The Last Prince

The Last Prince
#25


__ADS_3

Di sebuah desa yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, kehidupan warganya sangatlah tentram meskipun kondisi perekonomian mereka jauh dari kata baik. Mereka semua bermata pencaharian sebagai seorang petani dan pedagang yang menjual hasil bumi


Sampai suatu, hari segerombolan bandit datang menyerang dan mengambil seluruh harta berharga mereka, serta ada beberapa warga yang harus terbunuh akibat berusaha mempertahankan harta yang sudah susah payah mereka hasilkan


Kepala desa mengutus beberapa orang untuk melapor kepada pejabat pemerintah, tetapi laporan itu tidak ditanggapi sama sekali sampai kejadian yang kedua kalinya terulang


Bagai malaikat yang turun dari langit, 5 orang yang mengaku sebagai kultifator datang dan menjanjikan sebuah perlindungan dari bandit yang akan kembali muncul untuk menjarah


Para kultifator tersebut memang melindungi desa dari para bandit, tetapi yang terjadi justru lebih parah. Para kultifator itu setiap satu Minggu sekali mengambil gadis desa untuk memuaskan nafsu birahi mereka.


Warga desa sangat marah tetapi tidak ada yang berani melawan, mereka harus rela anak atau istri mereka dibawa pergi oleh para kultifator itu.


Suatu hari karena ada anggota mereka yang tersinggung karena ucapan salah satu warga, kultifator itu memenggal kepala desa dihadapan mereka semua karena menganggap ia tidak dapat menertibkan warganya.


Ia juga mengambil anak dari kepala desa yang sudah memiliki suami dan anak, karena sang suami menolak menyerahkan istrinya ia dipukuli sampai hampir mati, pria itu bernama Rawindra.  siapa yang menyangka saat ia tidak sadarkan diri seseorang menolongnya dan mengobati lukanya, setelah sembuh    Rayandra pergi ketempat tinggal para kultifator  itu dan berhasil membawa kabur anaknya, sayangnya ia tidak berhasil membawa serta istrinya.


Rayandra berlari kencang menghindari kejaran para kultifator yang berniat membunuhnya, ia lalu masuk kehutan untuk bersembunyi. Setelah beberapa jam berlari tanpa henti, Rayandra bertemu dengan segerombolan serigala dan langsung menyerangnya sampai akhirnya bertemu dengan Damar Biru.


Damar Biru merasa hatinya sakit saat mendengar cerita dari Rayandra, ia menatap bayi mungil dalam gendongan pria itu.


Damar biru tidak dapat membayangkan jika Rayandra mati ditangan para penjahat itu, mungkin anaknya akan diperlakukan semena-mena jika berhasil hidup.


"Aku akan membantu menyelamatkan istrimu"


Rayandra ragu akan ucapan Damar Biru, ia menatap Damar Biru mencoba melihat tingkat kultifasi nya, betapa terkejutnya dia saat menyadari Damar Biru yang beberapa tahun lebih muda darinya berada pada tingkat langit level 7, sedangkan dirinya masih berada pada tingkat bumi level 4 akibat tidak adanya sumber daya yang mampu iya beli.


Rayandra juga tidak memiliki buku manual yang dapat membantunya meningkatkan praktik akibat tidak masuk kedalam sekte apapun.


"Terimakasih banyak atas niat baikmu, tetapi mereka sangat kuat sedangkan kita hanya berdua"


"Tidak masalah yang terpenting sekarang kita harus mencari penginapan, kau tidak ingin anakmu tidur di tempat seperti inikan?"

__ADS_1


Rayandra menatap wajah putrinya sesaat, saat ini usianya baru dua bulan. Ia seharusnya tidur ditempat yang nyaman ditemani dengan kedua orang tuannya, tetapi kenyataannya jauh dari pada harapan


"Mari ikutlah denganku mencari penginapan"


Rayandra berjalan mengikuti Damar Biru, sekarang ia tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti pemuda itu.


Rayandra tidak membawa uang sepeserpun saat kabur dari desa, ia tidak tau bagaimana caranya untuk menghidupi putrinya kedepannya


Damar biru mencari penginapan yang letaknya sedikit lebih jauh dari pusat kota, ia tidak ingin anggota sekte Awan Gelap menyerangnya saat ia sedang berada bersama Rayandra.


Damar biru yakin dapat melindungi dirinya sendiri, tetapi ia tidak yakin jika harus melindungi Rayandra dan anaknya.


Setelah Damar Biru memesan kamar, ia memanggil pelayan yang baru saja melewatinya


"Tolong siapkan keperluan untuk anak itu, kalau bisa tolong Carikan ibu susu untuk anaknya"


Damar Biru menunjuk kearah Rayandra, pria itu masih mematung karena tidak menyangka Damar Biru sangat perduli dengan ia dan anaknya.


Pelayan itu menatap Damar Biru sejenak, saat ini ia tengah mengenakan topeng agar tidak ada yang mengenali wajahnya yang membuat Damar Biru terlihat sangat misterius


Setelah Damar memberikannya sekantung uang, pelayan itu menggambil bayi digendongnya Rayandra untuk dibersihkan serta diberikan kepada seorang wanita yang akan menyusuinya.


"Terimakasih banyak, aku tidak tau bagaimana cara membalas kebaikanmu"


Rayandra tidak tau harus berkata apa kepada pemuda asing dihadapannya, ia berpikir suatu saat akan membalas kebaikan pemuda asing yang telah menolongnya


"Tidak usah dipikirkan, mungkin suatu saat aku yang akan membutuhkan bantuanmu"


Damar biru tersenyum tipis dibalik topengnya, ia lalu mengajak Rayandra untuk makan di tempat yang sudah disediakan penginapan ini. Meskipun penginapan ini tidak terlalu besar, tetapi pelayanannya bisa dikatakan sangat baik.


Suasananya yang sepi karena hanya ada beberapa tamu membuat Damar Biru semakin menyukai tinggal disini.

__ADS_1


"Makanlah, mengapa kau hanya menatapnya saja?"


"Aku hanya sedang memikirkan istriku, bagaimana keadaannya sekarang"


Damar biru menatap Rayandra dengan terapan iba, pria dihadapannya setidaknya baru berusia 18 tahun tetapi harus menanggung beban yang sangat berat.


"Aku sudah berjanji akan membantumu, aku tidak akan mengingkarinya"


Setelah selesai mengucapkan hal itu, Damar Biru memasukan suapan mesar kemulutnya. Sekarang ia sangat lapar karena belum makan sejak kemarin, perlahan Rayandra mulai mengikuti Damar Biru menghabiskan makanannya.


"Istirahatlah, besok kita akan memikirkan cara untuk menyelamatkan istrimu"


Damar biru meninggalkan Rayandra yang masih termenung di kursinya.


Bohong jika malam ini Damar Biru akan tidur nyenyak, ia akan membutuhkan bantuan jika akan pergi menyelamatkan istri dari Rayandra.


Damar Biru menyadari bahwa kultifator yang yang yang ada di desanya pastilah suruhan seseorang yang kemungkinan berhubungan dengan identitas dari Rayandra, Damar Biru tau pemuda itu bukan orang sembarangan.


Setelah sampai di kamarnya, Damar biru menatap ruangan itu sejenak


"Keluarlah"


Setelah mengucapkan hal itu tiga orang muncul dari kegelapan, mereka menatap Damar Biru dengan pandangan tidak suka


"Mengapa kau selalu dapat menemukan kami?"


Cakra berbicara dengan nada kesal, mereka sudah menggunakan jurus terbaiknya untuk bersembunyi didalam bayangan. Siapa yang menyangka pemuda itu dapat mengenali mereka dalam sekali lihat


"Itu tidak penting, besok aku membutuhkan bantuan kalian"


Ketiga orang pria yang ada di hadapan Damar Biru saling memandang, mereka sudah menduga hal ini berhubungan dengan pemuda yang baru ditemui oleh Damar Biru

__ADS_1


" apa bayarannya"


Damar Biru tersenyum sinis, mereka tidak akan menduga apa yang akan Damar Biru berikan kepadanya.


__ADS_2