
Damar biru membuka matanya dan merasakan sakit yang teramat sangat di sekujur tubuhnya, dengan perlahan kepalanya menoleh menyusuri ruangan yang sekarang tengah ia tempati.
Damar biru ingat bahwa waktu itu ia kehilangan kesadaran di sebelah tubuh Sekar cendana, dan posisinya tengah berada di tepi sungai. Entah mengapa saat ini ia berada di sebuah kamar yang sangat mewah, tempat itu seperti hunian para bangsawan yang kaya raya.
"Akhirnya kau bangun"
Seorang gadis menggunakan gaun berwarna merah muda menghampiri damar biru, wajahnya sangat cantik dengan rambut berwarna keemasan dan mata berwarna biru membuat siapa saja tidak dapat berpaling darinya.
"Siapa kau"
"Aku menemukanmu pingsan di hutan, aku mengira kau tidak akan bangun lagi"
Gadis itu tersenyum tipis kearah damar biru, tetapi entah mengapa paras cantiknya tidak membuat damar biru tertarik. Bukan karena damar biru tidak normal seperti pria pada umumnya tetapi ada hal lain yang membuat damar biru sangat waspada terhadap nya.
Ia lalu menyuruh pelayan yang baru saja datang untuk membantu damar biru duduk.
"Dimana gadis yang bersamaku"
"Gadis itu berada di kamar sebelah, kondisinya jauh lebih baik darimu"
"Berapa lama aku tidak sadarkan diri?"
"Satu Minggu"
Damar biru melebarkan bola matanya, ia tidak menyangka akan tidak sadarkan diri selama itu, terlebih lagi ia bertemu dengan orang yang berperawakan sangat asing baginya.
Damar biru mencoba untuk berkomunikasi dengan gurunya, tetapi seperti ada penghalang yang membuat jalinan komunikasi nya dengan panglima langit terputus begitu saja.
Damar biru semakin waspada dengan kondisinya yang sekarang, ia tidak dapat bertanya kepada siapapun tentang kondisinya sekarang ini.
"Bagaimana aku bisa berada di tepat ini? Dan mengapa kau terlihat sangat asing?"
"Istirahat lah, saat kau sudah sehat kau bisa menemuiku lagi dan aku akan menjawab semua pertanyaan mu"
Gadis itu berjalan menjauh, setelah beberapa saat ia menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah damar biru.
"Ngomong - ngomong namaku Alethia"
***
Sekar cendana duduk termenung di atas kasur nya, entah mengapa fikirannya terus mengarah kepada damar biru.
__ADS_1
Sejak ia sadar bagaimana kabar pria itu ia tidak tau sama sekali, terlebih lagi ia terbangun di tempat yang sangat asing dengan orang orang yang berpenampilan jauh berbeda dari orang yang biasa ia temui.
Seorang wanita datang menghampiri damar biru, ia adalah seorang pelayan yang selama ini selalu membawakannya makanan dan pakaian, Sekar Cendana hanya menoleh sekilas lalu kembali terhanyut kedalam pikirannya.
"Nona, beberapa saat yang lalu teman anda sudah sadarkan diri"
Sekar Cendana langsung menatap gadis itu tajam, ia lalu berdiri dihadapan gadis itu dan memintanya mengantarkannya ke kamar damar biru. Gadis itu mengangguk dan memberi tau Sekar cendana bahwa selama ini damar biru berada di ruangan yang bersebelahan dengannya.
Saat Sekar cendana sampai di hadapan sebuah pintu yang bercat emas, ia mendorongnya dengan sangat pelan.
Saat pintu itu mulai terbuka ia melihat seorang pria tengah duduk bersandar di atas kasurnya, damar biru menoleh ke arah Sekar Cendana dan memperhatikan gadis itu yang tengah mematung.
Setelah beberapa saat Sekar Cendana melangkah menghampiri ranjang damar biru
"Bagaimana keadaan mu?"
"Seperti yang kau lihat"
Sekar cendana kembali terdiam, entah mengapa ia merasa canggung saat bertemu dengan pemuda itu.
"Apakah kau tau kita berada di mana?"
"Aku kira kita berada di Sotery"
Damar biru ingat bahwa salah satu ciri dari suku tersebut adalah bermata biru serta berkulit putih, tetapi yang tidak ia duga adalah lokasi dari tempat tinggal suku tersebut masih berada di kerajaan Agrasia. Nama daerah dari suku tersebut adalah Sotery yang berasal dari nama dewa, yaitu dewa keamanan.
"Tetapi kenapa kita bisa berada disini? aku bahkan tidak pernah mendengar nama daerah itu"
"Entahlah, setelah ini aku akan pergi menemui seseorang untuk berterima kasih, setelah itu kita harus segera meninggalkan tempat ini" damar biru merasa mereka tidak seharusnya berada di tempat ini terlalu lama, mereka berdua tidak tau apakah ada niatan tertentu para orang asing itu menolongnya.
***
Semilir angin membuat gaun serta rambut seorang gadis melambai lambai yang menimbulkan kesan keanggunan dan kecantikan yang tiada dapat di cerna akal.
Rambut emasnya memantulkan cahaya matahari yang membuatnya terlihat begitu mencolok dari sekitarnya, tatapan matanya yang dapat menghipnotis tengah tertuju kepada sebuah patung seorang wanita yang berdiri tegak dihalaman sebuah bangunan yang terlihat cukup tua.
Bangunan yang ada dihadapan gadis itu begitu besar serta banyak sekali ukiran yang menempel di setiap dindingnya.
"Aku tidak menyangka bahwa kau akan sembuh secepat ini"
Gadis itu membalikan tubuhnya menghadap sesesok pria yang tengah menatapnya penuh curiga, tidak ada perasaan takut yang terlihat dari sorot mata pemuda itu
__ADS_1
"Aku tau kau pergi menemuiku untuk berpamitan, sebelum kau pergi aku akan menceritakan sesuatu"
Pemuda dihadapannya tidak merespon kata kata dari gadis itu, tatapannya masih sama tidak ada tanda tanda ketertarikan dengan ucapan gadis dihadapannya.
Meskipun begitu gadis itu tidak merasa kecewa ia menarik nafas panjang bersiap untuk memulai ceritanya.
"Beberapa ribu tahun yang lalu muncul seorang gadis yang sangat cantik di Athena, Athena adalah sebuah kerajaan yang sangat besar di wilayah timur.
Para penguasa saling berebut bahkan saling membunuh untuk menikahi gadis cantik itu, karna menimbulkan sebuah kekacauan yang besar seorang dewa turun dari surga dan mengangkat nya menjadi seorang Dewi kesuburan dan kecantikan agar para manusia tidak ada yang bisa menikahinya karena statusnya."
"Apakah patung di hadapanmu adalah patung dari gadis itu?"
Alethia menatap damar biru beberapa saat lalu senyumannya mengembang,
"Benar"
Damar biru menatap patung wanita dihadapannya, entah mengapa ia merasakan sesuatu yang aneh yang tidak pernah dirasakannya sebelumnya.
Ada perasaan akrab dan hangat yang menjalar dihatinya, meskipun ia tidak pernah bertemu dengan wujud asli dari patung itu tetapi damar biru merasa seperti sesuatu yang tidak asing.
"Gadis itu lalu tinggal disebuah istana dengan ratusan pengikut yang memujanya, tetapi siapa yang menyangka ia jatuh hati kepada seorang pemuda yang yang berasal dari negri yang sangat jauh. Dewa yang sebelumnya mengangkatnya sebagai Dewi menentang keras akan hal itu, sang dewa lalu membawanya untuk tinggal di surga"
"Apakah hanya berakhir seperti itu?"
Damar biru yang awalnya bersikap biasa saja sekarang menjadi antusias, entah mengapa ia merasa begitu penasaran akan cerita itu.
Alethia mendekati patung itu dan mengusap tangannya, matanya menatap wajah patung dihadapannya dengan perasaan yang tidak dapat di jelaskan 'aku menemukannya'
Alethia lalu berbalik dan menatap wajah damar biru, sedangkan damar biru berusaha menghindar dari tatapan gadis di hadapannya.
"Tetapi beredar rumor dari para pengikut sang Dewi bahwa sebelumnya ia memiliki anak dari pria yang dicintainya, anak itu dibawa oleh sang pria asing ke negaranya"
"Apakah kalian adalah pengikut sang Dewi dan pergi kenegaran ini untuk mencari anak itu?"
"Benar"
Damar biru diam sejenak, ia sadar bahwa sebagian cerita tentang masyarakat Sotery adalah berbeda dari cerita yang seharusnya.
Dibuku yang pernah ia baca masyarakat Sotery berasal dari daerah timur dan pergi kerajaan Agrasia karna mengungsi akibat bencana alam. Ia tidak pernah mengira bahwa mereka pergi ke kerajaan Agrasia dengan tujuan mencari anak dari sang dewi.
"Apakah kalian sudah menemukannya?"
__ADS_1
"Kami baru saja menemukannya"