
"Kakak apa yang akan kau lakukan setelah ini?"
Sekar cendana mencoba membuka percakapan setelah hampir setengah jam mereka berempat hanya saling diam membuat suasana menjadi sangat cangung.
Mereka semua sudah menyelesaikan makan mereka beberapa saat yang lalu, sebenarnya banyak sekali yang ingin Sekar cendana cerita kan kepada kakaknya. Tetapi ia mengurungkan niatnya karena Himawari masih ada di hadapan mereka.
"Entahlah, aku baru tiba tadi pagi dan belum merencanakan apapun. Setelah ini kita harus mencari tempat penginapan karna sudah hampir malam."
"Bagaimana jika kalian menginap di rumahku saja, aku berjanji akan memberikan kalian pelayanan terbaik dan juga rumah walikota tentu saja lebih aman"
Himawari tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk lebih dekat dengan Bara, pertemuan pertamanya dengan bara membuat Himawari menyukainya.
Bukan hanya karena parasnya yang tampan bara juga sudah sampai pada tingkat angkasa, tentu saja itu adalah prestasi yang sangat membanggakan karena pria seumurannya biasanya masih pada tingkat bumi.
Jika bara sampai tertarik bahkan menikahinya posisi Himawari dalam keluarga nya akan naik, apa lagi jika ia dapat merekrut Bara untuk masuk kedalam sekte Mutiara Timur tentulah akan menjadi kebanggaannya tersendiri.
"Maaf sekali nona Himawari, tetapi kami tidak kekurangan uang hanya untuk sekedar menyewa penginapan. Atas niat baik anda maaf kami tidak dapat menerima nya"
Sekar cendana buru buru menolak niat dari Himawari, jika sampai kakaknya menerimanya ia tahu gadis itu pasti akan besar kepala. Sekar Cendana menyadari ia adalah gadis yang licik, ia mengundang mereka karna tertarik dengan kakaknya, belum lagi niat terselubung yang Sekar cendana tau pasti akan menyusahkan mereka.
"Aku minta maaf atas penolakan adikku, mungkin lain kali kita dapat membalas kebaikan Nona"
Bara bangkit dari tempat duduknya diikuti oleh Sekar cendana dan damar biru, mereka segera meninggalkan tempat itu tanpa memandang Himawari untuk yang kedua kalinya.
"Aku akan membalasmu gadis sialan"
***
Damar biru hanya bisa menarik nafas panjang saat Sekar cendana tidak henti hentinya mengoceh tentang perjalanan mereka, sedangkan Bara terlihat mendengarkan dengan antusias.
Setelah mereka bertanya letak dari penginapan terdekat dari sini, mereka bertiga bergegas menuju penginapan itu.
Setelah berjalan hampir setengah jam mereka tiba di depan tempat penginapan yang sangat besar dan mewah, nama Blue Lotus Hotel terpampang jelas di depan.
__ADS_1
Saat mereka memasuki tempat itu seorang wanita langsung menghampiri mereka, saat melihat pakaian ketiganya yang terlihat sangat mahal membuat senyum wanita itu semakin lebar.
"Tuan dan nona ada yang bisa aku bantu?"
"Kami memesan tiga kamar untuk satu malam"
"Kamar yang tersisa hanya kamar kelas satu, harga permalamnya lima koin emas"
Damar biru hampir menjerit dihadapan wanita itu, lima keping emas bisa untuk menghidupinya selama dua bulan penuh. Dan disini mereka akan menghabiskan nya dalam satu malam
Bara menyerahkan 15 koin emas tanpa berbasa basi, pelayan itu tersenyum puas sebelum mengantar kan mereka ke kamar masing masing.
Didalam kamar damar biru langsung duduk di tempat tidur untuk berkultifasi, ia mengalirkan energi kehidupan dari inti kehidupan miliknya.
"Hey bocah, ternyata kau sangat bermalas-malasan. Aku sudah lama tidak melihatmu tetapi kemampuanmu tidak mengalami peningkatan"
Damar biru langsung membuka matanya saat mendengar suara yang sudah tidak asing lagi di telinganya, pria berpakaian hitam dengan wajah tampan bak dewa berdiri di hadapannya.
Damar biru ingin berteriak saat melihat wujud gurunya yang sangat berbeda saat terakhir kali mereka bertemu.
"Bagaimana penampilan baruku?, Aku menyerap sedikit energi kehidupanmu untuk berubah wujud"
Damar biru merasa ingin menangis keras saat gurunya berkata menyerap sedikit energi kehidupan miliknya, pantas saja saat inti kehidupannya sudah penuh dengan energi kehidupan tiba tiba menghilang. Hal inilah yang membuat tidak bisa untuk naik ke level selanjutnya.
"Apakah kau mengutukku untuk tetap pada tingkat langit level 6?. Jika kau terus menyerap energi ku bagaimana aku akan naik ke level selanjutnya?"
"Dasar murid kurang ajar, aku adalah gurumu tetapi kau sangat pelit kepadaku. Aku bahkan sudah meminjamkanmu cincin dimensi ku"
Damar biru menutup mulutnya rapat rapat, jika gurunya tidak menyinggung tentang cincin itu damar biru sudah menyiapkan makian yang akan ia sampaikan.
Kali ini sepertinya ia harus pasrah
"Guru, mengapa akhir akhir ini aku tidak bisa berbicara dengan mu?"
__ADS_1
"Saat kau pingsan aku merasakan ada seseorang yang datang, lalu ia membawamu dan Sekar cendana bersamanya. Setelah itu aku tidak bisa lagi berkomunikasi denganmu"
Damar biru baru mengetahui bahwa dimensi yang melindungi desa Sotery dapat melakukan hal itu, bahkan gurunya yang sangat kuat saja tidak dapat berkomunikasi dengannya
"Di dalam cincinku terdapat buku kumpulan resep obat obatan, kau bisa mempelajarinya dan menjadi seorang ahli obat"
Setelah mengatakan hal itu panglima langit bergegas untuk masuk kedalam inti kehidupan milik damar biru.
Damar biru mencari buku yang di bicarakan oleh gurunya, akhirnya ia menemukan sebuah buku yang sangat tebal bertuliskan buku rahasia jiwa. Damar biru sampai terdiam beberapa saat, pasalnya buku dihadapannya ini berada pada tingkatan misterius.
Buku buku tertentu serta senjata pusaka terbagi atas 4 tingkatan, perunggu, perak, emas, dan yang terakhir adalah tingkat misterius.
Tingkat misterius sangat jarang di temui, bahkan pada sekte besar sekalipun belum tentu memilikinya.
Damar biru segera membuka halaman pertama buku itu, di kertas itu tertulis pil pembersih jiwa. Fungsinya untuk menghilangkan semua jenis racun tanpa terkecuali
Damar biru tersenyum bahagia bahkan sampai menitikkan air mata, jika ia dapat mempelajari buku itu ia dapat menjadi kaya raya. Setiap pil sangat berharga di dunia ini, karna sangat sulit di pelajari serta resepnya yang sangat sulit di temui membuat harganya begitu mahal.
"Jangan senang dulu, untuk mempelajari pembuatan pil kau harus menguasai elemen api."
Damar biru tersenyum masam, sepertinya niatnya untuk menjadi kaya raya harus tertunda.
"Kau harus mencari api inti bumi jika ingin langsung menguasai elemen api, karna kau sudah memiliki dasar nya pasti sangat mudah untukmu belajar."
Masalahnya damar biru tidak tau harus mencari dimana, ia tidak mungkin mencari keseluruhan kerajaan hanya untuk mencari api itu.
Damar biru segera keluar dari kamarnya untuk sarapan, tanpa diduga Bara berada di depan pintunya bersiap untuk mengetuk pintu
"Ada apa?"
"Baru saja aku mendengar akan diadakan lelang, aku berniat untuk hadir kesana tetapi Sekar cendana melarang ku"
Damar biru tau betul apa alasan Sekar cendana melarang Bara untuk pergi ke tempat pelelangan, ia kawatir jika Himawari akan mengira kakaknya dan mencari masalah disana.
__ADS_1
melihat dari cara gadis itu menatap Bara tentu saja sekarang Cendana khawatir, tiba tiba Damar Biru teringat tentang api inti bumi, mungkin saja ia bisa mendapatkan informasi disana.