
Seekor burung Phoenix merah bertengger di lengan Damar Biru, setelah ia mengalirkan energi kehidupan miliknya burung itu sudah mulai tersadar dan menganggap Damar biru adalah induknya.
Burung Phoenix itu mematuk telinga Damar Biru meminta untuk diberi makanan, tetapi saat ini Damar Biru tidak memiliki sesuatu untuk diberikan kepada nya.
Acara pelelangan kembali berlanjut, barang selanjutnya yang ditawarkan tidak ada yang benar benar membuat Damar Biru tertarik. Sebagian besar hanya senjata pusaka kelas emas yang diperebutkan para sekte besar maupun kecil.
Tera sesekali melirik ke arah Damar Biru saat menurut nya ada barang yang menarik, tetapi sikap Damar Biru sama sekali tidak menunjukan rasa ketertarikan sama sekali.
Sampai tiba pada barang utama, Damar Biru mengalihkan perhatiannya ke panggung dimana ada seseorang yang membawa sebuah kotak kayu dengan ukiran misterius dan menaruhnya di atas sebuah meja kecil
Aura yang misterius menyelimuti kotak itu membuat suhu ruangan naik secara drastis, para kultifator mengalirkan energi mereka untuk membuat perisai agar tidak terpengaruh dengan suhu panas tersebut
Para tamu sangat terkejut dan saling memberikan pendapat tentang sesuatu yang ada dibalik kotak misterius itu, suara riuh para tamu mulai terdengar.
Segala sesuatu yang ada di balik kotak itu pastinya sangatlah kuat
"Para hadirin sekalian barang utama yang pertama kali akan di lelang sekarang ada dihadapan kalian"
Perlahan kotak misterius yang berada di atas panggung mulai terbuka dan saat itu juga kobaran api langsung menerobos keluar, orang orang didalam ruangan itu hampir lupa bernafas karena terkejut.
"Seperti yang kalian lihat saat ini, ini adalah Api Inti bumi satu satunya di kekaisaran ini dan hanya muncul 100 tahun sekali, dan untuk mendapatkan api ini kami harus pergi kedalam gua Neraka . Mohon para hadirin dapat memberikan harga yang pantas"
Dihadapan Damar Biru terdapat sebuah bola kristal berwarna merah kehitaman dengan api yang sangat besar berkobar di sekelilingnya seolah olah siap membakar apapun yang ada di hadapannya.
Damar Biru tersenyum simpul melihat api itu, ia bertekad untuk mendapatkan nya bagaimanapun caranya. Jika api itu menjadi miliknya ia bisa menjadi seorang ahli obat dan kemampuan elemen apinya tidak akan ada yang bisa menandinginya.
"1 juta keping emas"
Damar Biru langsung membuka penawaran, para anggota perwakilan sekte lain juga terlihat tertarik dengan singa itu.
Damar Biru merasa ia akan kesulitan untuk mendapatkan Api Inti Bumi itu, orang orang itu pasti tidak kan membiarkannya mendapatkan apa yang ia inginkan kali ini.
"1.500.0000....."
__ADS_1
Benar saja sekte Awan Gelap langsung ikut menawar sesaat setelahnya, sekte Awan Gelap sendiri merupakan sekte terbesar di kekaisaran Angin Utara.
Sekte ini terkenal dengan jumlah muridnya yang sangat banyak yaitu sekitar 800 ribu orang, sekte ini juga menguasai beberapa kota dan merupakan tangan kanan dari sang raja dari Angin Utara.
Posisinya yang begitu tinggi membuat murid muridnya bertingkah sombong dan suka mencari masalah, meskipun begitu ketua sekte maupun kaisar sendiri lebih memilih menutup mata.
Orang orang yang tau bahwa perwakilan sekte Awan Gelap yang menawar lebih memilih mengurungkan niat mereka karena tidak ingin berurusan dengan Sekte Awan Gelap karna tidak akan berakhir baik.
"2 juta keping emas"
Orang orang yang mendengar Damar Biru masih melanjutkan penawaran mulai berbisik bahkan bertaruh jika Damar Biru tidak akan bisa hidup ataupun keluar dari kota ini.
Tera menatap Damar Biru tajam sebelum menarik nafas panjang, ia tahu setelah acara ini selesai Istana Bulan Purnama akan mendapatkan tamu yang tidak diundang.
"Hentikan penawaranmu, kau tidak akan bisa hidup lebih lama jika berurusan dengan Sekte Awan Gelap. Dan juga Istana Bulan Purnama tidak akan bisa menolongmu"
Damar Biru sendiri hanya bersikap acuh seakan tidak perduli dengan peringatan dari Tera.
Seseorang yang menggunakan auranya untuk menekan Damar Biru hanya berada pada tingkat langit level 4, dua tingkat dibawahnya. Ia juga sudah memeriksa bahwa di ruangan itu hanya ada 3 orang dua lainnya berada pada tingkat langit level 8.
Meskipun mereka bertiga mengeroyok Damar Biru sekalipun ia masih percaya diri untuk dapat memenangkan pertarungan menggunakan senjata pusaka milik guru nya.
Kekuatan elemen anginnya pun bisa dikatakan lumayan katana sudah mencapai tahap sempurna.
"3 juta keping emas"
"5 juta keping emas"
Tera yang sedang menyeruput teh nya sampai tersedak saat Damar Biru menawar 5 juta keping emas untuk Api itu.
Sedangkan dengan jumlah yang sama merupakan keuntungan dari Istana Bulan Purnama selama satu tahun penuh, ia tidak menyangka pemuda dihadapanya sangatlah kaya raya
Salah satu perwakilan sekte Awan Gelap kehilangan kesabarannya dan ingin melenyapkan damar biru saat itu juga, ia tidak mengira akan ada orang yang berani mempermalukan sekte mereka di tempat ini.
__ADS_1
"Apa yang harus kita lakukan"
"Biarkan ia mendapatkan nya, lagi pula pemuda itu tidak akan hidup lebih lama"
ketiga pemuda itu tersenyum sinis, dan mulai memikirkan cara untuk merebut Api Inti Bumi itu dari Damar Biru.
"karena perwakilan dari sekte Awan Gelap tidak melanjutkan penawaran maka Api inti Bumi jatuh kepada Istana Bulan Purnama dengan 5 juta koin emas"
fajar menutup kotak kayu itu dan memberikannya kepada seseorang untuk diserahkan kepada Damar Biru, setelah kotak itu sampai Damar Biru langsung mengayunkan tangannya dan kepingan emas langsung berserakan di lantai.
pemuda yang mengantarkan kotak itu juga melakukan hal yang sama, ia mengayunkan tangannya dan uang itu langsung lenyap dari pandangan semua orang.
setelah pemuda itu pergi Damar Biru langsung berpamitan kepada Tera untuk kembali ke penginapan karena barang yang ia cari sudah berada ditangannya.
Tera mengangguk setuju dan mulai berfikir jika Damar Biru berhasil membuat pil pembersih jiwa maka ia akan membuat pemuda itu bekerja sama dengannya bagaimanapun caranya.
setelah damar biru sampai di kamarnya ia langsung duduk bersila di kasurnya dan memperhatikan kotak ditangannya, burung Phoenix yang juga ia dapatkan di pelelangan masih setia berada di pundaknya.
"guru, bagaimana cara aku menyerapnya jika saat kotaknya dibuka akan mengeluarkan api yang dapat memanggangku"
"gunakan kekuatan elemen elemen airmu untuk menekan hawa panas dari api itu"
saat Damar Biru akan mulai melakukan apa yang diperintahkan oleh gurunya ia baru teringat akan sesuatu.
"guru bukankah aku belum pernah melatih elemen airku sebelumnya? lalu bagaimana caranya aku menekan aura api ini"
Panglima Langit ingin sekali memukul murid satu satunya itu, bahkan sebuah pemahaman sederhana saja ia tidak mengerti.
jika seseorang memiliki elemen tertentu didalam dirinya maka ia akan dapat menggunakannya meskipun belum pernah dilatih. karna latihan hanyalah untuk menambah kekuatan dan pemahaman sedangkan dasarnya seseorang sudah memilikinya sejak lahir.
setelah Damar Biru mendengarkan penjelasan dari panglima langit ia perlahan mengalirkan kekuatan elen air miliknya sesuai arahan dari Panglima Langit.
perlahan tangan Damar biru mulai terasa dingin dan perlahan ia membuka kotaknya
__ADS_1