The Last Prince

The Last Prince
#17


__ADS_3

Saat kotak kayu itu terbuka terdapat sebuah kristal dengan api kecil yang berkobar mengelilinginya, meskipun begitu kotak kayu itu tidak memiliki tanda tanda bekas terbakar.


Api itu mengecil karna tekanan yang diberikan oleh Damar Biru, meskipun tidak bisa membuat apinya padam seutuhnya tetapi sudah cukup untuk tidak menghanguskan dirinya dan ruangan ini.


"Guru bagaimana cara menggunakannya"


"Serap energi yang ada di batu kristal itu"


Damar Biru mengangkat perlahan batu kristal yang berukuran sebesar biji apel itu, ia memperhatikan barang dengan nilai 5 juta koin emas yang ada ditangannya.


Tetapi hal selanjutnya yang dilakukan oleh Damar Biru membuat Panglima Langit ingin melompat dan memukuli pemuda itu.


"Apa yang kau lakukan.,bodoh ,,sialan kau akan mati. Aku bilang kau harus menyerapnya bukan menelannya, apakah ucapan tidak cukup jelas"


Mendengar Panglima Langit marah dan memakinya membuat Damar Biru menyadari bahwa ia telah melakukan kesalahan besar.


Perlahan Damar Biru merasakan organ dalam di tubuhnya mulai terbakar, ia mulai fokus untuk menyerap api itu menggunakan kekuatan elemen api miliknya dan menekan hawa panas ditubuhnya menggunakan elemen air dan angin miliknya.


Biasanya seseorang akan membutuhkan waktu satu Minggu untuk menyerap seluruh kekuatan didalam kristal itu. Tetapi Damar Biru malah melelangnya secara utuh dan mengakibatkan ledakan energi di dalam inti energi miliknya


Tetapi segala sesuatu yang dilakukan oleh Damar Biru seperti tiada gunanya, sekarang mata, mulut dan telinganya mengeluarkan api yang membuatnya seperti terbakar dari dalam.


Saat kesadarannya akan menghilang, ia merasakan api di tubuhnya perlahan mengecil. Meskipun begitu Damar Biru tidak dapat menggerakkan tubuhnya dan merasakan sakit yang luar biasa di seluruh tubuhnya.


"Aku sudah membantumu untuk menyerap api itu, energiku sudah terkuras habis. Mungkin aku akan tidur cukup lama dan tidak akan bisa membantumu dalam waktu dekat."


Tiba tiba tubuh Damar Biru mengeluarkan cahaya keemasan, rasa sakit yang ia rasakan perlahan mulai menghilang.


Yang lebih membahagiakan adalah tubuhnya sekarang lebih kuat dari pada sebelumnya dan kekuatan nya sudah naik satu tingkat menjadi tingkat langit level 7.


Damar Biru menarik nafas panjang, menyadari kebodohannya yang membuat gurunya harus mengorbankan dirinya sendiri.


Jika saja Panglima Langit tidak bersamanya maka ia akan mati mengenaskan.


Damar Biru perlahan membuka matanya setelah membiasakan diri dengan kekuatan barunya, ia mendekati cermin yang berada di ujung ruangan.


Matanya melebar saat menyadari sesuatu, sekarang kulitnya menjadi lebih bersih seperti tidak ada noda, badannya juga sedikit lebih kekar, serta wajahnya menjadi semakin tampan.


Rahang Damar Biru menjadi terlihat lebih tegas serta hidungnya menjadi lebih mancung.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka efek dari api itu ternyata luar biasa, tetapi sepertinya penampilanku akan membawa masalah besar"


Damar Biru menyadari penampilannya suatu saat akan menjadi masalah besar untuknya, ia pernah melihat Bara dikelilingi oleh para wanita karna penampilannya. Bahkan para wanita itu saling bertengkar memperebutkan sosok yang pastinya lebih memilih melarikan diri dari pada memilih salah satu diantara mereka.


Saat ia akan berbalik ia baru menyadari bahwa ada helayan rambutnya yang berwarna keemasan, meskipun tidak terlalu banyak tetapi terlihat sangat kontras dengan rambut hitamnya tetapi ia lebih memilih untuk tidak mempermasalahkan nya.


Saat ia melihat ke arah jendela matahari sudah akan terbenam, ia memilih menuju restoran terdekat untuk makan malam.


Tepat saat Damar Biru akan membuka pintu, pintu itu terbuka sendiri dan dua orang muncul setelahnya.


Dua orang itu membulatkan matanya saat melihat penampilan Damar Biru, mereka melirik penampilannya dari atas sampai bawah berkali kali tidak menduga bahwa itu adalah orang yang sama dengan yang mereka biasa temui


"Apakah kau bertemu dengan seorang dewa, kau yang awalnya buruk rupa sekarang menjadi sangat tampan, meskipun masih dibawahku"


Damar Biru hanya menatap Bara dengan tatapan sebal, pria itu berniat memujinya tetapi lebih terdengar seperti penghinaan di telinganya.


"Awalnya aku ingin pamer karna kita berdua telah naik tingkat, tetapi sepertinya kau juga mengalami hal yang sama"


Sekar Cendana hanya tersenyum masam, ia sudah menyiapkan kalimat yang begitu sempurna untuk mengejek pria itu, tetapi siapa yang menyangka bahwa Damar Biru juga akan mengalami kenaikan tingkat.


"Aku ingin makan, kalian ingin tetapi disini atau atau ikut maka bersamaku?"


Akhirnya mereka bertiga sampai di sebuah restoran terbaik di kota ini, untuk masuk saja membutuhkan 10 keping emas per orangnya.


Setelah menghabiskan lebih dari 5 juta keping emas Damar Biru merasa beberapa keping emas adalah jumlah yang sangat kecil.


Ia menyerahkan kantung berisi 30 koin emas kepada penjaga restauran itu.


"Hari ini biar aku yang teraktir"


"Baiklah kalau begitu, kami tidak akan sungkan"


Sekar cendana tersenyum jahil ke arah Damar Biru, harga makanan di restoran seperti ini pastilah sangat mahal hingga beberapa kali lipat dari pada restauran biasa yang mereka kunjungi.


Sekar Cendana berniat menguras kantung Damar Biru dengan membeli banyak makanan, tetapi yang tidak ia ketahui adalah Damar Biru memiliki cincin dimensi yang berisi kepingan emas yang tak terhingga dan jumlahnya lebih banyak dari pada harta di kerajaannya.


Mereka bertiga tidak menemukan tempat duduk karna tempat ini sangatlah ramai, akhirnya mereka membayar dua keping meas lagu untuk naik ke lantai selanjutnya.


Di lantai dua juga mereka tidak menemukan tempat yang kosong, Damar Biru menyadari mereka yang berada disini rata rata adalah tamu yang menghadiri acara pelelangan.

__ADS_1


Setelah mereka bertiga naik ke lantai tiga mereka baru menemukan satu meja yang kosong, Damar Biru bernafas lega karena ia tidak perlu mencari restauran lain karena ia sudah sangat lapar.


Setelah mereka memesan makanan Sekar cendana akhirnya mulai berbicara niat awalnya untuk menemui Damar Biru


"Kita sudah terlalu lama disini, kita harus melanjutkan perjalanan"


"Bara, kau bisa pergi dengan Sekar cendana ke kota selanjutnya. Aku akan tinggal disini lebih lama lagi karena ada urusan yang harus aku selesaikan"


Sekar cendana menaikkan alisnya, ia tidak mengira bahwa Damar Biru akan tinggal lebih lama. Setahunya Damar Biru tidak memiliki kenalan sama sekali di tempat ini.


"Bukankah kau sudah tau, aku dan adikku tidak bisa pergi bersama. Kita harus pergi mencari pengalaman secara terpisah, itu adalah peraturan kerajaan"


Damar biru sudah tau hal ini, karenanya ia sudah menyiapkan rencana sedari awal


"Kau dan Sekar cendana bisa pergi ke kota selanjutnya, setelah aku menyusul kalian kita bisa berpisah ditempat itu dan melanjutkan perjalanan masing-masing"


Sekar cendana berfikir itu bukanlah ide yang buruk, meskipun ia tidak tau apa urusan Damar biru yang membuatnya harus tinggal lebih lama di tempat ini tetapi ia menyetujui rencana itu.


"Semuanya yang ada disini keluar..!


Tempat ini sudah dipesan oleh sekte Awan Gelap"


Mendengar nama sekte Awan gelap disebut, semua orang langsung berlari tanpa berfikir untuk tinggal lebih lama. Jika Sekte Awan Gelap muncul pasti akan ada masalah besar


Baru beberapa detik setelah rombongan sekte Awan Gelap muncul, ruangan ini sudah sangat sepi. hanya meja Damar biru yang masih terisi dan dengan santai melanjutkan makan mereka.


Rombongan sekte itu terdapat 10 orang, hanya satu orang yang berada di tingkat angkasa dan yang lainnya masih berada di tingkat langit.


Mereka bertiga tidak akan mendapatkan kesulitan yang berarti jika harus menghabisi mereka semua.


"Kalian bertiga tidak dengar, tempat ini sudah di tempati sekte awan gelap. Lebih baik kalian pergi atau nyawa kalian akan lenyap disini"


Mereka semua yang berasal dari sekte Awan Gelap tidak bisa melihat tingkat praktik mereka bertiga karena sebelum mereka meninggalkan istana raja sudah memberikan suatu jurus yang dapat membuat seseorang tidak dapat melihat tingkat praktik mereka.


Hal ini untuk membuat kesan misterius agar tidak ada orang yang berani menyinggung mereka karna tidak dapat melihat tingkat praktik dari lawannya, nyatanya hal tersebut sama sekali tidak berpengaruh.


Karena merasa diabaikan, tiga orang dari sekte Awan Gelap mengeluarkan suatu jurus yang membuat telapak tangan mereka mengeluarkan rantai dengan tujuan menangkap mereka bertiga tetapi tanpa mereka sadari hal inilah yang membuat mereka akan kehilangan nyawa


"Trik anak kecil"

__ADS_1


__ADS_2