannya, yang ternyata adalah pedang yang berlumuran darah.
"Apa yang kau lakukan?"
"Equip yang kupakai ada kemungkinan hilang sebagai Drop Item jika aku terbunuh. Tapi itu tidak akan terjadi jika equip atau barang lainnya tersimpan di Inventory."
"Mm... bisa kau berikan pedang itu padaku?" Red sadar bahwa permintaannya terlalu banyak. Tapi Red beranggapan bahwa ini hanyalah sesi pengetesan dan mereka sama - sama Beta Tester.
"Untuk apa?" Orang itu masih ragu.
__ADS_1
"Akan kutunjukan pada mereka sebagai bukti."
"Kalau begitu ambil ini. Cincin ini dijatuhkan oleh salah satu NPC wanita yang kubunuh." Ia lalu mengeluarkan sebuah cincin dan diberikan pada Red.
[ Kau mendapatkan 'Silver Ring' ]
[ Silver Ring (Common)
Cha +5 ]
"Apa kau bercanda?! Aku sudah tidak punya apa - apa lagi!" Orang itu berkata sengit.
Red menjadi gugup. Orang ini mengira ia sedang memalaknya. "Wah, bukan itu maksudku... Aku memang butuh bantuanmu, ini adalah urusan gawat, aku tidak bisa Log-out!"
"Tidak bisa Log-out?!" Orang itu cukup terkejut mendengarnya. "Coba katakan 'Log-out' dengan tegas." Ia memberi saran.
"Sudah. Tapi tidak berhasil... Tapi biar kucoba lagi... Log-out!"
__ADS_1
[ Log-out gagal ]
"Gagal lagi..." Red terlihat frustasi.
"Bagaimana dengan yang ada di menu pengaturan?"
"Itu juga sudah kucoba tekan berulang kali, tapi tidak bereaksi apa - apa. Pilihan 'Log-out' tersebut seperti disegel." Red lalu teringat, "Dan kenapa aku tidak bisa menghubungi Game Master? Apa kau juga tidak bisa?"
"Game Master? Oh, itu... Game ini kan belum diluncurkan, untuk apa ada Game Master?"
"Tapi ini kan pengetesan game? Apa tidak sebaiknya dilakukan pengetesan pada semua sistem yang ada? Termasuk fungsi yang berhubungan dengan Game Master?"
"Tes menyeluruh sudah dilakukan di sesi tes sebelumnya, memangnya kau tidak ikut?"
Red ingin bilang bahwa sebenarnya ia bahkan tidak tau bagaimana ia bisa masuk ke dalam game ini. Tapi ia menahannya karena ia tau orang ini bukan orang yang tepat untuk ditanyai. Siapa yang akan percaya bahwa kau tidak tau bagaimana bisa kau berakhir dalam sebuah game? Red yakin ia tidak akan mendapat kepastian jika ia bertanya pada orang ini.
Red hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
__ADS_1