The Last Prince

The Last Prince
#15


__ADS_3

Akhirnya hari pelelangan pun tiba, seluruh jalanan kota terlihat sangat ramai dengan banyak sekali orang berlalu lalang mengunakan kereta kuda ataupun berjalan kaki.


Sudah dapat di tebak bahwa orang orang itu datang untuk menghadiri pelelangan, damar biru mendengar sekilas tentang barang yang akan dilelang melalu seorang utusan dari Istana Bulan Purnama yang mengantarkan undangan kepadanya.


Damar biru sangat bersemangat karena barang yang sedang dicarinya akan muncul dalam pelelangan tersebut, tentu saja damar biru menyadari bukan hanya dirinya yang mengincar Api Inti Bumi.


Seluruh ahli obat diseluruh dunia pastinya paham betul akan hal ini, Api Inti Bumi dapat membuat kualitas pil yang dihasilkan seorang ahli obat meningkat hingga 2 kali lipat.


Apa lagi untuk ahli obat pemula seperti dirinya, api inti bumi dapat membuat tingkat keberhasilannya dalam membuat pil meningkat pesat.


Saat damar biru akan melewati pintu masuk penginapan ia melihat Sekar cendana dan Bara yang sedang berjalan ke arahnya.


"Kau mau pergi kemana?"


Sekar cendana menyipitkan matanya saat melihat damar biru berpenampilan lebih rapih serta bersih dari pada biasanya


"Bukan urusanmu"


"Tentu saja urusanku, bagaimana jika kau mati diluar sana maka aku juga yang akan kerepotan mencari mayatmu ataupun membalaskan dendam mu"


Bara dan damar biru serentak menatap gadis itu tajam, mulut Sekar cendana memang sudah terbiasa berbicara pedas di hadapan siapapun.


Damar biru berfikir bahwa Sekar cendana berfikiran sempit, bagaimanapun juga saat ini damar biru sudah berada pada tingkat langit level 6, belum lagi ia memiliki senjata pusaka yang berada di dalam cincin dimensi miliknya. Pemuda seumurannya tidak ada yang dapat mengalahkannya meskipun menyerang bersamaan kecuali mereka berdua kakak beradik yang saat ini berada dihadapannya.


Damar biru dapat dikatakan jenius yang sebenarnya karna dapat menaikkan tingkat praktik begitu pesat dalam waktu satu tahun, jika ada orang lain yang mengetahuinya mungkin ia akan langsung di jadikan murid utama sebuah sekte atau menjadi murid dari orang orang hebat yang ada di kekaisaran ini.


Ia tidak ingin berbicara lebih lanjut kepada mereka berdua dan segera meninggalkan tempat itu, ia tidak ingin sampai terlambat datang karna takut jika sampai ia gagal mendapatkan api inti bumi.


Damar biru sampai disebuah gedung yang sangat besar bahkan menurut nya gedung itu adalah tempat paling besar yang pernah ia datangi seumur hidupnya.


Nama gedung itu sama dengan nama tempat yang kemarin ia kunjungi, paviliun Istana Bulan Purnama. Ia tidak menyangka bahwa pemilik tempat ini tidak hanya memiliki tempat penjualan saja tetapi juga tempat pelelangan.


Tepat saat pertama kali ia masuk, Damar biru disamput dengan seorang gadis berpakaian merah muda. Kemunculan gadis itu membuat semua orang yang ada disekitarnya meluangkan waktu sejenak hanya untuk sekedar menatapnya.


"Kau sudah datang, cepat pakai dan ikuti aku"


Gadis itu tidak lain adalah Tera, ia menyerahkan sebuah topeng kepada damar biru. Tanpa berucap sepatah kata lagi ia berjalan bersama beberapa pengawalnya meninggalkan Damar biru yang masih terdiam.

__ADS_1


Langkah damar biru terhenti di depan pintu yang baru saja di masuki oleh Tera, perlahan ia membuka pintu itu dan ada seorang gadis yang tengah duduk sambil menikmati secangkir teh.


"Kenapa kau belum memakai topeng itu?"


"Kenapa aku harus memakainya?"


Damar biru berjalan kearah wanita itu dan duduk di hadapannya, ruangan itu adalah ruangan VVIP. Dituangkan itu nampak sebuah panggung serta barisan kursi yang dersusun rapi berbaris  di hadapannya.


Letak ruangan VIP sendiri dibuat lebih tinggi serta di batasi dengan dinding kaca yang dapat membuat mereka yang berada di hadapannya dapat melihat dengan jelas.


Tera menatap damar biru sejenak sebelum menarik nafas panjang.


"Jika kau tidak menggunakan topeng mereka dapat mengetahui identitasmu, jika kau ingin mendapatkan sesuatu di pelelangan ini dan ada kelompok lain juga menginginkannya mereka akan mencari masalah denganmu"


Damar biru mengangguk paham, mungkin saja saat dia mendapatkan api inti biru ia tidak akan bisa meninggalkan kota ini dengan mudah.


Damar biru memperhatikan lebih rinci topeng itu, ternyata topeng itu bukanlah topeng biasa. Fungsi utama dari topeng itu adalah menutupi tingkat praktik dari si pengguna sehingga tidak akan ada yang berani mencari masalah dengannya karena kuatir akan menyinggung orang orang tertentu.


"Meskipun tingkat praktikmu lumayan tinggi, tetapi bukan berarti tidak ada yang dapat mengalahkanmu, disini akan hadir ratusan orang yang jauh lebih kuat serta memiliki nama besar, tidak akan ada yang berani membelamu jika mereka ingin mengambil nyawamu"


Setelah semua bangku terisi seorang pria naik ke atas panggung, ia adalah sepupu dari Tera, sekaligus pengurus dari Istana Bulan Purnama di kerajaan ini.


Sebenarnya Istana Bulan Purnama adalah usaha milik seorang yang misterius, meskipun sudah ada di kerajaan ini selama puluhan tahun tetapi tidak ada yang tau pasti siapa pemilik aslinya.


"Selamat datang para hadirin di Istana Bulan Purnama, saya Fajar kan memimpin jalannya pelelangan ini"


Pria si pembawa acara itu terlihat berwibawa dan memiliki aura terpelajar, ia juga merupakan seorang kultifator pada tingkat bumi level 7. Usianya juga tidaklah terpaut jauh dari damar biru.


Barang yang akan di lelang berjumlah 50 buah dengan 10 barang utama, tentu saja barang utama tidak akan ada yang mampu membelinya kecuali mereka yang berasal dari ruang VIP.


Damar biru dapat merasakan kekuatan yang sangat besar terpancar dari ruangan VIP yang yang berada disekitar nya, Ruangan VIP sendiri terdiri dari 10 ruangan yang diisi oleh perwakilan dari sekte besar ataupun keluarga terpandang.


"Barang pertama yang akan di lelang adalah pil pengumpul energi, harga pembukaannya adalah 1.000 keping emas"


Damar biru melihat terdapat sebuah guci yang berisi sekitar 20 pil pengumpul energi, pil ini berfungsi untuk membuat seseorang yang ingin menjadi kultifator dapat membentuk kekuatan dasarnya atau inti energi.


Harga pil itu terus naik seiring dengan semakin banyaknya penawar yang menginginkan, perwakilan dari sekte menengah pun tak lupa memberikan penawaran mereka.

__ADS_1


Dengan pil itu dapat membantu sekte kecil dan menengah untuk merekrut anggota baru yang dinilai berbakat.


Sebenarnya pil itu sendiri dapat dibuat oleh ahli obat pemula, sayangnya di kerajaan besar seperti inipun tidak lebih dari 100 ahli obat yang masih hidup.


Ahli obat sendiri bukan hanya meracik obat obatan, tetapi juga sebagai tabib yang mengintip berbagi macam penyakit.


Sedangkan untuk menjadi ahli obat membutuhkan bakat khusus dan menguasai elemen kayu, air, dan api sekaligus.


Akhirnya pil itu terjual dengan harga 2.300 keping emas. Damar biru langsung tersenyum lebar, ia semakin ingin mempelajari pembuatan pil setelah mengetahui harga dari pil kelas rendah seperti itu saja sangatlah mahal.


Barang selanjutnya sampai ke nomer 30 tidak ada yang menarik perhatiannya, tera sendiri sudah beberapa kali menawar dan mendapatkan e senjata pusaka kelas emas yang lumayan langka. sampai muncul seekor burung kecil didalam sebuah sangkar, burung itu seperti telah dibius sebelumnya sehingga ia tengah tertidur.


Burung itu adalah anak dari seekor poenix, burung itu sendiri sangat langka karena diburu untuk diambil darahnya.


Darah dari burung itu dapat meningkatkan praktik serta kekebalan tubuh dari seseorang yang memiliki darahnya.


"Seperti yang anda lihat ini adalah burung Phoenix yang melegenda, tidak lebih dari 10 burung yang masih hidup dan kami berhasil mendapatkan nya dengan susah payah. Penawaran dibuka dengan harga 35.000 keping emas"


Orang orang yang berada di ruang VIP yang sebelum nya senyap kini mulai menawar, damar biru pun tidak ingin ketinggalan


"100.000 keping emas."


Orang orang yang berada di bawah serentak menoleh ke arah ruangannya, pasalnya saat ini penawaran belum memasuki 50.000 keping emas.


Seorang pria yang berasal dari sekte Mutiara timur menatap damar biru tidak suka, berdasarkan nama besar sektenya ia tidak ingin kalah oleh seorang pria asing.


Tera menatap damar biru tidak percaya 100.000 koin emas bukanlah jumlah yang sedikit, jumlah itu hampir sama dengan penghasilan sebuah sekte kecil dalam sebulan.


"115.000..."


"120.000"


Pria itu mulai geram, ia tidak ingin kalah oleh damar biru. Disisi lain temannya sudah memperingatkan nya bahwa mereka diutus oleh sekte mereka untuk membeli senjata pusaka sebagai hadiah anggota baru sekte mereka.


Jika mereka bersikukuh ingin membeli burung itu khawatir jika uang yang mereka bawa tidak akan cukup untuk membeli barang utama.


" Sepertinya tuan dari sekte mutiara timur tidak ingin melanjutkan penawaran, maka pemilik burung ini adalah tuan dari istana bulan purnama"

__ADS_1


__ADS_2